Legenda 7 Bintang

Legenda 7 Bintang
Ch45. Mendapatkan Nomor Antrian


__ADS_3

"Junior memberi hormat kepada senior Wang, terimakasih sudah menyelamatkan diriku dulu saat aku masih bayi," ucap Li Bai, ia langsung membungkukkan badan di depan Wang Li.


"Oh, tidak apa-apa junior Li, waktu dulu aku tidak sengaja bertemu dengan senior Lin. Tidak ku sangka kau tumbuh dengan begitu cepat," ucap Wang Li dengan senyum menghiasi bibirnya. 


Lalu Wang Li mengelus kepala Li Bai untuk mengecek kualitas tulangnya, setelah itu matanya langsung melotot, "Tulang Emas! Sial, di usianya yang masih 10 tahun kualitas tulangnya sudah di tingkatan emas, bahkan aku yang sekarang baru di tingkatan perak. Memang buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya," batin Wang Li dengan menggelengkan kepala. 


Terlihat Lin Yuan tersenyum ke arah Wang Li saat dirinya mengecek kualitas tulang Li Bai, "Sudah tidak perlu di pikirkan saudara Wang, kau juga sekarang sudah berada di tingkatan Raja tahap menengah."


"Dan lagi, saudara Wang, Apa yang kau lakukan di kota ini?" tanya Lin Yuan. 


"Hm, aku di sini untuk menjadi wasit kali ini di pertandingan itu, ketua sekteku yang menyuruh ku untuk datang ke sini."


"Dan senior Lin sendiri beserta Li Bai apa yang di lakukan di kota ini? Jangan bilang kalau Li Bai akan mengikuti pertandingan itu juga," tanya Wang Li langsung menebak. 


"Hahaha, seperti yang kau duga, Li Bai akan mengikuti pertandingan itu," jawab Lin Yuan dengan tersenyum. 


Wang Li kembali menoleh ke arah Li Bai, ia kemudian menatapnya sedikit lama, "Sepertinya kali ini kita sudah menemukan calon pemenangnya, ya walaupun aku tidak bisa melihat sedikitpun tenaga dalam di diri Li Bai, tapi aku yakin dia pasti menang, hahaha."


Li Bai tersenyum canggung ke arah Wang Li, ia lalu menanyakan sesuatu ke arahnya, "Senior Wang, kalau boleh tahu tempat pendaftaran itu berada di mana?"


"Oh, kau ingin mendaftar. Mari ikuti aku, kau tidak perlu ikut mengantri pokoknya..."


Li Bai menganggukkan kepala, ia pun mengikuti Wang Li dari arah belakang. Setelah hampir 3 menit berjalan mereka telah sampai di tempat pendaftaran. 


Terlihat Li Bai langsung menelan ludah sendiri saat dirinya melihat banyaknya anak seusianya yang sedang ikut mengantri. Tidak terhitung banyaknya mungkin sekitar 500 anak yang sedang mengantri, bahkan antrian itu masih terbagi menjadi beberapa bagian agar mereka semakin cepat dalam mengantri.


Mereka yang melihat Li Bai dengan enaknya memotong antrian, mata mereka langsung berkelebat cahaya kemarahan. Tidak sedikitpun yang mengepal tangannya dengan sangat keras. 


Walaupun mereka marah dengan Li Bai yang enaknya memotong antrian, tapi sedikitpun tidak ada yang berani menegurnya karena mereka tahu Li Bai sedang berjalan dengan Wang Li salah satu pengawas di pertandingan itu. 

__ADS_1


Di sisi lain Li Bai langsung menangkap suara samar-samar yang masuk ke dalam telinganya. 


"Hei, hei, lihat anak itu, dia tidak ikut mengantri seperti kita."


"Ci, enak sekali dia, tidak ikut mengantri."


"Bocah sialan, bahkan dirinya tidak punya sedikitpun tenaga dalam. Awas saja, jika aku bertemu dengannya di dalam arena akan aku patahkan semua tulangnya."


Begitulah suara yang masuk ke telinganya, Li Bai sendiri menanggapi suara tersebut dengan senyuman pahit. 


