Legenda 7 Bintang

Legenda 7 Bintang
Ch12. Dendam Lin Yuan


__ADS_3

"Kau sudah akan mati, masih banyak omong, Terima ini." Pendekar tersebut melempar 3 senjata Shuriken.


Lin Yuan melihat senjata tersebut bergerak cepat ke arahnya, satu menuju muka dan lainnya menuju ke arah Li Bai yang sedang di gendong. Seketika itu Lin Yuan langsung menangkis senjata tersebut, dan salah satunya di tangkap oleh tangan kanannya. 


Lin Yuan langsung memutar otak, dia tidak mungkin bisa menang dengan kekuatan dia yang sekarang, "Apa kau tahu siapa aku? Aku adalah Lin Yuan sang Naga Hitam..." , Lin Yuan berbicara dengan suara lantang, merasa dengan cara ini dia mungkin bisa lolos dari pendekar tersebut. 


Ternyata benar pendekar tersebut diam di tempat, matanya melotot seakan tak percaya, kakek yang akan di bunuhnya ternyata Naga Hitam. 


Di samping itu Lin Yuan hanya bisa tersenyum, ternyata cara ini berhasil. 


"Apa aku akan percaya, kalau kau adalah Naga Hitam, setahu aku Naga Hitam sangat hebat dan tidak mungkin Naga Hitam berada pada Pendekar Tingkat Raja." Pendekar tersebut tersenyum mengejek merasa kakek tersebut sedang membohonginya. 


"Sial, andaikata tenaga dalamku tidak tinggal setengah, sudah ku sumpel mulutnya dari tadi." Membatin Lin Yuan, baru kali ini merasa di hina atas ucapan pendekar tersebut.


"Sekarang Terima ini, Jurus Ilusi: Rintihan Kesedihan." Pendekar tersebut mengambil seruling dari bajunya dan langsung memainkannya. Seketika itu melodi menyayat hati langsung keluar, alunan suara yang sangat merdu membuat Lin Yuan seperti terbius akan kesedihan suara seruling. Lin Yuan meneteskan air mata, sudah hampir 100 tahun lebih Lin Yuan tidak menangis dan baru kali ini terjadi.


Pendekar tersebut membuka mata kemudian menyeringai, "Jurus Ilusi: Rintihan Kesakitan." Sesaat kemudian Melodi tersebut berpindah dari yang bersuara merdu menjadi suara yang menyakitkan telinga.


"Sial, aku telah masuk ke dalam ilusinya." Lin Yuan mengalirkan tenaga dalam ke tangannya dan menutup telinga Li Bai agar dia tidak kesakitan oleh suara seruling tersebut. 


Lin Yuan langsung terduduk di tanah, di mencoba menahan rasa sakit yang di terima oleh jurus tersebut. Rasanya benar-benar sakit pikirnya, seperti di tusuk-tusuk oleh ribuan jarum.

__ADS_1


"Apa kau ada kata-kata terakhir kakek tua, sebelum aku menggunakan jurus Ilusi: Mencabut Nyawa."


Nafas Lin Yuan terengah-engah, ia pun menatap pendekar tersebut dengan muka memelas, "Biarkan aku tahu siapa yang mengirimmu untuk membunuh nyawaku? dan jangan bunuh bayi yang tak bersalah ini."


"Hahaha.. Kakek tua, aku menyukai nyalimu yang tak sedikitpun rasa takut akan kematian. Baik, aku akan mengatakannya, Bangsawan Xin yang menyuruhku dan mereka akan membayarku jika aku membawa kepalamu ke hadapannya."


Mata Lin Yuan langsung melebar tinggi-tinggi, "Bangsawan Xin harus benar-benar di hancurkan dari muka bumi ini," membatin Lin Yuan, ia merasa sangat kesal dengan Bangsawan Xin.


"Sekarang tamatlah riwayatmu kakek tua..."


"Tunggu..." Lin Yuan memotong pembicaraan, "Aku akan membayarmu 3 lipat dari bangsawan Xin dan jangan bunuh aku." 


"5 kali lipat dan permata Raja siluman akan aku kuberikan kepadamu." Lin Yuan tidak punya pilihan, apa saja di lakukan agar dia tidak jadi di bunuhnya.


Pendekar tersebut diam menatap Lin Yuan, dia merasa terbuai akan perkataannya. Kemudian dia mengangguk untuk setuju, "Berikan uangnya dan permata siluman tersebut, aku tidak akan membunuhmu dan akan membawakan mayat orang lain."


"Tentu ini..." Lin Yuan mengibaskan tangannya dan seketika itu uang muncul di depannya, "Ini 5 juta keping emas beserta permata raja siluman."


"Hahaha.. Aku suka sama gayamu kakek tua..." Pendekar tersebut tersenyum kemenangan, dengan uang segini dia bisa membeli pil untuk meningkatkan tingkat prakteknya. Apalagi mendapatkan permata Raja siluman yang terkenal sangat langkah.


"Sekarang aku akan pergi dari hadapanmu." Pendekar tersebut mengibaskan tangannya dan uang yang menggunung lenyap seketika.

__ADS_1


Setelah pendekar tersebut pergi, Lin Yuan menatap geram, dia meninju pohon-pohon sekitar sampai hancur, "Bangsawan Xin! dengan atas nama langit aku akan membunuh kalian sampai ke cucu-cucu kalian." Lin Yuan sangat marah, dia telah kehilangan hampir seperempat kekayaannya. Dan juga kehilangan permata Raja siluman yang sudah di dapatkannya dengan susah payah, bahkan sampai mengorbankan tenaga dalamnya. 


"Aku harus secepatnya pergi ke kota untuk membeli pil serta langsung kembali ke Pulau Neraka."


* * * *


Saat Lin Yuan marah-marah oleh kelakuan Bangsawan Xin. kini di Kekaisaran Tang juga terjadi gejolak yang sangat hebat. Semua bayi yang baru lahir tiba-tiba terbunuh dengan cara mengenaskan, semua Kepala mereka terpisah tanpa tahu siapa yang melakukannya.


Di istana Kekaisaran Tang seorang pria berpakaian mewah layaknya bangsawan menatap bayi perempuan yang baru lahir. Dia menatap dengan perasaan yang campur aduk, di sisi lain dia sangat bahagia mendapatkan seorang anak perempuan, tapi di sisi lain juga takut anaknya akan mati seperti bayi lainnya.


"Istriku apa sebaiknya anak kita, kita sembunyiin di Kekaisaran Weng, aku kenal sama salah satu patriach yang ada di sekte Pedang Hitam." Xie Hin berbicara ke istrinya Fengyin yang sedang menggendong anaknya. 


"Apa kau yakin suami ku? Dengan kau berbicara seperti itu, kita tidak akan bisa bertemu lagi dengan anak kita." Fengyin menatap tak percaya, suaminya akan berani berbuat begitu.


Xin Hin menatap langit atap kemudian menghela nafas, "Aku takut.. anak kita Mayleen akan mati seperti anak lainnya, setidaknya sampai Kekaisaran ini aman lagi."


"Jika suamiku sudah berkata demikian, aku istrinya tidak bisa menolak."


Xie Hin mengangguk kemudian memanggil salah satu pengawal pribadinya, "Yu Wen ku perintahkan untuk membawa anakku ke sekte Pedang Hitam yang ada di Kekaisaran Weng, bawa ini dan tunjukan ke patriach Huang Dang." Xie Hin menyerahkan kertas berupa surat. 


"Baik Yang Mulia, hamba mengerti."

__ADS_1


__ADS_2