
"Hahaha, tenang.. aku pasti akan lolos di pertandingan ini," jawab Li Bai dengan senyuman manis ke arah Hiroshi.
Hiroshi menanggapi dengan mengangguk kecil, dirinya lalu menepuk pundak Li Bai, "Berjuanglah..."
Setelah Hiroshi keluar dari arena pertarungan, kini tersisa 10 peserta yang masih di dalam arena. Sudah jelas mereka kesepuluh peserta akan bertanding untuk merebutkan kursi kosong agar lolos ke pertandingan selanjutnya. Dengan segera mereka membentuk barisan kecil dengan Wang Li yang berada di hadapan mereka.
Wang Li memandangi ke sepuluh peserta, ia lalu berhenti sejenak saat memandang Li Bai, "Tidak kusangka dirinya langsung bertanding di pertandingan pertama," batin Wang Li dengan tersenyum.
Kemudian Wang Li berbicara dengan sedikit keras ke mereka, "Untuk pertandingan kali ini hanya di pilih satu peserta yang masih sanggup berdiri di dalam arena. Peraturannya seperti pertandingan kemaren, kalian ke sepuluh peserta di larang menggunakan apapun yang berbentuk racun dan kalian juga di larang untuk membunuh..." Sejenak Wang Li diam untuk memberi jeda, kemudian dirinya melanjutkan bicara, "Sampai di sini ada yang masih kurang paham."
"Paham senior." Kesepuluh peserta langsung menjawab dengan serempak.
Wang Li mengangguk kecil, "Baik, kalian bersiap-siaplah. Aku akan menghitung sampai 5."
Mereka kesepuluh peserta langsung mengerti apa yang harus di lakukan selanjutnya, dengan segera mereka langsung bergerak dengan saling berjauhan.
"1-2-3-4-5 mulai!!" teriak Wang Li dengan sangat keras. Kini pertandingan hari kedua telah di mulai.
Berganti ke Li Bai sendiri, ia langsung mencabut Pedang Pencabut Nyawa dan di acungkan setengah ke depan untuk bersikap waspada. Dirinya langsung memfokuskan pandangan ke kanan dan kiri. Saat dirinya menoleh ke kanan, Li Bai melihat salah satu peserta yang menggunakan topeng sedang bertarung dengan peserta lain di pertandingan pertama ini.
"Hm, tidak kusangka diriku satu pertandingan dengan salah satu peserta yang menggunakan topeng," gumam Li Bai dengan tersenyum pahit.
Li Bai lalu berganti menoleh ke arah kiri, ia melihat peserta bertubuh pendek sedang berdiri dengan senjata pedangnya yang dia pegang di kanannya. Li Bai terlihat tersenyum setelah itu, dengan segera ia langsung melesat menyerangnya.
Wushhh...
__ADS_1
Trankkk...
Peserta bertubuh pendek menangkis serangan Li Bai dengan sangat mudah, sebelumnya dirinya sudah melihat kalau Li Bai ingin menyerangnya.
"Yo kawan, Apa kabar?" ucap Li Bai dengan sangat santai, tapi sebenarnya dirinya terlihat sangat serius.
Peserta bertubuh pendek tersenyum dengan sinis, "Oh ternyata kau, anak yang tidak mempunyai tenaga dalam. Baik, akan aku ladenin dirimu dengan sekuat tenaga."
Semua peserta sudah mengetahui akan kehebatan Li Bai itu sendiri, bahkan kehebatan Li Bai sudah di acungin jempol oleh semua orang. Karena itu peserta tadi tidak akan main-main saat berhadapan dengan Li Bai dan dirinya langsung bersikap dengan sangat serius.
Li Bai bergerak ke belakang untuk memberi jarak sebentar dengan dirinya, kemudian Li Bai maju lagi untuk menyerangnya. Li Bai langsung memainkan Pedang Pencabut Nyawa dengan gerakan yang sangat lincah dan susah untuk di tebak meski oleh lawan sekalipun.
Di sisi samping peserta bertubuh pendek pun tidak mau kalah. Dirinya menangkis serangan itu yang di lancarkan oleh Li Bai sambil matanya bergerak kanan kiri.
Trinkk.. Trinkk.. Trink..
* *
Lima menit telah berlalu, mereka berdua masih saling menyerang satu sama lain. Sedikitpun tidak terlihat salah satu yang kelelahan akan serangan yang di lancarkan, bahkan serangan mereka semakin lama semakin cepat.
"Bagus, bagus, aku sangat senang..." ucap Li Bai tersenyum. Selama mengikuti pertandingan beladiri, baru kali ini dirinya bertanding dengan seperti ini.
Peserta bertubuh pendek bergerak ke belakang untuk sejenak memberi ancang-ancang, "Jangan senang dulu kau, rasakann ini... Jurus Pedang: Gerakan King Kobra." tanpa basa-basi peserta bertubuh pendek kini menyerang menggunakan jurus. Jika di lihat dengan mata kepala, pedangnya bergerak meliak-liuk seperti seekor ular.
Li Bai sendiri diam, kemudian matanya tertuju ke arah pedang dia yang bergerak kanan kiri. Li Bai lalu tersenyum ke arah dia, "Ingat! Di dalam hal beladiri yang cepatlah yang akan menang..." Li Bai semakin erat menggenggam Pedang Pencabut Nyawa, dirinya langsung menangkis serangan itu dengan serangan tercepat.
__ADS_1
Trankk..
"Hm, tidak bertenaga. Sayang penguasaan pedangmu belum sempurna," ucap Li Bai dengan tersenyum sinis.
"Ck!!" Mendengus kesal peserta bertubuh pendek, ia lalu berbicara ke Li Bai dengan datar, "Kalau kau bisa menangkis seranganku yang kedua, baru kau boleh besar kepala." Ia lalu bergerak ke belakang dengan jarak satu meter, kemudian dirinya terlihat menyerang Li Bai lagi, "Jurus Pedang: Amarah King Kobra." Kini dirinya semakin gesit dalam memainkan Pedang. Pedangnya bergerak lurus dengan gerakan kanan kiri kemudian menusuk cepat menuju ke arah dada Li Bai.
Secara reflek Li Bai langsung bergerak ke belakang sambil dirinya menahan serangan itu.
Saat serangannya sudah di hentikan oleh Li Bai, kini berganti dirinya yang menyerang menggunakan jurus pedangnya, "Giliranku, Pedang Suci Membasmi Iblis."
Bamm...
Serangan Li Bai sangat keras, pedang peserta bertubuh pendek langsung patah menjadi tiga bagian. Tidak cukup sampai di situ, Li Bai lalu menendang tubuhnya hingga peserta tersebut langsung terpelanting ke belakang.
Brughh... "Uhuk.. uhuk.. keparat! ucapnya dengan menahan sakit di bagian dadanya.
Li Bai lalu berjalan menuju ke arahnya, saat akan menjangkau tubuh peserta tersebut. Tiba-tiba di arena muncul suara kecapi yang di petik dengan sangat indah.
Ting ting ting ting ting
Li Bai menjadi diam sejenak, dirinya lalu menolehkan kepala untuk mencari asal suara tersebut.
Jreng....
Tanpa tahu serangan dari mana, tiba-tiba peserta bertubuh pendek langsung terpental lagi sejauh 5 meter. Dirinya terlihat mengalami luka goresan yang memanjang di bagian dadanya serta langsung tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"Hm, sepertinya seranganku sedikit meleset."