Legenda 7 Bintang

Legenda 7 Bintang
Ch1. Prolog


__ADS_3




Di bumi yang indah ini terbagi menjadi 2 bagian, Belahan Timur sama Belahan Barat. Di bagian Belahan Timur mereka menggunakan sistem Kekaisaran dan Belahan Barat mereka menggunakan sistem Kerajaan. 


Di Belahan Timur terdapat yang namanya 4 Kekaisaran, Kekaisaran Tang, Kekaisaran Weng, Kekaisaran Feng dan Kekaisaran Ning. Sedangkan di Belahan Barat terdapat 4 kerajaan, Kerajaan Pasir, Kerajaan Angin, Kerajaan Es dan Kerajaan Api.


Di semua Belahan timur sama Belahan Barat terdapat yang namanya para Pendekar, dan tingkat mereka terbagi menjadi beberapa tingkat. Dari yang paling rendah Pendekar Awal, Pendekar Bumi, Pendekar Ahli, Pendekar Raja, Pendekar Langit, Sang Master sampai tingkat paling tertinggi Manusia Dewa.


Sampai saat ini, di semua Belahan Timur belum ada satupun yang bisa menembus sampai tingkat Sang Master kecuali di Kekaisaran Tang.


* * * *


Malam yang sangat damai di bumi belahan timur, muncul fenomena yang sangat aneh. Di atas langit terdapat bulan yang berwarna merah, di setiap sisi terdapat 7 bintang berwarna putih yang mengelilingi sang bulan tersebut.


Kota Shui di Kekaisaran Tang, seorang kakek berpakaian serba hitam sedang menatap langit, tanganya dia lipat ke belakang dan di belakangnya terdapat 30 pendekar sedang setengah berlutut.


Terlihat mereka ke 30 pendekar tersebut seperti sedang menunggu sebuah perintah dari sang Kakek yang di depannya.


Sriingg... 


Belum lama dia menatap langit, bulan memancarkan sinar yang sangat terang. Malam yang gelap gulita langsung terang seketika. Tidak jauh dari itu, dari atas langit terdapat cahaya putih yang meluncur cepat ke arah bumi. 


Slaapp.. 


Langit yang terang kembali gelap gulita. 


"Cepat! cari semua anak yang baru lahir dan bunuh mereka semua!" ucap sosok tersebut, ia menyuruh ke semua pendekar yang ada di belakangnya.


Mereka yang mendengarnya menganggukkan kepala masing-masing dan langsung menghilang.

__ADS_1


* * * *


Di Desa kecil bernama Desa Awan, tepatnya sisi timur di Kekaisaran Weng, terlihat sepasang kekasih sedang berbahagia karena lahirnya putra pertama mereka. 


"Terimakasih Dewa... terimakasih, engkau telah memberikanku putra yang sangat tampan," ucap laki-laki itu dengan perasaan benar-benar bahagia.


Tapi sayang setelah dia berbicara seperti itu. Tiba-tiba dari atas langit cahaya putih melesat meluncur ke mereka berdua.


Duuaaarrr...


Seketika itu desa Awan langsung hancur, ledakan udara menghancurkan apa saja yang berjarak kurang dari 500 meter. Rumah-rumah pada hancur, Mayat berjatuhan di mana-mana, bahkan sepasang kekasih tadi hancur tak bersisa hanya menyisakan sosok bayi kecil yang masih bernafas di tanah. 


* * * *


Dari arah barat terlihat sesosok kakek berusia sekitar 60 tahun sedang mengejar cahaya tersebut, tapi sebenarnya usianya hampir menyentuh 300 tahun. Sudah bukan rahasia umum jika pendekar tingkat tinggi bisa berumur panjang. Namanya adalah lin Yuan atau biasa di panggil Sang Naga hitam. 


Di Kekaisaran Weng tidak ada yang tidak mengenal sosok Lin Yuan, karena sepak terjangnya. Dia sering menghancurkan sekte-sekte aliran hitam, netral bahkan aliran putih yang sekiranya tidak bermanfaat bagi manusia. Meski Lin Yuan sering menghancurkan sekte, tapi satupun tidak ada yang berani melawannya, karena dia masuk ke jajaran 8 pendekar maut terkuat di Kekaisaran Weng.


Wushh.. Wushh.. Wushh... 


