Legenda 7 Bintang

Legenda 7 Bintang
Ch49. Pertandingan Beladiri -part 4-


__ADS_3

Kombinasi serangan Nagato, Weng Chuyin dan Hiroshi benar-benar di akui jempol oleh semua penonton. Mereka bertiga seperti sudah sering bertarung secara bersama-sama, padahal tidak aslinya.


Ketiga temannya langsung menolehkan kepalanya dengan masing-masing ke arah temannya yang terkapar di tanah itu. Di luar dugaan mereka bertiga, serangan shuriken tadi hanya serangan pengalihan yang di tunjukkan ke arah mereka.


Terlihat kini Nagato mengambil 2 senjata berbentuk seperti sabit yang berada di belakang punggungnya. 



"Jurus Ilusi: Langkah Bayangan." Mata Nagato berubah menjadi putih setelahnya.


Slap...


Tiba-tiba Nagato sudah berada di belakang musuhnya.


"Nani!!" Terlihat ketiga musuhnya sangat kaget akan kehadiran mendadak dari Nagato. Tapi sebelum mereka menyerang Nagato, kedua temannya sudah jatuh ke tanah dengan luka yang sangat serius di bagian perutnya.


"Sial, Apa yang kau lakukan pada temanku barusan?" teriak musuh terakhir yang masih berdiri di tanah. Ia menatap Nagato dengan sangat geram, dengan segera ia mengayunkan pedangnya ke arah Nagato untuk meluapkan emosinya.


Namun dengan sigap Weng Chuyin menangkis serangan itu dengan pedang besarnya yang ia pegang di tangannya.


Ilustrasi pedang Weng Chuyin.



"Sudah jelas... membuat kalian menyingkir dari pertandingan ini," jawab Nagato dengan tersenyum pula ke arahnya. Nagato sudah tahu Weng Chuyin akan menangkis serangan itu, sehingga dirinya santai-santai saja.


Di sisi samping pedang Weng Chuyin yang masih menempel menyilang dengan pedang musuhnya, kemudian dirinya mengayunkan dengan sekuat tenaga pedang besarnya itu hingga musuh tersebut terpental ke belakang.


"Hiroshi! aku serahkan dia untukmu! teriak Weng Chuyin.


Hiroshi mengangguk kecil, ia lalu bergerak ke arah musuh tersebut yang sempat terpental oleh serangan Weng Chuyin.


"Rasakan ini, Putaran Tornado."


Bamm..


Belum sempat ia menyentuh tanah, ia sudah terhempas lagi oleh serangan Hiroshi dan dirinya langsung terkapar di tanah.


Nagato tersenyum, "Bagus Hiroshi...."


Kita beralih ke bagian kanan.


Dengan susah payah Zedd, Kiran dan Yuhua menyerang musuh bagian kiri yang berjumlah 5 orang. Tidak di duga oleh mereka, musuh yang sebelah kiri jauh lebih kuat dari yang di pikirkan.


Terlihat kini Zedd mengalami luka yang cukup serius di bagian kiri tangannya, Kiran mengalami luka di bagian paha kanannya dan Yuhua hampir kehabisan tenaga dalamnya.


"Ucapkan selamat tinggal buat mimpi kalian yang ingin memenangkan pertandingan ini," ucap salah satu musuh itu sebelum dirinya melakukan serangan terakhir.

__ADS_1


Musuh tersebut lalu menyerang Kiran yang sudah tidak bisa sanggup berdiri, dengan segera ia melakukan serangan pamungkas dengan menggunakan senjatanya yang berupa Palu dengan ujungnya bergerigi.


"Menghantam Bumi!" teriak musuh itu dengan meninggi.


Sebelum serangan itu mengenai dirinya, terlihat Kiran memejamkan matanya, "Ayah, Ibu, maafkan aku, aku mengecewakan kali..."


Trankk...


Zedd beserta Yuhua menangkis serangan itu dengan pedangnya masing-masing.


Kemudian Yuhua melepaskan serangannya agar musuh itu bergerak kebelakang.


"Jurus Kedua, Tarian Ikan Arwana."


Sreett.. Sreett.. Sreett..


Sudah di duga oleh Yuhua, serangannya hanya berhasil memukul mundur.


"Apa yang sedang kau pikirkan Kiran? Apa kau ingin mengecewakan ayah dan ibumu?" bentak Zedd ke arah Kiran yang terbaring di tanah.


