
"Bagi yang juara kedua anak itu mendapatkan 750 ribu keping emas, 2 add strength plus pill beserta senjata kualitas menengah." Yin Song lalu memutar badannya dari arah timur menjadi arah barat.
"Untuk juara yang ketiga anak itu mendapatkan 500 ribu keping emas beserta 1 add strength plus pill. Terakhir untuk juara bertahan 5 dan 4 masing-masing mendapatkan 250 ribu keping emas."
"Dan aku mengingatkan sekali lagi, untuk semua anak yang menjadi juara 5 4 3 2 1, anak tersebut bebas masuk ke sekte manapun yang dia inginkan."
"Apa kalian masih ada yang kurang paham..." tanya Yin Song sambil kepalanya berkeliling ke seluruh penjuru Colosseum.
"Tidak ada, cepat! mulai pertandingannya!" teriak salah satu penonton yang sudah tidak sabaran ingin melihat pertarungan.
Yin Song menanggapinya dengan senyuman manis di bibir, "Jika sudah paham semuanya... Baik, aku nyatakan untuk pertandingan beladiri 10 tahunan kali ini, di mulai!!"
"Dengg... Dengg... Dengg... "
Setelahnya suara bunyi yang sangat keras terdengar menggelegar ke semua penjuru Colosseum.
"Bagi anak yang berurutan nomer dari 1 sampai ke 100, di harapkan segera masuk ke dalam arena," ucap Yin Song lagi.
* *
Setelah Yin Song berbicara seperti itu, tidak lama berdatangan anak-anak yang sedang masuk ke dalam arena. Terlihat mereka semua sedang membawa senjata masing-masing yang mereka pegang di tangannya. Raut wajah mereka seperti sedang semangat saat dirinya terpanggil untuk mendapatkan pertandingan yang pertama.
"Berjuanglah Hiroshi... Kau jangan sampai kalah..." ucap Li Bai menyemangati dirinya, tidak di sangka nomer Hiroshi tepat di angka 100.
"Tentu, aku akan menang dan melanjutkan ke babak selanjutnya," jawab Hiroshi dengan semangat juga.
"Hiroshi mari kita bekerjasama di pertandingan kali ini, kita harus memenangkan pertandingan kali ini," ucap Yuhua memotong.
Sekilas Yuhua adalah teman barunya Hiroshi, ia pun secara tidak sengaja bertemu dengan Yuhua saat mendaftar kemarin. Nomer Yuhua juga tepat berada di bawah Hiroshi yaitu angka 99.
"Dengan senang hati Yuhua..." ucap Hiroshi dengan tersenyum.
Setelah semua peserta sudah berkumpul di dalam arena. Kini Yin Song kembali berbicara ke mereka yaitu para peserta.
"Aku ingatkan sekali lagi, kalian boleh bekerjasama dengan pemain lain tapi kalian tidak boleh menggunakan apapun yang berbentuk racun dan tidak boleh membunuhnya.
__ADS_1
"Dan di pertandingan kali ini akan di pilih 10 anak yang masih bertahan di dalam arena untuk melanjutkan ke babak selanjutnya."
Setelah Yin Song berbicara seperti itu, muncul 10 orang pria dewasa di samping Yin Song. Kekuatan 10 orang tersebut setara di Pendekar Raja.
"Mereka yang di sampingku adalah wasit yang akan memantau kalian bertarung. Jika di dapatkan ada yang bermain curang akan langsung di singkirkan dari dalam arena. Kalian mengerti!" teriak meninggi Yin Song.
"Mengerti senior!" jawab mereka dengan serempak.
"Baik, untuk pertandingan yang pertama, akan aku hitung sampai 10 dan kalian bersiap-siaplah!" teriak Yin Song lagi.
Semua peserta menganggukkan kepala, dengan segera mereka langsung bergerak dengan saling berjauhan masing-masing. Terlihat juga ada yang langsung membentuk kelompok agar dengan mudah menang.
"1-2-3-4-5-6-7-8-9-10, mulai!" teriak Yin Song yang kini melesat keluar arena.
