Legenda 7 Bintang

Legenda 7 Bintang
Ch38. Menuju Kota Hakka


__ADS_3

"Ampun senior Naga Hitam... cucu senior aman, Aku jamin tidak ada satupun yang lecet di tubuhnya..." Zong Feng langsung bersujud di depan Naga Hitam, tidak sedikitpun terlintas di pikirannya untuk melawannya. Seribu kali pun dia mencoba melawan Naga Hitam, mustahil dia akan menang walaupun dia sudah menggerakkan semua anggotanya.


"Cepat! Lepaskan dan bawa cucu senior Naga Hitam kemari!" ucap Zong Feng lagi, kini ia memerintah bawahannya untuk melepaskan cucu si Naga Hitam. 


Mereka yang mendengar langsung mengangguk, tidak butuh waktu lama sekitar 2 menit Li Bai sudah Terlihat oleh kedua mata Lin Yuan. 


"Kakek..." Li Bai langsung berlari ke arahnya, sebelumnya dia sudah mendengar kakeknya berteriak dan ingin menolongnya, "Akhirnya kakek telah menolongku..." ucapnya lagi dengan perasaan lega.


"Katakan cucuku, Apa di tubuhmu ada yang terluka?" tanya Lin Yuan memastikan, sejenak matanya melihat ke seluruh tubuh Li Bai.


Li Bai menggelengkan kepala, "Tidak kek, tubuhku tidak ada satupun yang terluka," jawabnya yang tersenyum ke arah Lin Yuan.


Di sisi samping jantung Zong Feng sempat ingin copot saat Lin Yuan bertanya ke arah Li Bai. Sebelumnya dia pernah memukul bagian belakang lehernya dan membuatnya pingsan, tidak hanya itu sempat di pikirannya Li Bai akan di jual sebagai budak. Tapi setelah Li Bai berbicara seperti itu, dia mengambil nafas yang panjang kemudian menghembuskan lagi dengan perasaan lega.


Lin Yuan mengangguk, kemudian kembali memandang mereka, "Kalian hari ini selamat, jika kalian masih mencari masalah lagi denganku atau dengan cucuku jangan harap ada hari esok lagi buat kalian. Kalian mengerti!" Teriak Lin Yuan meninggi, sesaat teriaknya di beri sedikit tenaga dalam agar mereka semua menjadi ketakutan. 


Mereka yang mendengarnya langsung menganggukkan kepala masing-masing, sekarang mereka tidak lebih dari seekor anjing yang sedang menurut pada sang majikan. 


"Ayo, kita keluar dari sini." Ajak Lin Yuan setelah itu. 


Li Bai mengangguk, "Baik kek..." jawabnya dengan tegas. 

__ADS_1


* * * *


Setelah mereka berdua pergi dan sedikit menjauh dari markas Perampok Scorpion, terlihat kini Li Bai baru membuka suara lagi.


"Kek, Kenapa kakek tidak menolong orang lainnya yang sedang di tahan? Selain aku di tempat sana juga ada beberapa orang yang sedang di tahan oleh mereka?" tanya Li Bai memastikan.


"Aku tidak ada urusan sama mereka, prioritasku cuma kau.. Jika kau ingin menyelamatkan mereka, ya lakukan sendiri," jawab Lin Yuan dengan entengnya ke Li Bai.


"Tidak! aku takut kek, hehehe." Li Bai masih terbayang-bayang dengan tadi para mayat manusia yang mati di markas tersebut. Sesaat ia akan keluar dari markas itu, yang di lihat oleh kedua matanya adalah banyaknya tubuh manusia yang sudah mati di bunuh oleh Lin Yuan. Bahkan sebagian ada yang ususnya terburai-burai keluar dari perutnya, sungguh pemandangan yang membuat Li Bai seperti ingin muntah. 


"Kalau kau selalu takut melihat mayat manusia, kapan kau akan menjadi pendekar hebat. Iya seperti ini dunia persilatan. Seorang pendekar harus berani membunuh, jika tidak kau sendiri yang akan di bunuh."


Di sisi samping Li Bai nyengir, "Hehehe, Aku pasti akan menjadi pendekar hebat kek.. tapi untuk saat ini aku belum siap, itu saja."


Mata Li Bai langsung bersinar terang, "Apa hadiahnya kek? Apa gratis makan selama setahun jika aku menang?"


Plakk.. 


Secara reflek Lin Yuan memukul kepala Li Bai dengan tangannya. 


"Aduh sakit kek..." Li Bai langsung melakukan protes ke arah Lin Yuan yang telah memukul kepalanya, ia lalu mengelus bekas pukulannya.

__ADS_1


"Mana ada hadiah yang seperti itu? Kau itu..."


"Hehehe, kan aku nanyak kek..."


"Jika kau menang kau bisa bebas masuk ke sekte manapun. Yang aku dengar di sekte Pedang Hitam terdapat buku catatan tentang tanda 7 Bintang di perpustakaan mereka. Usahakan kau menang dan kau masuk ke sekte itu, dengan begitu kita bisa tahu cara membuka segel yang ada di tubuhmu."


Seketika itu Li Bai langsung berdiri dari duduk, ia lalu mengepal tangan kanannya, "Aku pasti akan menang kek, dan aku pasti akan masuk ke sekte Pedang Hitam, dengan itu aku bisa tahu cara membuka segel terkutuk ini."


"Hahaha, bagus. Aku suka semangatmu yang ini..."


"Acaranya akan di adakan 9 hari setelah ini, jika kita berlari dengan kecepatan tetap dan tidak ada rintangan di perjalanan, kita bisa sampai di sana seminggu lebih cepat. Ayo kita bergerak ke sana, kau juga butuh sebuah pedang untuk di pakai di perlombaan entar..." ucap Lin Yuan lagi yang kini mengajak Li Bai untuk bergerak ke kota Hakka. 


"Baik kek..."


* * * *


Cukup jauh dari mereka berdua atau sekitar 30 kilometer jauhnya, terlihat seorang laki-laki beserta anak perempuan sedang berjalan ke arah kota Hakka juga. Mereka berdua berasal dari desa Zeko, desa yang cukup besar yang berada di sisi selatan Kekaisaran Weng. 


Walaupun hanya sebuah desa tapi jangan di anggap remeh, karena rata-rata penduduknya adalah seorang pendekar. Bahkan kekuatan desa itu setara dengan sekte-sekte menengah, oleh karena itu orang-orang biasa menyebutnya dengan Desanya Para Pendekar.


Mereka adalah Kepala desa Zeko bernama Denjiro yang berumur sekitar 45 tahun yang terlihat membawa pedang hitam di samping pinggangnya. Dan anak perempuannya bernama Hiroshi yang berumur sekitar 11 tahun dengan kulit putihnya seputih salju. Ia juga terlihat memakai pakaian serba putih dengan pedang hitam tersarung rapi di samping pinggangnya, sekilas yang memandang wajahnya akan tampak kekaguman di hati mereka. 

__ADS_1


"Ayah, apa aku harus mengikuti lomba itu juga." tanya Hiroshi ke arah Denjiro dengan wajah imutnya. Sejenak terlihat keringat mengucur deras terpampang di wajahnya yang sehabis berlari, dan juga semakin menambah kecantikannya.


"Tentu sayang. Jika kau mengikuti pertarungan itu, pengalamanmu di hal beladiri akan meningkat drastis..."


__ADS_2