"Saudara Wang, Siapa yang kau bawah itu? Apakah itu murid barumu?" tanya salah satu petugas yang berjaga di tempat pendaftaran, ia lalu mengepalkan kedua tangannya ke depan seperti sedang memberi hormat ke arahnya. 


"Oh ini, bukan.. dia Li Bai, cucunya senior Lin Yuan yang pernah aku ceritakan waktu dulu.. anak ini mau mendaftar juga," jawab Wang Li langsung. 


"Oh, begitu, baik saudara Wang." Ia lalu menyuruh tangan Li Bai untuk menyentuh benda bulat berbentuk kristal yang ada di depan meja, "Taruh tangan kananmu di atas benda ini, ini untuk memastikan salah satu peserta tidak ada yang berada pada tingkatan Ahli dan usianya tidak lebih dari 16 tahun," ucap dia menjelaskan. 


Li Bai menganggukkan kepala, dengan segera ia menaruh tangan kanannya di atas benda berbentuk kristal. Setelahnya di dalam kristal tersebut muncul sebuah tulisan.


Umur                : 10 tahun. 


Tingkatan        : --


"Baik, kau lolos, ini kartu peserta mu." Petugas tersebut lalu memberikan kartu nomer ke arah Li Bai.


Li Bai menganggukkan kepala, di ambilnya kartu tersebut, ia lalu melihat kartu tersebut bertuliskan nomer 376. Dengan segera ia menyimpannya ke dalam balik bajunya. 


"Jangan lupa, acara pertandingannya besok, kau jangan sampai telat," ucapnya lagi mengingatkan.


"Terimakasih senior..." ucap Li Bai dengan membungkukkan badan. 

__ADS_1


Setelah Li Bai mendapatkan nomer pendaftaran, Li Bai kembali lagi ke tempat Lin Yuan yang menunggunya di tempat tadi.


"Saudara Wang, sekali lagi terimakasih sudah mengantarkan Li Bai untuk mendaftar, aku jadi tidak terlalu bosan menunggu cucuku untuk mendaftar," ucap Lin Yuan dengan menepuk pundak Wang Li. 


"Sama-sama senior Lin, semoga Li Bai menang kali ini."


* *


Li Bai dan Lin Yuan kembali ke tempat penginapan untuk beristirahat. Setelah mereka beristirahat selama hampiri 7 jam, terlihat kini Li Bai sudah bersiap-siap untuk berangkat ke pertandingan itu. 


"Ingat cucuku, di pertandingan kali ini semua pesertanya berada pada tahapan Awal dan Bumi. Kau jangan menggunakan jurus itu jika tidak dalam keadaan terpaksa, karena akan mengundang kecurigaan. kau mengerti.." ucap Lin Yuan setelah melihat Li Bai sudah bersiap dengan semua perlengkapannya. 


"Mengerti kek.."


Mereka kemudian berangkat ke tempat pertandingan, setelah berjalan sekitar 20 menit, terlihat mereka telah sampai di tempat pertandingan itu.  


Mata Li Bai langsung menangkap tempat seperti Colosseum dengan luas tempat tersebut sekitar 200 meter. Dengan segera Li Bai langsung memisahkan diri dengan Lin Yuan untuk menuju ke tempat ruang tunggu khusus peserta.


Seperti yang kemarin, semua mata pemain langsung tertuju ke arah Li Bai saat dirinya pertama kali masuk ke ruangan tersebut.


Bahkan samar-samar terdengar suara yang masuk ke dalam telinga Li Bai. 


"Hei, bukannya itu anak yang kemarin yang dengan mudahnya memotong antrian, aku masih hapal betul dengan raut wajahnya," ucap salah satu peserta yang berbicara ke temannya. 


Temannya itu menganggukkan kepala, ia dengan segera menuju ke arah Li Bai yang sedang berdiri di pojok ruangan. 


"Hei kau, bocah tengik, kau tidak pantas berada di sini. Kau bahkan tidak punya sedikitpun tenaga dalam."


Ia lalu mengepal tangan kanannya dan di pukul nya ke kepala Li Bai dengan sangat keras.

__ADS_1


Di sisi samping, terlihat Li Bai sangat kaget akan serangan dadakan, ia lalu menangkis serangan barusan dengan kedua tangannya, kemudian di lemparkan tubuhnya ke lantai bawah.


Bamm..


__ADS_2