Tidak jauh dari sosok sang kakek tadi, sekelompok 30 pendekar aliran Hitam dari sekte Lembah Hitam juga mengejar cahaya tersebut. Mereka mengira cahaya tadi membawa senjata Pusaka Langit. Tidak banyak yang tahu kecuali Sekte Lembah Hitam, sebenarnya pusaka juga bisa turun dari langit. Dan sekelompok pendekar tersebut di pimpin oleh tetua Hong Li, dia adalah tetua terkuat ke dua dari sekte Lembah Hitam. 


"Tetua.. Cahaya tadi meluncur ke arah sana." Salah satu muridnya berucap sambil tangannya menunjuk ke sesuatu tempat. 


Hong Li menolehkan kepalanya, ia lalu mengangguk pelan, "Baik mari kita ke sana dengan cepat, jangan sampai di dahului sama sekte lain."


"Baik tetua."


* * * *


Lin Yuan sampai di desa Awan, matanya langsung melotot setelah melihat desa tersebut hancur tak bersisa, "Apa-apaan ini?" Lin Yuan menggelengkan kepala, yang di lihatnya hanya mayat bergelimpangan di desa tersebut.


Terlihat Lin Yuan mengambil nafas dalam-dalam, "Apa cahaya tadi itu benar-benar Pusaka Langit?"

__ADS_1


"Ooeekk.. Ooeekk.."


Mata Lin Yuan langsung melebar, "Suara tangisan bayi, tidak mungkin..." Lin Yuan tidak yakin ada bayi yang masih hidup setelah melihat desa ini hancur tak bersisa.


"Ooeekk.. Ooeekk.."


"Sial, ternyata benar ada suara tangisan bayi, Bagaimana bisa? dan suara tersebut dari arah sana."


Lin Yuan melangkah mencari sumber suara tersebut, dan alangkah terkejutnya dia melihat bayi yang sedang menangis di cekungan tanah.


"Bagaimana bisa bayi ini masih hidup?" Lin Yuan menatap dengan perasaan tidak percaya, dengan hati-hati ia menggendong bayi itu dan matanya langsung melotot saat melihat punggung bayi tersebut. 


"Tanda ini tidak salah lagi! Ini tanda 7 Bintang yang ada dalam legenda." Sesaat badan Lin Yuan bergetar hebat, otot-ototnya menegang dengan keras, ia tidak percaya selama ini Legenda tersebut benar-benar ada. Bahkan dirinya sendiri sampai lupa untuk sekedar mengambil nafas. 


Sejenak Lin Yuan diam, ia lalu memandang bayi tersebut dengan perasaan takjub, "Seperti nya kita jodoh bayi kecil, Bagaimana kalau aku menamaimu Li Bai dan aku akan membuatmu menjadi Pendekar yang sangat hebat?" ucapnya yang kemudian di iringi dengan tawanya yang menakutkan.


* * * *


Tetua Hong Li beserta 30 muridnya bergerak dengan sangat cepat menggunakan ilmu meringankan tubuh. Mereka menggunakan Jurus Langkah Angin untuk segera sampai di tempat turunnya Pusaka tadi.


"Guru Hong, di sana ada seseorang kakek yang sedang menggendong bayi." Zang Ang menunjuk ke suatu tempat, walaupun masih jauh Zang Ang bisa melihat sesuatu dari jarak yang sangat jauh berkat latihannya. 


Tetua Hong Li menyipitkan matanya, kemudian ia menganggukkan kepala, "kau benar Zang Ang, apa jangan-jangan dia sudah mengambil Pusakanya?"


"Kita rebut saja tetua, dia cuma sendirian." Salah satu murid langsung memotong.


"Tunggu dulu, jangan gegabah! Kita belum tahu dia siapa?" Tetua Hong Li masih ingat sama pesan gurunya, waspadalah sama orang-orang yang berkelana sendirian karena orang itu belum tentu orang biasa, "Zang Ang bawa 10 orang untuk mencari pusaka di desa itu, sebagian ikuti aku mengejar kakek tadi," ucapnya dengan suara pelan tapi di dengar semua sama mereka. 


Zang Ang mengangguk, "Baik.. Guru Hong."


____________________________________________


Jangan lupa tinggalkan like dan komentar kalian, jika merasa novel ini menarik. Dan jangan lupa tekan 5 rate bintang untuk selalu mendukung karyaku di Mangatoon.

__ADS_1


Terimakasih...


__ADS_2