Lamora

Lamora
Terperangkap Cinta


__ADS_3

Hari ini, Lisa sengaja berangkat kuliah mepet. Level kemalasannya mencapai 100%. Semalam whatsapp-nya penuh pesan efek penayangan videonya bersama Mas Ray. Bahkan, ada beberapa dosen yang mengirimnya pesan. Mengusulkan diri menjadi bintang tamu episode selanjutnya. Ayah dan bunda yang sudah tahu, semakin menjodoh-jodohkan mereka.


Lisa berjalan memasuki kelas dengan menjalankan prinsip menjadi manusia bisu dan tuli. Terlebih hari ini adalah kelas obstetri. Tidak ingin membayangkan apa yang akan terjadi. Terpenting Lisa yakin semua akan berlalu seiring berjalannya waktu.


"Wah guys, bintang tamu hari ini udah dateng," ucap Susi.


Beberapa teman menyoraki Lisa. Dia tidak peduli dan sibuk mencari bangku kosong. Ternyata bangku yang tersisa hanya ada di depan. Biasa, bangku depan pasti terisi paling terakhir karena tidak suka jika berhadapan langsung dengan dosen. Terlalu serius.


Alika dan Susi, orang paling kepo mengenai videonya bersama Mas Ray, sudah ada di depannya. Sedangkan Maya, sahabatnya, terlihat biasa saja pagi ini. Duduk manis di bangkunya bahkan tidak mengirim Lisa pesan sama sekali semenjak munculnya video itu.


"Chat gue nggak lu bales. Nggak temen lagi nih? Jelasin atau gue minta Pak Ray yang menjelaskan," ucap Alika.


"Nggak chat lo doang kali, Lik. Gue juga. Habis kesel jadi dekat nih ceritanya?" ucap Susi.


"Kasihan Lisa woi, duduk sana," ucap Syifa yang duduk di sebelah Lisa.


Lisa masih kekeh dengan pendiriannya menjadi orang bisu dan tuli jika membahas mengenai masalah video.


"Wah doinya Lisa dateng, Lik. Ayo duduk," ucap Susi.


"Jangan seneng dulu ya. Masih ada waktu. Gue juga bisa main ke rumah lo," ujar Alika.


Mas Ray memasuki kelas sembari menaruh plastik di atas meja Lisa. Walaupun dia duduk di depan, pandangan teman-temannya pasti tertuju kepadanya.Lisa mengintip plastik tersebut, ternyata baju pink yang mereka beli bersama saat pergi ke mall.


"Wah, apa itu pak? Kita kok nggak dikasih?" ucap Susi.


"Selamat siang, teman-teman. Apa kabar kalian?" Mas Ray memilih tidak menanggapi pertanyaan Susi.


"Siang pak. Baik," jawab semua mahasiswa serempak.


"Bapak dapat amanah dari Bu Vika memberikan daftar dosen pembimbing skripsi kepada kalian. Ketua kelasnya siapa? Bisa ke depan sebentar?"


"Saya pak," ucap Susi.


Kelas menjadi gaduh karena semuanya ingin tahu pembimbing mereka masing-masing. Hal yang wajar. Penentuan hidup dan mati dunia skripsi adalah diri sendiri dan pembimbing.


"Sekarang kita mulai pelajaran ya," ucap Mas Ray.


Mas Ray menerangkan materi komplikasi persalinan dengan jelas dan berlangsung cepat. Dia tidak menghabiskan waktu mengobrol hal-hal di luar pelajaran. Sesekali menyelingi materi dengan guyonan singkat. Bukan ramah yang terkesan caper lagi, tapi lebih ke cara dosen agar mahasiswanya mendengarkan, tidak mengantuk, dan tidak terlalu serius.


"Sebelum saya tutup, ada pertanyaan?" ujar Mas Ray setelah selesai menyampaikan materi.


"Pak, saya mau tanya," ucap Alika.


"Iya?"


"Mohon maaf sebelumnya ini di luar topik komplikasi persalinan. Bapak kan buat video bareng Lisa, awalnya bisa bikin video bareng gimana? Pas awal bertemu saya tahu Lisa tidak suka dengan bapak. Sahabat saya itu super tertutup dengan cerita hidupnya, jadi saya minta bapak menjawab rasa penasaran saya," ucap Alika sambil tersenyum.


Lisa melotot ke arah Alika. Sahabtnya sudah kehilangan akan sehatnya. Pertanyaan konyol yang dia ancam ke Lisa, benar-benar dia tanyakan. Dia hanya berharap Mas Ray tidak menjawab dengan gila juga. Apalagi jawaban yang dia lontarkan waktu mereka duduk di Star Cafe.

__ADS_1


"Nggak hanya kalian yang penasaran. Dosen-dosen juga banyak yang penasaran. Sudah beberapa kali saya ngomong hal yang sama di depan orang yang berbeda-beda. Singkatnya, orang tua kami bersahabat, akhirnya kami jadi saling kenal dan berteman. Bikin video? Ya kalo ada teman kalian kesusahan dan kalian melihat, apa kakian tidak akan membantu? Jadi saya masuk ke video Lisa sekadar membantunya. Sudah jelas ya? Tidak ada pertanyaan terkait perkuliahan?" ucap Mas Ray.


"Tidak, pak," ucap beberapa teman Lisa.


Lisa salut dengan penjelasan Mas Ray yang tegas dan tepat. Walaupun sedikit berbeda dengan kenyataannya karena Lisa lah yang memintanya bergabung dalam video. Setidaknya semua sudah jelas. Bersyukur Mas Ray tidak berbicara yang menimbulkan persepsi orang semakin heboh.


