Legenda 7 Bintang

Legenda 7 Bintang
Ch64. Pertandingan Beladiri part 5


__ADS_3

Setelah ambruknya pendekar bertopeng, sesaat itu terdengar suara lonceng yang menggema di mana-mana.


Treng.. treng.. treng..


Bunyi lonceng ini begitu keras terdengar di semua penjuru podium, suara ini menandakan pertandingan telah usai. Sesaat itu juga Wang Li masuk ke tengah arena untuk berbicara.


"Selamat buat saudara Li Bai yang telah memenangkan pertandingan ini dan dirinya berhak lolos ke babak final," ucap Wang Li di sertai tenaga dalam, suaranya datar tapi terdengar di semua orang yang berada di bangku penonton.


"Wow..." Gemuruh sorak-sorak penonton telah terdengar begitu ramai. Para penonton benar-benar menikmati pertarungan antara Li Bai dan peserta bertopeng barusan. Bahkan sebagian ada yang langsung berdiri untuk memberi tepukan tangan akan keberhasilan Li Bai dalam memenangkan pertandingan.


"Hebat.. hebat.. benar-benar hebat anak itu?"


Di sisi lain setelah melihat kehebatan Li Bai sebagian penonton ada yang saling adu omongan karena ingin merebutkan dirinya agar masuk ke salah satu sektenya.


"Anak itu harus masuk ke sekteku, sekteku akan memberikan dia berbagai sumber daya yang banyak," ucap salah satu penonton yang tidak lain adalah petinggi dari sekte Awan.


"Hahahaha, jangan mimpi! Kau pikir hanya sekte Awan aja yang bisa memberikan sumber daya. Sekte Daun bahkan bisa memberikan dia sumber daya yang begitu langkah," Penonton di sampingnya pun tak mau kalah, dia juga ingin merekrut Li Bai agar bisa masuk ke sektenya.


"Kau ngomong apa barusan, aku gak dengar, sepertinya telingaku sedikit kemasukan kotoran."


"Ck, kita buktikan aja siapa di antara kita yang bisa berhasil merekrut dia untuk masuk ke sekte?" ucap petinggi sekte Awan dengan nada ketus.


"Apa taruhannya?"


"Dua juta keping emas."


"Deal!!" Kedua petinggi sekte saling berjabat tangan.


Kembali ke sisi bangku penonton tepatnya di ujung timur, terlihat Lin Yuan tersenyum puas saat melihat Li Bai bertarung dengan sekuat tenaga.


"Hm, sebelum Li Bai melanjutkan pertandingan yang terakhir, alangkah baiknya aku ajarkan dia beberapa jurus lagi," gumam Lin Yuan tersenyum arti.


* *

__ADS_1


Kita menuju ke tengah arena pertandingan, setelah Li Bai memenangkan pertarungan dia langsung terduduk di tanah dengan nafas yang terengah-engah.


"Haaa... haaa... haaa.. sepertinya tubuhku tidak sanggup untuk berdiri lagi," ucap Li Bai dengan nada kecil. Benar-benar di luar dugaan dia, pertandingan kali ini dia benar-benar harus kehabisan tenaga.


Wang Li mendekat ke arah Li Bai lalu dia melemparkan sesuatu seperti sebuah pil ke arahnya, "Telan pil itu, pil itu bisa memulihkan stamina hingga 30℅."


Li Bai menangkap pil itu, dirinya  melihat pil itu berwarna merah muda. Li Bai berpikir pil itu lebih bagus dari pil yang ada di kantongnya. Tanpa berpikir panjang dia duduk bersila kemudian langsung menelan pil itu.


Lima menit telah berlalu akhirnya Li Bai selesai mencerna semua khasiat pil itu. Ternyata benar apa yang di katakan oleh saudara Wang Li kalau pil itu bisa mengembalikan stamina hingga 30℅.


Li Bai berdiri tidak lupa dirinya mengucapkan rasa terimakasih ke arah saudara Wang Li.


