Legenda 7 Bintang

Legenda 7 Bintang
Ch57. Janji Li Bai


__ADS_3

"Maaf Tuan, namaku Qi Yu'er," ucapnya dengan membungkukkan badan di depannya.


Li Bai pun menanggapinya dengan senyuman, "Nama yang bagus, kakak ini namanya Li Bai." Ia lalu mengelus kepalanya.


"Semoga kau tumbuh menjadi gadis yang cantik," ucap Li Bai lagi.


"Terimakasih Tuan..." jawab Qi Yu'er, ia terlihat tersenyum dengan wajah imutnya.


Ichigo melihatnya hanya bisa tersenyum kecil, dengan segera ia menyuruh mereka berdua untuk masuk ke dalam rumah.


"Mari masuk Tuan Li Bai," ucapnya.


Saat sudah masuk ke dalam rumah Ichigo, mata Li Bai langsung menangkap isi rumah tersebut yang hanya ada tempat tidur beserta kursi di dalam rumahnya. Benar-benar sangat tragis, bahkan air minum saja hanya ada sebotol. Bagaimana mereka bisa bertahan hingga sampai sekarang, pikir Li Bai menggelengkan kepala.


"Maaf, Tuan Li Bai, hanya ini yang bisa aku suguhkan kepada Tuan," ucap Ichigo dengan menyodorkan segelas air minum itu ke arahnya.


"Ah, kau terlalu sungkan... aku hanya mampir sebentar kemari," jawab Li Bai tersenyum.


"Kalau boleh tahu, Apa yang sedang Tuan lakukan di kota ini? Apa Tuan muda sedang ingin menonton pertandingan beladiri?" tanya Ichigo.


"Ya benar, tapi bukan sebagai penonton tapi sebagai peserta kali ini," jawab Li Bai.


"Oh, berarti Tuan Li Bai seorang pendekar"


"Jika di bilang pendekar ya bukan, tapi aku mengerti akan hal beladiri." jawab Li Bai.


Seseorang bisa di katakan seorang pendekar jika dirinya mempunyai tenaga dalam di dalam tubuhnya, sedangkan Li Bai sendiri sedikitpun tidak punya.


Ichigo kemudian mengangguk kecil, "Enak ya Tuan jika menjadi seorang pendekar, akupun sebenarnya ingin mengikutinya, tapi aku sendiri tidak tahu satupun akan hal beladiri," ucap Ichigo meringis sambil memperlihatkan giginya yang sedikit putih.

__ADS_1


"Hahaha, sudah tidak perlu bersedih. Jika aku yang memenangkan pertandingan, aku akan memberikanmu 2 ribu keping emas untuk kau bisa memulai kehidupan baru yang lebih baik bersama adikmu," ucap Li Bai dengan sangat santainya.


Ichigo pun menanggapinya sebagai angin segar yang sedang masuk ke telinganya. Ia lalu tersenyum ke arah Li Bai, Ia tidak yakin 100℅ dengan ucapan yang barusan dan hanya mengira dirinya sedang di hibur sama Li Bai. Padahal Li Bai orang yang sangat tepat, jika dirinya sudah berkata A sudah pasti A.


* *


Berganti ke sisi lain yaitu Hiroshi, dirinya terlihat sedang mencari keberadaan Li Bai yang sudah menghilang selama hampir 4 jam lebih. Bahkan kini pertandingan untuk yang pertama telah berada di peserta yang terakhir.


"Di mana anak itu, sudah 4 jam lebih dirinya tidak keliatan lagi," gerutu Hiroshi, dirinya sudah capek berkeliling ke seluruh penjuru Colosseum hanya untuk mencari keberadaan Li Bai.


Saat Hiroshi sedang sibuknya mencari Li Bai, dirinya melihat Li Bai dengan santainya berjalan ke arahnya sambil dirinya bersiul dengan riang.


"Yo Hiroshi," ucap Li Bai menyapa. Ia terlihat langsung tersenyum ke arah Hiroshi.


Bukannya Hiroshi membalas senyuman itu dengan senyuman juga. Dirinya malah mendekat dengan mata terpancar kemarahan serta langsung mencubit nya hingga Li Bai berteriak kesakitan.


