Lamora

Lamora
Kejutan di Hari Ulang Tahun


__ADS_3

Mas Ray tidak membiarkan Lisa mengatur ulang tahun Arumi lagi. Dia mengurus semua keperluan dibantu dengan Bi Tinah, mama, dan papa. Lisa sempat marah berhasil luluh karena suaminya itu menirukan dance NCT di depannya. Walaupun tidak pernah membahas soal test pack, Mas Ray mengkhawatirkan kondisi Lisa. Bahkan, dia belum meminta haknya sebagai suami lagi. Takut Lisa memang hamil dan hal tersebut efek hubungan suami istri yang terlalu sering.


Besok ulang tahun anak dan suaminya, tapi Lisa belum membeli kado. Dia meminta izin suaminya yang masih kerja lewat whatsapp untuk pergi ke mall.


^^^Lisa^^^


^^^Mas, Lisa pengin ke mall boleh nggak?^^^


Tidak lama kemudian, Mas Ray membalasnya.


Suami❤


Boleh asal jangan sampai capek. Ajak bunda atau mama buat nemenin kamu.


^^^Lisa^^^


^^^Makasih ya sayang.^^^


Suami❤


Sama-sama. Kalo mau berangkat dan udah pulang kabari ya? Terud semisal ada apa-apa langsung telfon mas.


^^^Lisa^^^


^^^Iya sayang.^^^


Lisa mengajak bunda pergi ke Solo Square. Mama tidak bisa mengantar karena menunggu tim dekorasi datang. Dia membeli kado untuk Arumi di toko mainan terlebih dahulu. Memilih kado untuk anak kecil lebih gampang. Tinggal dibelikan mainan sudah pasti senang.


"Lisa beliin apa ya bun buat Mas Ray?" tanya Lisa saat mereka selesai membeli mainan untuk Arumi.


"Tas, sepatu, atau jam tangan nak."


"Jam tangan aja deh."


Lisa menuju ke toko jam yang terletak di lantai satu. Tidak perlu waktu lama memilih, Lisa jatuh cinta dengan jam Seiko Premier berwarna silver. Kebetulan jam milik Mas Ray semuanya berwarna gelap jadi bisa menambah koleksi warna untuknya.


"Nak, dulu hasil test pack bunda mengecewakan semua. Tapi tiap kali telat haid bunda nggak pernah takut buat test pack. Siapa tahu memang hamil. Sampai suatu hari bunda mendapatkan anak berusia 5 tahun. Kegiatan bunda test pack tiap kali telat haid nggak lagi bunda lakuin, bersyukur ada Lisa dan kalo emang hamil ya anugrah Tuhan. Nak, dicoba test pack dulu kalo emang positif ya bersyukur. Kalo nggak pun tetep bersyukur karena kamu punya Arumi dan masih bisa berusaha lagi seperti ayah dan bunda sampe berkali-kali test pack," ucap bunda saat mereka perjalanan pulang.


"Mas Ray cerita ya?"


"Nunggu kamu cerita? Kamu nggak bakal ceita," ucap bunda tertawa, "Dia selalu cerita apapun tentang kamu ke ayah dan bunda. Seakan ngasih tau anaknya baik-baik aja sama dia. Kayak gini nih, kamu nggak mau test pack, dia minta doa ke ayah dan bunda terus bilang ayah dan bunda nggak perlu khawatir kondisimu karena dia semakin menjaga Lisa karena takut kamu beneran hamil."


"Itu mah dia ngomong jangan khawatir tapi sebenernya dia khawatir," ucap Lisa tersenyum.

__ADS_1


"Udah tahu suamimu khawatir makanya jangan ditunda."


"Iya bun. Makasih nasehatnya," ucap Lisa tersenyum.


Sampai rumah, Lisa menyimpan hadiah untuk anak dan suaminya di lemarinya agar tidak ketahuan.


"Coba tes aja lah. Semisal positif, kado tambahan buat suami," gumam Lisa. Dia mengambil test pack yang Mas Ray beli di laci dan mengambil wadah yang bisa menampung pipisnya. Lalu menuju kamar mandi.


"Duh kok deg-degan," ucap Lisa saat selesai buang air kecil di wadah tersebut. Setelah menenagkan diri, dia memasukkan test pack tersebut ke wadah. Hasilnya, dua garis.


Air mata Lisa menetes dan mengusap perutnya, "Kamu beneran ada nak? Bunda ingin periksa mastiin kamu beneran ada dan sehat. Tapi tunggu bunda ngasih kejutan ayah besok ya?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Semalam, test pack yang masih baru, diam-diam Lisa pindahkan di laci kamar mandi. Area yang tidak pernah suaminya buka. Dia sengaja memasang alarm lebih awal dari Mas Ray biasanya bangun untuk memastikan kembali hasil test pack positif.


Lagu "Lovely Day" membangunkannya. Lisa melepas pelukan Mas Ray.


"Jam berapa?" tanya Mas Ray yang masih memejamkan matanya.


"Jam setengah 4 yang."


"Mau ngapain bangun jam segini?"


Mas Ray melek dan tersenyum, "ayo jamaah aja."


"Oke. Aku dulu yang pakek kamar mandi ya? Kebelet pipis yang."