Kiran yang merasa dirinya terpanggil oleh sebuah suara, dengan segera ia membuka mata. Hal yang pertama di lihatnya adalah Zedd dan Yuhua sedang berada di depannya.


"Apa kau masih ingin tiduran di situ Kiran!" bentak Zedd lagi.


Kiran langsung ter buyarkan dari lamunannya, ia lalu berdiri di samping Zedd beserta Yuhua.


Kiran kemudian tersenyum, "Terimakasih Yuhua, aku juga akan berjuang dengan sekuat tenaga."


"Kiran apa kau masih punya bom asap," tanya Zedd menyela.


"Kenapa? tinggal satu bom asapku," jawab Kiran.


"Berikan kepadaku," ucap Zedd dengan menodongkan tangan kanannya ke samping Kiran.


Kiran mengangguk, ia lalu mengambil bom asap yang terakhir dia punya. Kemudian ia letakkan bom asap itu di atas tangan Zedd.


"Aku punya rencana," ucap Zedd setelahnya.


Zedd lalu berbicara berbisik ke Yuhua dan Kiran, terlihat Yuhua dan Kiran mengangguk seperti mengerti akan perkataan Zedd yang barusan.


Di sisi lain kelima musuh yang sedang berdiri sekitar 20 meter dari jarak Zedd, Kiran dan Yuhua terlihat sedang tersenyum ke mereka bertiga. Setelah itu salah satu temannya menganggukkan kepala untuk memberi perintah.


"Serang!! pastikan kita lolos di pertandingan ini," ucapnya.


Ketiga musuh tersebut langsung maju menyerang Zedd dan temannya. Sisanya berjaga di belakang untuk melakukan serangan dari jarak jauh.


Namun sebelum ketiganya hampir menjangkau tubuh mereka.

__ADS_1


Zedd langsung membanting bom asap ke tanah.


Bomm...


Seketika sebagian arena pertarungan di kelilingi dengan asap hitam yang membuat pandangan mata menjadi gelap.


Di sisi bangku penonton, sebagian yang melihatnya langsung berdiri dari tempat duduknya masing-masing karena kaget.


"Apa yang terjadi?"


"Kenapa ada asap di arena?"


"Ci, aku tidak bisa melihat mereka bertarung."


Para penonton saling berbisik masing-masing, tapi sedikitpun tidak ada yang melakukan protes karena mereka yang bertarung di arena tidak melanggar aturan yang ada.


Terlihat ketiga nya langsung saling bersiaga dengan masing-masing karena pandangannya menjadi gelap oleh gumpalan asap yang sangat tebal. Tidak di duga sedikitpun oleh mereka, lawannya kali ini menggunakan bom asap.


Yuhua dan Kiran langsung berpura-pura menyerang satu sama lain untuk mengecoh mereka.


Mereka pasti berfikir suara senjata yang saling berbenturan itu adalah temannya yang sedang bertarung.


Namun di sisi lain, Zedd bergerak ke kiri untuk menjauh dari gumpalan asap itu dan menyerang temannya yang berada paling belakang.


Flashback


"Yuhua, Kiran, aku punya rencana jika kita ingin menang melawan mereka," ucap Zedd.


"Apa rencanamu Zedd?" tanya Kiran.


"Kita harus melumpuhkan kedua temannya yang menggunakan panah itu dulu, baru kita menyerang sisanya. Bagiku yang menggunakan panah itu sangat merepotkan, karena fokus kita selalu terbagi menjadi dua," ucap Zedd menjelaskan.


Kiran dan Yuhua mengangguk kecil, memang saat dia menyerang mereka, fokus mereka selalu terbagi dengan anak panah yang meluncur cepat ke badannya secara tiba-tiba.


"Saat aku menggunakan bom asap ini, kalian berdua langsung menyerang satu sama lain untuk mengecoh pendengaran mereka. Aku sendiri akan bergerak menjauh dari asap ini dan menyerang kedua temannya yang berada di belakang."


"Kalian berdua mengerti," tanya Zedd lagi.


"Aku mengerti Zedd," jawab Kiran.


Flashback End.


___________________________________________


Jika ingin melihat ilustrasi gambar Li Bai beserta Hiroshi, silakan lihat di bab pertama.


Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2