
Zedd segera menghindar ke kiri untuk keluar dari kepungan asap, ia lalu menyerang musuh yang berada paling belakang.
Kedua musuh yang paling belakang seperti tidak siap akan serangan yang akan di lancarkan oleh Zedd, dengan gerakan reflek keduanya melepaskan anak panah ke arahnya.
"Rasakan ini," ucapnya dengan membidik ke arah Zedd.
Zedd melihat kedua anak panah itu meluncur cepat ke arahnya, satu menuju ke bagian dada dan satunya menuju ke arah lengan kanan.
Secara cepat di tangkis nya salah satu anak panah itu oleh pedang Zedd. Namun sayang, panah yang satunya berhasil menggores lengan kanannya.
"Sial!" Terlihat Zedd merapatkan giginya saat panah itu menggores lengannya, ia pun tetap menyerang mereka berdua karena ini adalah kesempatan yang sangat berharga bagi diri Zedd.
Saat dirinya akan menjangkau tubuh mereka berdua, Zedd langsung mengayunkan pedangnya dengan ayunan setengah horizontal.
"Enyahlah!" teriak Zedd meninggi.
Sreett...
Mata kedua musuh itu terlihat melotot saat pedang Zedd berhasil menggores tubuhnya.
Belum cukup dengan luka goresan dari pedangnya, Zedd lalu menendang tubuh kedua musuh itu hingga terpelanting ke belakang.
Gedubrakk..
* *
Berpindah ke sisi lain, salah satu musuh yang masih terkepung oleh kepulan asap merasa sangat curiga dengan suara dua senjata yang saling beradu, suara tersebut benar-benar terdengar sangat datar di telinganya. Dengan sigap ia menyuruh kedua temannya untuk segera mundur.
"Kita mundur!" teriaknya.
Kedua temannya seperti tahu akan suara tersebut, dengan segera keduanya langsung mundur dari kepulan asap.
Tapi sudah terlambat bagi ketiganya untuk segera mundur. Setelah mereka keluar dari kepulan asap, mereka melihat kedua temannya yang berada paling belakang sudah jatuh ke tanah.
"Sial, kita tertipu," ucap salah satu musuh yang melihat kedua temannya sudah terkapar di tanah.
__ADS_1
Tidak jauh dari tubuh kedua temannya, terlihat Zedd berdiri dengan tersenyum ke arah mereka bertiga.
"Keparat!"
Mereka bertiga langsung menyerang Zedd yang hanya berdiri seorang diri. Zedd hanya diam seperti pasrah saat ketiga musuh akan menyerang dirinya.
"Sepertinya inilah akhir dari mimpiku," ucap Zedd dengan tersenyum getir. Ia sudah tidak kuat untuk bertarung lagi, apalagi menghadapi ketiganya secara langsung.
Namun saat ketiganya hampir menjangkau tubuh Zedd, terlihat Nagato dan Weng Chuyin langsung menangkis 3 serangan itu yang terarah ke tubuh Zedd.
Trankkk..
"Yo kawan, maaf kami lama," ucap Weng Chuyin.
Zedd seperti tahu akan suara tersebut, dengan segera ia mendongakkan kepalanya, "Ah, kalian berdua, sukurlah," ucap Zedd dengan senangnya, ternyata suara tersebut adalah suara milik Weng Chuyin sahabat masa kecilnya.
"Sial, Lagi-lagi muncul kedua kecoak pengganggu," ucap salah satu musuh yang menggunakan senjata palu. ia terlihat sangat geram, sudah dua kali serangannya di hentikan oleh seseorang.
Di sisi samping, Nagato seperti mengerti apa yang harus di lakukan setelahnya.
Dengan segera Nagato langsung berpindah di belakang mereka. Kemudian Nagato mengayunkan senjatanya yang berupa sabit ke musuh yang ada di tengah.
Sreett...
Secara reflek tubuhnya sedikit terdorong ke depan, detik itu juga musuh tersebut langsung jatuh ke tanah dengan luka serius tepat di punggung.
Kedua temannya secara cepat langsung mundur sejauh mungkin, mereka tidak ingin sedikitpun terkena serangan dari Nagato.
Setelah itu Hiroshi, Kiran dan Yuhua terlihat mendekat ke arah mereka.
"Kalian berdua! masih ingin menyerang apa menyerah!" teriak Zedd meninggi.
Zedd terlihat semakin bersemangat saat temannya berkumpul masing-masing. Dengan berkumpulnya mereka semua, sudah di pastikan mereka ber-enam pasti lolos masing-masing.
Kini di arena hanya tinggal 12 peserta bersama mereka berdua, di pastikan keduanya tidak mungkin lolos. Jika mereka kabur dan menyerang peserta lain belum tentu mereka berdua menang, karena peserta lainya juga membentuk kelompok bersama.
__ADS_1
Mereka berdua lalu mengambil nafas panjang kemudian menjatuhkan senjatanya ke tanah, "Tidak ada pilihan lain, jika kami kabur dan menyerang peserta lain belum tentu kita berdua menang."
"Ya kami menyerah." ucapnya dengan tersenyum pahit ke arah Zedd.
Zedd menanggapi dengan senyuman, "Itu pilihan yang sangat bijak."
Setelah itu terdengar suara seperti benda yang di pukul secara keras di telinga para penonton.
Tengg... Tengg... Tengg...
"Selamat buat kalian kesepuluh anak yang masih bertahan di arena, kalian semua telah lolos dan berhak melanjutkan pertandingan kesa lanjutnya." ucap Yin Song yang kini masuk ke arena lagi.
Berganti ke sisi penonton, mereka langsung memberikan tepuk tangannya masing-masing untuk keberhasilan mereka para peserta yang masih bertahan di arena.
"Hebat... Hebat... Semoga di pertandingan selanjutnya akan semakin menarik untuk di lihat," ucap salah satu penonton.
"Kalian kesepuluh peserta boleh meninggalkan arena ini untuk menuju ke ruang pengobatan agar mendapatkan pertolongan," ucap Yin Song lagi.
Zedd, Kiran dan kedelapan peserta sisanya menganggukkan kepala, mereka lalu meninggalkan arena masing-masing untuk mendapatkan pengobatan.
Setelah beristirahat sekitar 10 menit, kini Yin Song kembali masuk ke arena untuk melanjutkan pertandingan yang kedua.
"Maaf buat kalian semua yang telah menunggu untuk pertandingan yang kedua. Aku akan mengumumkan, pertandingan yang kedua akan segera di mulai."
"Buat peserta yang merasa memiliki nomer 100 sampai 200, segera masuk ke arena." ucap Yin Song lagi.
Setelah itu terlihat 100 orang peserta masuk ke arena, mereka lalu berkumpul di depan Yin Song.
"Seperti yang sebelumnya aku katakan, kalian boleh membentuk kelompok masing-masing dan di larang membunuh serta di larang menggunakan racun. Kalian mengerti!" teriak Yin Song.
"Mengerti Senior." jawab mereka dengan serempak.
"Aku hitung sampai 10 kalian bersiap-siaplah."
Sebagian peserta menganggukkan kepala, dengan segera mereka langsung bergerak dengan berjauhan dan ada yang langsung membentuk kelompok masing-masing.
__ADS_1
"1 2 3 4 5 6 7 8 9 10, Mulai!"