
"Serang! Bantu kakek itu!" Pemuda tadi berteriak, semangatnya berkobar-kobar tak ingin kalah dari kakek yang di hadapannya.
Mereka yang mendengarnya menganggukkan kepala masing-masing, dengan segera di acungkan senjata masing-masing yang mereka punya.
"Terkutuk kau siluman! Hari ini kita pasti akan menang! Serang!" Mereka semua berlari maju ke garis depan dengan semangat yang membara, tak sekalipun perasaan takut terpampang di wajah mereka. Sebagian ada yang menggunakan pedang, busur panah sampai alat cangkul juga di gunakan untuk menyerang.
Lin Yuan melihat mereka cuma tersenyum, ia kemudian kembali memandang siluman yang tak berani menyerangnya lagi, "Apa kalian sudah menyerah tak ingin menyerangku lagi."
Terlihat para kawanan siluman serigala tersebut semakin marah saat Lin Yuan berbicara seperti itu, dan...
"Aummm..."
Sesaat kemudian dari arah depan datang lagi seekor siluman serigala, ia benar-benar berbeda dengan para siluman yang berada di sana. Bentuknya sangat tinggi dan besar sebesar gajah dewasa.
"Hohoho muncul satu lagi, Apa dia rajamu? sungguh sangat jelek.." ucap Lin Yuan mengejek.
Para siluman yang mendengar rajanya di hina semakin marah, tapi mereka tidak ada satupun yang mencoba menyerang Lin Yuan. Mereka malah memilih menghindar, mencoba memberikan ruang untuk rajanya bertarung.
"Manusia Biadap! berani sekali membunuh bangsaku," ucap serigala tersebut dengan wajah menyeringai, ia berbicara layaknya manusia.
Di bumi ini sudah bukan hal yang wajar ketika siluman yang sudah berumur ribuan tahun bisa berbicara seperti manusia, karena mereka sering menyerap energi alam.
"Hahaha.. Tak ku sangka di daerah sini ada siluman yang sudah berumur ribuan tahun. Salahkan bangsamu sendiri yang terlalu lemah," ucap Lin Yuan.
"Asal kau tahu, saat aku membunuh bangsamu terasa sangat nikmat apalagi saat badannya terbelah menjadi dua bagian," ucapnya lagi.
"Manusia terkutuk! Hari ini juga kau akan menjadi santapanku."
Siluman tersebut langsung menyerang menggunakan cakarnya, walaupun dia siluman hewan tapi kekuatannya setara Pendekar Langit tahap akhir.
Wushh...
Gerakannya sangat cepat, tanpa berkedip dia sudah ada di depan Lin Yuan.
__ADS_1
Di sisi lain Lin Yuan terkaget akan serangan dadakan, ia lalu membanting tubuhnya ke samping dengan sangat cepat.
Sringg.. Serangannya hanya mengenai udara kosong.
"Jurus Naga: Auman Naga."
Lin Yuan mengaum dengan keras, serangannya hanya berefek memukul mundur sejauh tiga meter. Terlihat Lin Yuan kini langsung bangkit dan seketika itu memasang kuda-kuda.
Hiyaa...
Wushh...
Keduanya kembali menyerang, tanpa berkedip mereka sudah beradu puluhan pukulan dan tendangan tanpa jeda. Serangan mereka mengakibatkan udara di sekitar menjadi berat sebelah, ledakan udara kecil terjadi saat pukulan mereka saling beradu. Kerikil-kerikil kecil melayang menjauh seperti mempunyai pikiran sendiri.
"Cakar Naga."
Sreett.. Serangannya tidak berdampak apapun buat siluman tersebut.
"Sial, kulitnya sangat tebal." Lin Yuan langsung bergerak mundur untuk mengatur nafas.
"Sial... dia tidak memberiku waktu untuk sekedar bernafas." Membatin Lin Yuan yang kini sedang bertarung.
* *
Mereka sudah bertarung selama hampir 2 jam, tetapi tidak ada satupun yang terlihat akan kalah. Di sisi lain semua siluman menghindar sejauh 30 meter tidak ingin terkena dampak mereka. Para penjaga gerbang desa menatap dengan tubuh yang bergetar hebat, baru pertama kali ini mereka melihat pertarungan yang sangat gila ini.