Terlihat Hiroshi langsung mencabut pedang milik Denjiro yang ia pinjam, karena sebelumnya pedangnya telah patah oleh Li Bai. Ia lalu mengacungkan pedangnya sedikit ke depan untuk bersikap waspada.
Di sisi samping Yuhua juga tak mau kalah, ia pun mencabut pedangnya yang berwarna putih dengan panjang sekitar 70 cm. Ia lalu mengacungkan pedangnya sedikit ke depan untuk bersikap waspada juga.
Mereka berdua langsung saling bertolak belakang dengan punggung ketemu punggung untuk saling berjaga agar tidak terkena serangan dari arah belakang.
Segerombolan anak tersebut langsung mengitari tubuh Hiroshi dan Yuhua dari semua sisi seperti tidak ingin salah satunya ada yang kabur.
"Hei, kalian berdua mari ikut kelompok bos kami, kau pasti akan lolos dari pertandingan ini," ucap salah satu anak berkepala botak, ia lalu mengedipkan mata kirinya seperti sedang memberi kode ke arahnya.
"Benar apa yang di katakan anak buahku, jika kalian berdua mau menjadi pacarku. Aku tentu akan melindungi kalian berdua," ucap anak laki-laki yang lain dengan tinggi laki-laki tersebut sekitar 170 cm. Ia lalu menjilati bibirnya sendiri seperti akan melakukan hal yang sangat negatif ke mereka berdua.
Laki-laki itu adalah bosnya dari kelompok tersebut.
"Ci, di mimpi pun aku tidak akan sudi mau menjadi pacarmu, laki-laki mesum!!" teriak Hiroshi setelahnya, ia lalu menyerangnya dengan serangan tercepat.
"Putaran Angin Puyuh."
Pedangnya Hiroshi kali ini berputar-putar searah jarum jam dengan kecepatan tinggi. Ia lalu mendorong pedangnya hingga mengenai tubuh musuhnya yang berada di depan.
Brakkk...
__ADS_1
Serangan Hiroshi begitu cepat, laki-laki tersebut terpelanting ke belakang dengan luka yang sangat serius di dadanya.
"Wanita j*lang!" geram salah satu anak lainnya, ia lalu menyerang Hiroshi dari arah kiri.
Yuhua tidak ingin kalah dari Hiroshi, ia pun menangkis serangan anak tersebut yang terarah ke Hiroshi, kemudian...
"Jurus Pertama, Tarian Ikan Koi."
Yuhua lalu menggunakan jurus yang pernah di pelajari saat berada di perpustakaan rumahnya.
Sreett...
Laki-laki tersebut terpental ke belakang, ia terlihat mengalami luka serius tepat di perut tubuhnya.
Terlihat salah satu temannya melebarkan matanya dengan sangat tinggi saat temannya dengan mudah di lumpuhkan oleh kedua wanita tersebut.
Kini tersisa 4 orang anak yang masih siaga masing-masing, terlihat mereka sedikit ragu untuk menyerang Hiroshi dan Yuhua. Tidak di duga kedua wanita yang ada di depannya jauh lebih kuat dari mereka yang di kira.
"Yuhua sekarang!" teriak Hiroshi memberi aba-aba.
Yuhua mengangguk kecil, ia pun menyerang bagian kiri sedangkan Hiroshi menyerang bagian kanan.
"Jurus kedua, Tarian Ikan Arwana."
Sejenak serangan Yuhua kali ini lebih cepat dari sebelumnya, karena serangan ini berpusat pada kecepatan serangan. Pedang Yuhua kini bergerak cepat seperti gerakan ikan Arwana yang sedang berenang dengan anggunnya di dalam air.
Sreett.. Sreett..
Kedua anak itu langsung mengalami luka yang serius di tubuhnya serta langsung terkapar di tanah.
Di sisi samping Hiroshi yang menyerang musuh bagian kanan, ia juga menggunakan jurusnya.
"Putaran Tornado!"
Terlihat putaran pedang Hiroshi lebih cepat dari serangan sebelumnya, kini pedangnya sedikitpun tidak terlihat karena putaran nya terlalu tinggi. Hiroshi langsung mendorong pedangnya ke depan, kemudian...
__ADS_1
Bamm...