"Terimakasih senior sudah memberikan pil itu kepadaku." Hormat Li Bai dengan wajah ramah.


* * *


Siang beranjak sore, pertandingan tiap pertandingan telah di laksanakan.


"Hahaha, Kamu memang hebat Li Bai, tidak rugi aku menjadi temanmu," ucap Hiroshi lantang, dia lalu menepuk pundak Li Bai dengan sangat keras.


Uhuk.. uhuk..


Li Bai yang lagi makan roti sampai tersedak di buatnya.


"Walaupun kau lebih muda dari aku, ilmu pedangmu sudah termasuk hebat Li Bai," kata Weng chuyin menatap Li Bai dengan bangga.


"Sebenarnya semua ilmu yang kudapat pemberian dari kakekku. Semua tentang beladiri kakekku yang telah mengajari itu ke aku," jawab Li Bai merendah, ia lalu mengambil air minum.


"Aku jadi ingin belajar beladiri pada kakekmu," sahut Zedd menyela pembicaraan.


"Kamu juga bisa seperti aku Zedd. Semua tentang hal beladiri itu sama, asal dirimu tekun belajar kau pasti akan bisa seperti aku."


"Aku setuju padamu Li Bai, pada dasarnya semua Ilmu beladiri itu butuh kesabaran dan ketekunan yang haqiqi," ucap Nagato.

__ADS_1


Setelah mereka berbicara sekitar 10 menit. Dari arah arena Wang Li memanggil para peserta lagi untuk maju ke arena pertarungan.


"Untuk para peserta yang memiliki nomer 40 sampai 50 di harapkan untuk maju ke tengah arena," ucap Wang Li.


"Kayaknya nasib kita sangat jelek Nagato," ucap Kiran mencoba berdiri, nomernya dia sama nomer Nagato sama di nomer 40. Kiran nomer 44 sedangkan Nagato nomer 49.


"Maksud kamu Kiran," tanya Nagato bingung.


"Kamu lihat peserta yang masuk ke pertandingan itu," Kiran menunjuk ke arah peserta dan peserta itu tidak lain adalah peserta bertopeng yang satunya lagi.


"Sial!!! Sepertinya kita berdua akan langsung kalah di pertandingan kali ini," ucap Nagato seketika badannya lemas. Dia sudah melihat kehebatan peserta bertopeng yang satunya saat bertarung dengan Li Bai. Kemungkinan kehebatan dirinya tidak kalah sama temannya tadi atau lebih buruknya dia malah lebih hebat.


"Hei, hei, kalian berdua jangan pesimis gitu. Aku yakin kalian berdua pasti bisa mengalahkannya," ucap Zedd menyemangati.


"Benar apa yang di omongin sama Zedd barusan, semisal kalian kalah setidaknya kalian sudah berusaha semaksimal mungkin. daripada kalian menyerah di awal, itu malah lebih memalukan," sahut Li Bai ke arah mereka berdua. Dia tidak bisa menyembunyikan fakta kalau ketiga pendekar bertopeng itu kemampuannya benar-benar bukan di anggap sebelah mata. Jika bukan karena kakek Lin Yuan yang sering melatihnya kemungkinan dia sudah langsung kalah pada pertandingan sebelumnya.


"Semoga saja kita akan menang," jawab Nagato dengan senyum kepahitan.


* *


Di arena pertarungan telah berkumpul ke sepuluh peserta yang sudah siap untuk bertanding merebutkan kursi ke slot final. Mereka lalu membentuk baris memanjang dengan Wang Li yang berada di hadapan mereka.


Dan seperti biasa Wang Li akan berpidato sebentar apa-apa aja yang tidak boleh di lakukan saat melakukan pertempuran.


"Langsung aja kita mulai pertarungan yang ke empat pada pertandingan perempatfinal."


"Kalian semua siap?" Teriak Wang Li.


"Siap senior!!" Jawab kesepuluh peserta dengan sangat serempak.


"Bagus!!"


"Untuk pertandingan beladiri yang ke empat di mulai!!"

__ADS_1


__ADS_2