Legenda 7 Bintang

Legenda 7 Bintang
Ch10. Lin Yuan Sang Pahlawan


__ADS_3

"Tuan Pahlawan..." Para pemuda menghampiri Lin Yuan yang terduduk di tanah, "Terimakasih pahlawan.. terimakasih sudah menolong desa ini dari para siluman." Para Pemuda tesebut badannya bergetar hebat saking tidak kuatnya mereka langsung bersujud di depan Lin Yuan sambil menangis.


"Ah, sudah tidak perlu berterima kasih... sebaiknya kalian segera merawat beberapa orang yang terluka serta mengubur orang yang gugur di pertempuran ini." 


" Baik senior kami mengerti."


Beberapa Pemuda saling mengangguk merasa benar apa yang di katakan sama Lin Yuan. Walaupun desa ini menang dari serangan siluman tapi tetap saja kerugian yang di alami tidak sedikit, banyak pemuda yang terluka serta sebagian ada yang meninggal. 


Tak butuh waktu lama mereka langsung menjalankan tugas Masing-masing, yang masih bisa berjalan menggotong orang yang terluka masuk ke dalam desa untuk di obatin dan sebagian menguburkan mayat yang gugur di medan pertempuran. 


"Senior untuk mayat siluman ini sebaiknya di apakan, di bakar apa di kubur," ucap salah satu Pemuda yang menghampiri Lin Yuan. 


"Untuk mayat siluman ini kalian kumpulkan jadi satu dan taruh di hadapanku."


Pemuda tadi mengangguk lalu menjalankan perintah sesuai perkataan Lin Yuan. 


"Hm, sebaiknya aku sementara tinggal di desa ini dulu sampai kondisiku membaik, tidak mungkin aku ke Pulau Neraka dalam kondisiku yang seperti ini, bisa-bisa nyawa Li Bai dalam bahaya." Batin Lin Yuan yang memandang beberapa pemuda yang lagi mengumpulkan salah satu mayat siluman. Ia lalu menghela nafas panjang, "Tak ku sangka aku menggunakan jurus itu lagi."


* *


Tidak butuh waktu lama sekitar setengah jam mayat siluman sudah terkumpul semua di depan Lin Yuan. 

__ADS_1


"Senior, semua mayat siluman sudah terkumpul semua di hadapan senior."


Lin Yuan mengangguk kemudian ia berdiri dan mengambil sebuah benda mirip permata yang ada di tubuh mayat siluman tersebut satu persatu.


"Hm, permata siluman ini setidaknya bisa di tukar dengan sebuah pil yang akan membantu perkembangan Li Bai entar. Dan permata raja siluman ini sebaiknya akan aku lelang di pelelangan," ucap Lin Yuan sambil memandang permata Raja Siluman.


Kemudian Lin Yuan mengibaskan tangan kanannya, seketika itu mayat Raja Siluman menghilang di depannya.


"Sihir..." ucap mereka yang kaget, sebagian mereka mundur ke belakang saking terkejutnya.


Di sisi lain Lin Yuan cuma tersenyum, "Tidak perlu kaget, lebih baik kalian bawa mayat siluman ini ke desa. Kita akan memasaknya, mayat siluman ini berguna untuk menambah stamina."


* *


"Pahlawan Lin.. Pahlawan Lin.. Terimakasih.. terimakasih sudah menolong desa ini..." ucap mereka semua yang sedang bersujud. Akhirnya penderitaan mereka selama sebulan lebih bisa terbebas, bahkan ada sebagian yang menangis tak kuasa menahan diri.


"Ibu.. Ibu.. kakek itu kenapa di panggil pahlawan dan kenapa ibu juga ikut bersujud?" ucap anak kecil yang polos berusia sekitar 7 tahun.


"Dia telah menolong desa ini dari para siluman, cepat! kamu juga harus ikut bersujud..." jawab ibunya dengan menyuruh anaknya ikut bersujud juga.


Lin Yuan tersenyum mendengarnya, ia lalu menyuruh mereka untuk segera berdiri, "Kalian berdirilah... tidak perlu bersujud lagi... Sebaiknya kalian segera memasak daging siluman ini, daging siluman ini bisa membantu mengembalikan stamina orang-orang yang terkuras saat pertarungan tadi."

__ADS_1


Di sisi samping terlihat Bei Fung menghampiri Lin Yuan sambil menggendong Li Bai, "Pahlawan Lin, sekali lagi terimakasih sudah menolong desa ini..."


"Tidak jadi masalah, mana cucuku? sini aku gendong."


"Ini cucu senior, tadi sudah di berikan Asi sama salah satu warga sini."


Lin Yuan mengangguk, ia mengelus kepala Li Bai yang sedang tertidur lalu menoleh lagi ke arah Bei Fung, "Kepala desa Bei Fung, bisa sediakan ruangan untukku, sementara aku akan tinggal di desa ini sampai kondisiku pulih kembali."


"Tentu, tentu pahlawan Lin, aku akan menyediakannya." Bei Fung tersenyum makna, dengan kehadiran Lin Yuan di sini akan semakin aman, dia khawatir siluman tersebut akan kembali lagi untuk membalas dendam atas kematian rajanya. 


* *


Malamnya para warga desa tersebut berpesta ria, desanya sudah terbebas dari siluman hewan. Mereka dengan segera membuat api unggun di tengah desa untuk membuat pesta yang sangat besar.


Tidak jauh dari tempat tersebut, Lin Yuan terlihat tersenyum ke arah mereka, "Tidak ku sangka setelah pertarungan tadi, kekuatanku sekarang setara Pendekar Raja tahap awal. Mulai sekarang aku harus berhati-hati kalau tidak nyawaku serta Li Bai akan dalam bahaya," batin Lin Yuan.


Setelah itu ia menghela nafas panjang, "Apa aku harus tinggal di desa ini sampai kekuatanku pulih kembali?"


"Tidak... Kalau aku tinggal di desa sini, nyawa mereka serta cucuku semakin dalam bahaya. Aku harus segera melanjutkan perjalanan menuju ke Pulau Neraka." Lin Yuan semakin pusing di buatnya, di satu sisi ingin segera sampai di Pulau Neraka dan di satu sisi takut nyawa cucunya akan dalam bahaya. 


"Ah, sudahlah biarkan mengalir apa adanya, yang terpenting aku harus memulihkan kondisiku dulu, setelah itu melanjutkan perjalanan lagi."

__ADS_1


__ADS_2