"Ini daftar dosen pembimbing gue kirim lewat grup ya?" tanya Susi.


"Cepetan foto trus kirim grup. Penasaran nih gue," ujar Maya.


Kelas hari itu sudah selesai. Lisa membuka grup sembari berjalan ke parkiran bersama Alika dan Maya. Alika lebih dulu membuka gambar tersebut.


"Can, pembimbing kita Pak Ray," ujar Alika.


"Yeay, sesuai keinginanku," ucap Maya. "Oh iya, can. Orang tua lo beneran deket sama keluarganya Pak Ray, can?" tanya Maya ke Lisa.


"Iya," ucap Lisa singkat.


"Lo mau sampe kapan jadi orang yang nggak suka cerita, can? lo patung?" ucap Alika.


"Suara gue mahal," ucap Lisa sambil tersenyum.


"Can, ada keterangan nih diisuruh bikin whatsapp grup sama pembimbing. Gue yang bikin ya?" ucap Maya.


"Udah tertera nomornya?" jawab Alika.


"Iya. lo bikin aja, can," ujar Lisa.


"Gue balik dulu ya, can. Mau ada meeting." ucap Lisa saat mereka sampai parkiran.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Grup whatsapp skripsi sudah ramai membahas mengenai judul. Mas Ray ingin mahasiswa mengusulkan judul paling lambat minggu depan. Lisa yang sudah banyak membaca referensi belum menemukan topik yang ingin dia ambil.


Tak lama, setelah Lisa membuka grup Mas Ray mengirimnya pesan.


Mas Ray


Udah kepikiran mau ambil judul apa?


^^^Lisa^^^


^^^Udah cari referensi tapi belum ketemu yang cocok.^^^


Mas Ray


Kalo kesulitan atau apa bilang ya, Lis. Mas bantu. Pantes belum ketemu, kan yang cocok sama Lisa cuma mas aja.


^^^Lisa^^^

__ADS_1


^^^Pepet terus. Kalo nggak dapet, jangan patah hati ya.^^^


Mas Ray


Kalo nggak dapet, ya tikung lewat ayah dan bundanya Lisa. Pasti dapet. Ngomong-ngomong, seneng nggak pembimbing skripsimu Ray Wiliam, dosen terganteng bagi Lisa?


^^^Lisa^^^


^^^Bagi Lisa? Bagi mahasiswa kecuali Lisa? Nggak inget?^^^


Mas Ray


Sekarang kan mas nggak ramah yang katanya Lisa terkesan caper lagi. Jadi, gantengnya mas cuma buat Lisa aja.


^^^Lisa^^^


^^^Iya, gantengnya....^^^


Mas Ray


Lanjutin atau aku ikut kamu tidur bareng Arumi.


^^^Lisa^^^


^^^Apaan? Lisa mau bilang gantengnya Arumi kok. HAHA.^^^


Mas Ray


Tipe-tipe kaya gini nih kalo udah jadi pacar pasti bakal manja tapi bikin kangen dan makin tambah sayang.


^^^Lisa^^^


^^^Udah deket sama banyak tipe ya mas? Hmmm, cukup tau :)^^^


Mas Ray


Cemburu aja makin gemes ngeliatnya. Duh bener-bener gak sabar. Lisa mau mas aja yang ngerjain skripsinya nggak? Biar makin cepet buat nikahi Lisa biar setiap hari bisa liat sikap gemesnya Lisa.


^^^Lisa^^^


^^^Mas udah sih jangan ngomong nikah terus. Lisa tuh targetnya nggak akan nikah.^^^


Mas Ray


Nggak boleh gitu, Lisa. Apapun yang membuat Lisa trauma dan takut jatuh cinta harus dilawan. Mas selalu yakin Lisa bakal bahagia sama mas begitu pun sebaliknya. Mas nggak bosen-bosen bilang, jangan takut tersakiti atau menyakiti kalo kita bisa kerja sama buat menghantam badai, batu yang besar, ombak, dan apapun yang menerjang kita, mas yakin kita pasti bahagia dengan cinta. Oh ya, kita sepakat buat deket aja dulu bukan brarti mas maksa Lisa buat suka secepatnya sama mas. Cuma, apapun usaha mas buat menaklukan Lisa, jangan langsung Lisa singkirkan ya? Terima aja dulu. Coba amati rasanya seperti apa. Biar Lisa bisa ambil keputusan, kita memang cuma bisa berteman atau ada perasaan berbunga-bunga dalam hati Lisa.


^^^Lisa^^^


^^^Mas, udah dulu ya. Lisa mau tidur.^^^

__ADS_1


Jantungmu berdegup kencang lagi, Lisa? Kamu masih mau menyangkal bahwa itu cinta? Inilah rasa bahagia saat kamu jatuh cinta. Tidak apa-apa kamu terlambat merasakannya daripada kamu tidak pernah merasakannya. Benar kata Mas Ray Lisa, semua dalam cinta indah ketika dua orang bertanggung jawab atas rasa itu. Buktikan kekuatan cinta Lisa. Semua traumamu bukan karena cinta tapi mereka yang tidak ingin bertanggung jawab atas nama cinta. Beruntung Mas Ray mencintaimu dengan tulus. Jangan biarkan dia pergi tanpa tahu bahwa sebenarnya, kamu jatuh cinta.


__ADS_2