Legenda 7 Bintang

Legenda 7 Bintang
Ch62. Pertandingan Beladiri - part 3


__ADS_3

"Hm, sepertinya seranganku sedikit meleset," ucap salah satu penonton yang tidak lain adalah peserta yang menggunakan topeng. Ia terlihat sedang menyeringai ke arah Li Bai dari balik topeng yang membungkus wajahnya. Setelah itu jari jemarinya kembali memainkan alat kecapi dengan begitu indah.


Sebagian penonton ada yang memusatkan perhatian ke arah peserta bertopeng, sebagian ada yang tersedak nafas sendiri saat peserta itu menggunakan alat kecapi. Bukan karena dirinya bertarung menggunakan alat kecapi, tetapi karena jurusnya itu sudah sangat lama tidak muncul lagi di dunia persilatan bahkan jurusnya terkesan sangat langka.


Berganti ke sisi Li Bai, ia sangat yakin peserta bertubuh pendek terkena serangan dari seseorang. Tapi dirinya tidak yakin serangan itu berasal dari mana. Dengan segera Li Bai bersikap sangat waspada sambil matanya bergerak kanan-kiri. Sesaat itu pun Li Bai mendengar lagi suara kecapi yang di petik dengan sangat indah oleh seseorang.


Ting ting ting ting


"Lagi-lagi ada suara keca..." Li Bai belum selesai berbicara, Tiba-tiba peserta bertopeng mengeluarkan jurus lagi ke arah Li Bai.


"Serangan kedua, Tinju Angin." Jreng...


Suara petikan kecapi tiba-tiba menghasilkan angin tinggi. Angin itu seperti membentuk 4 kepalan tangan dan melesat cepat ke arah Li Bai dengan begitu keras.


Brughh... "Keparat!!". Kini giliran Li Bai yang terpental cukup jauh, dirinya terlihat berguling-guling di tanah dengan darah segar menerobos keluar dari mulutnya, "Uhuk, uhuk, Siapa yang menyerangku barusan?" teriak Li Bai menahan sakit di dada, baru kali ini dirinya terkena serangan tanpa tahu dari mana serangan itu barusan.


Setelah itu Li Bai mencoba bangkit dari tanah, ia menancapkan Pedang Pencabut Nyawa ke tanah untuk di gunakan sebagai penyangga saat dirinya berdiri. Kemudian entah kenapa tiba-tiba Li Bai memejamkan mata seperti sedang pasrah.


Li Bai masih ingat akan perkataan Lin Yuan saat dirinya sedang berlatih di Pulau Neraka. Jika kau tidak bisa mengetahui serangan musuh lewat matamu, maka lakukan lewat telingamu. Karena sesungguhnya indra pendengaran lebih peka daripada indra melihat. Itulah pesan Lin Yuan ke arah Li Bai setiap dirinya berlatih di Pulau Neraka.


Kembali ke Li Bai lagi, pikirannya kini menjadi sangat kosong. Semua suara teriakan penonton, peserta yang beradu dan suara kecapi semuanyaa bercampur aduk menerobos masuk ke telinga Li Bai. Li Bai semakin fokus, fokus dan hanya fokus ke sekitar. Telinganya kini benar-benar sangat sensitif, bahkan suara nyamuk yang berjarak 1 meter saja terdengar oleh dirinya.

__ADS_1


Ting ting ting ting.


Kini pendengaran lebih jelas ketimbang tadi, yang awalnya hanya sesekali mendengar petikan kecapi kini semuanya terlihat jelas di telinganya. Suara kecapi itu berasal dari seseorang peserta yang berjarak sekitar 50 meter dari jarak Li Bai itu berdiri. Li Bai masih fokus dalam memejamkan mata. Dirinya tidak terlihat bergerak sedikitpun walaupun hanya satu inci.


"Tebasan Angin." Jreng....


Lagi-lagi peserta menggunakan topeng mengeluarkan jurusnya lagi, jurus ini benar-benar sangat berbahaya. Tiba-tiba angin seperti membentuk 6 pisau dapur lalu bergerak cepat menuju ke arah Li Bai.


Li Bai sendiri masih diam, tiba-tiba dia tersenyum sendiri seperti sedang gila. Ia lalu semakin erat menggengam Pedang Pencabut Nyawa.


"Aku tahu itu dirimu peserta bertopeng... kemarilah akan aku tangkis seranganmu yang ini!!" ucap Li Bai menyeringai.


Bammm...


Serangan peserta bertopeng berhasil di patahkan oleh Li Bai dengan jurus ketiga. Li Bai membuka mata dan tanpa aba-aba dirinya langsung berlari kesetanan menuju ke arah peserta bertopeng. "Jangan bersembunyi kau peserta bertopeng!"


Berganti ke peserta bertopeng hitam, ia sedikit tersenyum, "Hahaha, Menarik. Baru kali ini ada yang bisa mematahkan jurus kecapiku." Kemudian ia memasukkan kembali kecapi itu ke dalam Cincin Samudera. Setelah itu ia terlihat mengambil pedang bersarung hitam pekat dari dalam Cincin Samudera.


"Mari kita segera akhiri pertempuran ini, aku sudah mulai bosan." Peserta bertopeng berdiri, lalu ia sama-sama berlari ke arah Li Bai dengan nafsu kesetanan.


"Minggir kau, mengganggu saja!!" Peserta bertopeng menendang salah satu peserta yang sedang menghalangi jalannya. Hanya dengan sekali tendangan peserta itu sudah pingsan di arena.

__ADS_1


setelah jarak Li Bai dan peserta bertopeng semakin dekat, Li Bai mengayunkan pedangnya ke belakang kemudian di ayunkan sangat kuat ke arah depan yaitu menuju ke arah peserta bertopeng. "Pedang Suci Membasmi Iblis."


"Oh, kau pikir hanya kau yang bisa menggunakan pedang. Aku pun juga bisa... Jurus pertama Burung Mengepakkan Sayap."


Duaaarrr...


kedua pedang saling berbenturan dengan sangat keras, percikan api terjadi saat kedua pedang itu saling bertemu. Peserta bertopeng menyeringai, "Lumayan.. untuk seorang pemula."


Li Bai mmendegus kesal, "Seorang pemula? Kau pikir aku seorang pemula?" Li Bai diam menahan amarah, sesaat lagi ia kembali berbicara, "Ci, diriku benar-benar sangat terhina."


Li Bai mundur ke belakang sejauh satu meter, setelah itu ia maju menyerang peserta bertopeng. Li Bai semakin gesit, semakin gesit dan semakin gesit dalam menyerang peserta bertopeng menggunakan Pedang Pencabut Nyawa.


"Oh, ternyata kau juga sudah sangat ahli dalam memainkan pedang, tidak heran kau pun lolos kemarin ke tahap ini. Aku pikir kau kemaren hanya sedang beruntung saja karena mendapatkan kelompok yang sangat kuat," ucap peserta bertopeng, ia terlihat sangat santai dalam menangkis semua serangan yang di tunjukkan oleh Li Bai. Namun sedikitpun ia tidak mengurangi rasa kewaspadaan.


"Apa benar begitu?" Kini berganti Li Bai yang bertanya, ia lalu mundur untuk menjaga jarak, "Jangan-jangan kau juga hanya besar di omongan saja."


"Hahaha, kau berbicara dengan penuh omong kosong. Bagaimanapun juga, yang mempunyai tenaga dalam yang pasti akan menang?" jawab peserta bertopeng dengan nada penuh ejekan.


"Kita buktikan saja, Siapa sebenarnya yang sedang membual."


"Kau sangat berisik!!"

__ADS_1


__ADS_2