"Sakit.. enak kan. Mangkanya jangan tiba-tiba menghilang kayak setan..." ucap Hiroshi marah, ia lalu membalikkan badannya sehingga Li Bai hanya bisa melihat punggungnya saja.


"Padahal aku hanya keluar sebentar," jawab Li Bai memelas, ia lalu mengelus bekas cubitan itu yang benar-benar sakit baginya.


Secara reflek Hiroshi mendengar Li Bai berbicara seperti itu, ia langsung membalikkan badan, "Hah, sebentar? Sebentar? Apa kau kini sudah buta waktu? Kau ini sudah menghilang 4 jam lebih?" teriak Hiroshi sangat tinggi hingga Li Bai sendiri sampai menutup telinga.


"Ci..." Hiroshi lalu mendengus kesal. Ia lalu meninggalkan Li Bai yang sedang berdiri menutup telinga.


"Dasar wanita aneh, datang marah-marah pergi begitu saja dengan seenaknya," gerutu Li Bai setelah melihat Hiroshi menjauh darinya.


"Dan juga, sebenarnya dia itu wanita apa bukan, benar-benar sakit cubitan nya," gerutu dia lagi, sampai sekarang pinggangnya masih terasa sakit.


Setelah dirinya di tinggalkan oleh Hiroshi, Li Bai telah kembali lagi ke ruang tunggu para peserta, pas dirinya sudah masuk ke dalam ruangan tersebut. Pertandingan untuk peserta yang terakhir telah usai. 

__ADS_1


Kini di arena pertarungan terlihat Yin Song kembali berpidato lagi untuk memberi arahan ke semua yang sedang penonton. 


"Selamat sore para penonton yang ada di tempat ini, saya mengumumkan untuk pertandingan babak pertama telah usai dan akan di lanjutkan lagi pada besok lusa."


"Terimakasih juga pada kalian yang sudah hadir dan memeriahkan di acara ini. Saya Yin Song dan beberapa para juri, kami pamit undur diri," ucap Yin Song lagi. 


Deng... Deng... Deng... 


Setelah itu bunyi lonceng terdengar lagi sangat keras di telinga masing-masing, yang bertanda pertandingan babak pertama telah usai dan akan di lanjutkan lagi besok lusa.


Li Bai sendiri langsung keluar dari ruangan detik itu juga, ia tidak mau berkumpul dengan Hiroshi, Zedd atau yang lain-lain karena pasti akan repot. Dirinya sudah yakin mereka akan bertanya yang tidak-tidak seperti yang sebelumnya.


Dengan gerakan lincah Li Bai menerobos kerumunan orang-orang yang sedang mengantri untuk keluar. Setelah Li Bai sudah keluar dari tempat Colosseum, dirinya melihat Lin Yuan sedang berdiri di pinggir jalan seperti sedang menunggu dirinya.


"Kakek..." ucapnya dengan mendekat ke arah Lin Yuan.


"Anak bodoh." Lin Yuan langsung memukul kepala Li Bai.


"Sudah di bilang jangan menunjukkan jurus itu ke orang-orang," ucap Lin Yuan lagi.


"Hehehe, maaf kek, aku terpaksa, jika tidak aku yang pasti akan kalah," ucap Li Bai meringis. Dirinya hari ini benar-benar sedang sial, sudah mendapatkan cubitan keras dari arah Hiroshi, kini kakeknya yang memukul kepalanya. Besok apa lagi...


"Ah, sudahlah..."


"Oh, satu lagi, kau harus berhati-hati dengan ketiga peserta yang menggunakan topeng hitam. Kekuatan mereka berada di tingkat Ahli tahap menengah, dan yang satunya berada di tingkat tahap akhir," ucap Lin Yuan.


"Iya kek, dengan aku melihat cara mereka bertarung aku sudah yakin mereka berada di atas tingkatan bumi," jawab Li Bai.


"Bagus, kalau kau sudah tahu. Mari kita balik ke penginapan."

__ADS_1


__ADS_2