"Jurus Naga: Naga Melilit Bumi."
Lin Yuan kali ini menggunakan jurus terkuatnya, serangannya mengakibatkan tubuh siluman tersebut tergores cukup kecil dan membuatnya bergerak mundur.
"Ci tubuhnya sangat tebal dan kuat, walaupun sudah menggunakan jurus terkuat sekalipun masih berdampak sedikit." Membatin Lin Yuan dengan perasaan kesal karena serangannya tidak berdampak apapun.
"Aku harus cepat mengakhiri pertarungan ini kalau tidak tenaga dalamku akan terkuras habis."
__ADS_1
"Terpaksa aku harus menggunakan jurus itu, tapi jurus itu akan berefek pada tubuhku kemudian."
"Tidak punya pilihan lain, aku harus segera menggunakan jurus itu." Lin Yuan memasang muka serius, ia sudah sangat lama tidak bertarung dengan seperti ini, terakhir kali dengan Pendekar berjulukan Iblis Racun, tapi pertarungan tersebut mengakibatkan tubuhnya kehilangan separuh tenaga dalam.
Tidak jauh dari itu, Siluman serigala memandang Lin Yuan dengan muka serius juga. Ia sudah sangat lama tubuhnya tidak pernah terluka dan baru pertama kali ini terjadi.
"Sepertinya kau sudah hampir mencapai batasmu wahai manusia biadap." Siluman tersebut menyeringai dengan muka menakutkan.
"Hahaha.. Kau sendiri lihat! tubuhmu juga terluka, kau semakin jelek dengan tubuh seperti itu." Lin Yuan tersenyum mengejek seakan ingin membuat dia semakin marah.
"Manusia dusta! Enyahlah kau menuju neraka."
Siluman tersebut melesat menyerang dengan cakar tangan, serangan ini menggunakan kekuatan penuhnya. Saat hampir mengenai tubuhnya, Lin Yuan menggunakan jurus terlarang.
"Jurus Naga: Memindah Langit dan Bumi."
Jlebb..
Cakar siluman tersebut benar-benar menembus tubuh Lin Yuan. Tapi Lin Yuan tidak kesakitan sama sekali saat cakar itu menembus tubuhnya. tetapi di sisi lain siluman tersebut mengeluarkan darah dari mulut beserta perutnya.
Lin Yuan membuka mata, ia lalu tersenyum ke arah siluman tersebut, "Bagaimana rasanya terkena serangan sendiri."
"Kau... Kau... tidak mungkin... Bagaimana bisa kau tidak terluka saat cakarku menembus tubuhmu? sedangkan aku yang terluka tanpa tahu dari mana asalnya?" ucap Siluman tersebut dengan wajah kagetnya. Jelas-jelas di lihatnya cakarnya sudah menembus tubuhnya, tapi tidak sedikitpun dia terluka.
"Ini adalah jurus terpuncak dari jurus Naga: Memindah Langit Dan Bumi. Semua serangan yang masuk ke tubuhku akan sepenuhnya kembali ke musuh. Walaupun jurus ini hebat, tapi sebagai gantinya selama 10 tahun aku harus kehilangan separuh tenaga dalam."
"Sekarang! Enyahlah kau ke neraka siluman terkutuk! Jurus Naga: Mengoyak Raga."
Lin Yuan menggunakan serangan sekali lagi, alhasil siluman serigala tadi roboh ke tanah dengan mata melotot ke arah Lin Yuan.
Semua siluman menatap tak percaya, rajanya yang di banggakan selama ini telah terbunuh oleh Lin Yuan. Dan tanpa menunggu lama mereka langsung melarikan diri terbirit-birit dan tak ingin menyerang lagi.
Lin Yuan jatuh ke tanah, nafasnya terengah-engah, "Sial, jurus ini benar-benar berakibat buruk saat sehabis di gunakan, tubuhku berasa mau mati dan tenaga dalamku langsung habis total."
__ADS_1
Lin Yuan lalu memandang sekitar, ia melihat beberapa warga yang terduduk di tanah dengan wajah mereka yang di arahkan ke langit. Mereka seperti bahagia karena desanya telah terbebas dari para siluman.
"Tuan Pahlawan...."