
Bamm...
kedua anak tersebut langsung terpental dan jatuh pingsan seketika.
Jika di pikir dengan logika, anak-anak tersebut benar-benar sangat bodoh. Padahal kekuatan mereka yang paling tinggi hanya di tingkat Pendekar Awal tahap 5 tapi sudah berani menantang Hiroshi dan Yuhua yang sudah di tingkat Bumi tahap Menengah.
Di sisi penonton beberapa orang langsung bertepuk tangan ketika melihat Hiroshi dan Yuhua dengan mudahnya mengalahkan beberapa anak itu. Ini menunjukkan kekuatan kedua anak perempuan tersebut tidak di anggap dengan hanya sebelah mata.
Kemudian Hiroshi mendekat ke arah Yuhua, "Kau tidak apa-apa Yuhua?" tanya Hiroshi memastikan.
"Tidak apa-apa Hiroshi, tidak kuduga mereka benar-benar bodoh," jawab Yuhua menggelengkan kepala.
Hiroshi tersenyum tipis menanggapinya, setelah itu ia mengangguk kecil.
Terlihat Hiroshi kini kembali siaga di samping Yuhua, ia melihat anak-anak tadi sudah tidak ada. Ini membuktikan jika anak-anak tersebut sudah di bawah oleh beberapa orang untuk di beri pertolongan pertama.
* *
Pertandingan beladiri baru berjalan sekitar 20 menit tapi anak-anak yang masih bertahan di arena sudah kurang setengahnya. Kini arena pertarungan semakin luas setelah para peserta semakin berkurang, ini membuktikan memang yang kuat lah akan bertahan.
Beberapa saat lagi kembali Hiroshi dan Yuhua di datangin oleh 4 orang peserta. Terlihat mereka tidak hanya ada anak laki-laki melainkan juga ada anak perempuan yang ada di kelompok tersebut.
Keempat anak tersebut langsung berdiri di depan Hiroshi Dan Yuhua dengan pandangan benar-benar tajam seperti tidak ingin mereka lolos.
"Apa kalian berdua ingin bergabung dengan kelompok kami dan mencoba menenangkan pertandingan pertama ini?" tanya salah satu anak laki-laki yang berdiri paling depan.
Jika di lihat-lihat dia seperti ketua dari kelompok tersebut.
Terlihat Hiroshi dan Yuhua sedikit lama diam, setelahnya Yuhua bertanya dengan berbisik, "Bagaimana Hiroshi?"
"Aku tidak tahu, jika kita menyerang mereka belum tentu kita menang.. Mereka ber-empat sudah berada di tingkat Bumi seperti kita," jawab Hiroshi pelan.
__ADS_1
"Jika kalian tidak mau, berarti kalian adalah duri bagi kelompok kami," ucap laki-laki itu lagi, ia lalu mengambil pedang dan di acungkan ke arah Hiroshi dan Yuhua.
Namun sebelum laki-laki tersebut menyerang mereka, terlihat Hiroshi langsung membuka suara.
"Stop!!" teriak Hiroshi menghentikan, "Baik, baik, tidak ada pilihan lain. Kami akan bersedia masuk ke kelompok kalian," ucap Hiroshi lagi.
Anak laki-laki tersebut tersenyum kemudian ia mengangguk kecil. Dengan segera ia kembali memasukkan pedang ke sarungnya lagi.
"Itu bagus, dengan kalian berdua ikut dengan kelompok kami, kita akan dengan mudah menang di pertandingan ini. Kenalkan namaku Zedd. Anak laki-laki yang di sampingku ini namanya Weng Chuyin," ucap Zedd memperkenalkan temannya masing-masing.
"Salam kenal, aku Weng Chuyin" ucapnya memberi hormat.
"Yang anak perempuan yang tinggi ini namanya Kiran," ucap Zedd lagi.
"Salam kenal, aku Kiran" ucapnya memberi hormat juga.
"Dan anak laki-laki yang mirip seorang ninja ini, namanya Nagato," ucap Zedd lagi.
"Salam kenal, aku Nagato," ucapnya dengan memberi hormat khas ninja.
Zedd mengangguk kecil, "Mari kita mencari musuh, dengan kita ber-enam, kita dengan mudah menenangkan pertandingan ini," ucap Zedd memberi perintah langsung.
* *
Setelah Hiroshi dan Yuhua bergabung dengan kelompok Zedd, kini kelompok mereka seperti di atas angin di dalam arena pertarungan ini.
Dengan kecerdasan Zedd dalam mengatur siasat dan kekuatan dari setiap anggota individu, berapapun lawan yang mereka hadapi dengan mudah mereka singkirkan.
"Nagato, Hiroshi dan Weng Chuyin serang musuh bagian kiri, sisanya serang bagian musuh yang kanan!" teriak Zedd di sela-sela pertarungan.
Ini adalah pertarungan mereka yang ketiga semenjak Hiroshi dan Yuhua bergabung di kelompok mereka. Terlihat kini di lapangan arena hanya tertinggal kurang dari 20 orang.
__ADS_1
Mereka langsung menganggukan kepala masing-masing.
Dengan segera Nagato, Hiroshi dan Weng Chuyin menyerang peserta bagian kiri yang berjumlah 4 orang. Sebagian Kiran, Yuhua dan Zedd menyerang musuh bagian kanan yang berjumlah 5 orang.
Terlihat Nagato langsung melemparkan senjata berbentuk 6 shuriken ke arah 4 orang tersebut.
Trinkk.. Trinkk.. Trinkk..
Tapi dengan mudanya shuriken tersebut di tangkis nya dengan senjata mereka yang kini di pegangnya masing-masing.
Tapi itu adalah serangan pengalihan yang di lakukan oleh Nagato, di sisi lain Weng Chuyin langsung melompat ke atas kemudian ia menculik salah satu musuh yang sedikit jauh dari jarak mereka.
Sejenak sebelum Weng Chuyin hampir menjangkau tubuh musuhnya, dirinya sudah mengayunkan pedangnya yang sangat besar itu ke atas kemudian di ayunkan pedangnya secara kuat ke tubuh musuh tersebut.
Duarr..
Salah satu musuh itu terhempas ke belakang dengan sangat keras, untung musuh tersebut langsung menangkis serangan tersebut dengan pedangnya. Tapi di serangan itu membuat pedangnya menjadi hancur karena terlalu kuat menahan serangan dari Weng Chuyin.
Tapi tidak bertahan lama buat musuh tersebut berdiri, Hiroshi seperti mengerti akan apa yang ia lakukan setelahnya. Hiroshi langsung menyerang musuh tersebut yang sudah tidak memegang senjata dan...
"Putaran Angin Puyuh."
Bamm..
Musuh tersebut langsung terhempas kemudian jatuh ke tanah dengan luka yang sangat serius.
Penonton yang melihat pertarungan mereka langsung saling bertepuk tangan, seperti sedang menonton pertandingan yang sangat menarik. Tidak sedikitpun ada penonton yang langsung berdiri dari tempat duduknya setelahnya.
Kombinasi serangan Nagato, Weng Chuyin dan Hiroshi benar-benar di akui jempol oleh semua penonton. Mereka bertiga seperti sudah sering bertarung secara bersama-sama, padahal tidak aslinya.
__________________________________________
__ADS_1
Maaf cuma sedikit updatenya, jika merasa senang dengan novel ini jangan sungkan-sungkan untuk menekan tombol like. Serta berikan komentar juga di Chapter ini.
Saya Mr Crabb, pamit undur diri 🙂🙂🙂