"Iya. Mas tidur bentar. Kalo udah selesai bangunin ya?"


"Oke," ucap Lisa turun dari kasur.


Dia kembali mengecek dengan dua test pack yang tersisa. Hasilnya tetap positif. Dia menyimpan test pack tersebut di laci kembali. Nanti sore saat perayaan ulang tahun Arumi, dia akan memberikan kejutan ini kepada suaminya.


"Ayo mas bangun. Katanya mau salat berjamaah," ucap Lisa sembari menepuk paha Mas Ray saat keluar dari kamar mandi.


"Iya," Mas Ray dengan kondisi malas bangun bergegas menuju kamar mandi.


Mereka pun melakukan salat berjamaah. Lisa berdoa bukan hanya untuk Arumi dan suaminya yang ulang tahun saja. Calon buah hati yang belum pasti kondisinya seperti apa, dia doakan agar baik-baik saja. Lisa tidak sabar nanti sore. Dia akan memberikan hadiah ulang tahun paling spesial untuk Mas Ray.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Selamat ulang tahun kami ucapkan. Selamat panjang umur kita kan doakan. Selamat sejahtera sehat sentosa. Selamat panjang umur dan bahagia."

__ADS_1


Tamu undangan menyanyikan lagu tersebut diringi tepuk tangan. Lisa tidak hanya mengundang teman-teman Arumi. Orang tuanya, Alika, dan Maya dia turut undang.


Arumi dengan pakaian princess Elsa tersenyum bahagia. Semua hal di ruang tamu, mendadak berubah menjadi serba "Frozen". Lisa meminta tolong Kintan, tim cafenya untuk menjadi MC dan dua orang lagi menjadi fotografer dan videografer.


"Ayah dan bunda ingin menyampaikan apa untuk Arumi yang berulang tahun? Bisa dimulai dari ayah dulu," tanya Kintan tersenyum.


Mas Ray mengusap rambut Arumi, "Arumi sayang, selamat ulang tahun. Semoga usia 4 tahun membawa Arumi menjadi anak yang pandai dalam segala hal yang Arumi sukai dan selalu sehat," ucap Mas Ray sembari mencium Arumi.


"Silahkan bunda," ucap Kintan.


Lisa menyejajarkan diri dengan tubuh Arumi lalu mengusap kepala Arumi, "Selamat ulang tahun sayang. Tiap kali melihat Arumi ketawa dan tersenyum, hal itu membuat bunda tertawa dan tersenyum juga. Jadi doa bunda, Arumi selalu tumbuh menjadi anak yang ceria ya. Ayah dan bunda selalu sayang dan akan terus ada buat Arumi," ucap Lisa mengecup pipi kening Arumi lalu mengusap air matanya yang menetes. Mas Ray memberikan Lisa tisu. Dia tidak ingin anaknya merasa berat menjalani kehidupan tanpa merasakan kebahagiaan hidup seperti yang ia alami dulu.


"Pasti Arumi akan tumbuh menjadi anak yang ceria bun," ucap Kintan.


"Pasti," ucap Lisa tersenyum.


"Denger-denger nih, ayah Arumi juga ulang tahun ya?" tanya Kintan melihat ke arah Mas Ray.


Mas Ray tertawa, "Iya."


"Istri tercinta, mau memberikan kejutan nih mas," ucap Kintan.


Mas Ray terlihat antusias menunggu kejutan dari Lisa.


"Awalnya aku bingung harus memberikan kado ini di acara ulang tahun anak kita atau waktu kita lagi berdua aja. Aku pikir-pikir, sekalian saja mumpung ada ayah, bunda, mama, papa, Alika, dan Maya. Selamat ulang tahun mas," ucap Lisa memberikan paper bag yang berisi jam dan satu buah test pack positif.


Mas Ray menerima hadiah pemberian Lisa. Melihat isinya, Mas Ray langsung mengambil test pack yang ada di dalam.


"Ini beneran?" ucap Mas Ray menangis memeluk Lisa.


Lisa mengusap punggung sembari tersenyum, "Iya positif."


"Wah Arumi sebentar lagi punya adek nih," ucap Kintan.


Mama, papa, ayah, dan bunda saling berpelukan dan mengucap selamat. Alika dan Maya terharu sahabatnya akan menjadi seorang ibu --- bukan hanya ibu sambung. Orang tua yang mengantar anaknya ke pesta ulang tahun Arumi pun ikut bahagia.


"Arumi mau punya adik?" tanya Arumi.


Lisa memeluk anaknya, "Arumi akan menjadi kakak. Arumi harus sayang sama adik karena adik pasti sayang sama Arumi ya?"


"Iya bunda. Adiknya Arumi ada dimana sekarang?"


Mas Ray tertawa lalu mengusap perut Lisa, "ada di perut bunda nak."

__ADS_1


Malam harinya Mas Ray langsung memeriksa kondisi Lisa di kliniknya. Mereka tenang ketika tahu kehamilan Lisa berada di dalam kandungan. Semua hasil pemeriksaan kandungan dan laboratorium pun baik. Usia kehamilannya menginjak 5 minggu berdasarkan hasil Ultrasonografi (USG).


__ADS_2