Legenda 7 Bintang

Legenda 7 Bintang
Ch32. Akhir Penyerangan dan Tangisan Kesedihan


__ADS_3

"Semuanya dengar! Kita aliran hitam semuanya mundur!" Pendekar Gila berteriak ke semua penjuru, sejenak teriakannya mengandung tenaga dalam yang sangat tinggi agar di dengar semua sama pendekar aliran hitam. 


Semua Pendekar aliran hitam yang mendengar teriakannya, langsung menghentikan serangan mereka masing-masing ke prajurit dan pendekar Partai Pengemis yang masih hidup. Mereka dengan segera langsung mundur seketika itu juga serta meninggalkan Istana Kekaisaran secara masing-masing. 


Di sisi lain si Biksu Sakti tersenyum sinis melihatnya, dia memerintah para biksu untuk tidak menyerang mereka para aliran hitam yang mencoba kabur. 


Tidak perlu waktu yang lama, sekitar 5 menit berlalu kini Istana Kekaisaran sudah tidak ada satupun pendekar aliran hitam, yang tertinggal hanya mayat yang berjatuhan di mana-mana dan sebagian orang yang masih hidup dengan luka yang serius.


Dari semua prajurit yang berjumlah lebih 700 dan pendekar Partai Pengemis yang berjumlah 100 orang. Kini hanya tinggal prajurit yang tidak sampai 50 dan partai Pengemis yang tidak lebih dari 10 orang. Bahkan semua keluarga Kekaisaran serta pelayan istana tidak luput dari yang namanya kematian.


Sebagian orang yang masih selamat setelah penyerang itu, tidak ada satupun kebahagiaan terlihat di raut wajah mereka yang ada tangisan kesedihan masing-masing di mata mereka. 


Di sisi samping para Biksu hanya memandang mereka yang masih selamat dengan pandangan yang menyayatkan hati, sebagian ada yang sempat mengepal tangan kanan dengan erat-erat karena merasa geram dengan tindakan aliran hitam. 


"Senior Xiao apa yakin kita membiarkan mereka melarikan diri, setelah melihat kekacauan yang mereka lakukan di sini. Bahkan aku sampai geram melihat kelakuan mereka yang tega membunuh para prajurit bahkan para pelayanan istana sekalipun tak luput dari kekejaman mereka." Biksu bernama Kangjian kini mendekat ke arah Biksu Sakti dan bertanya ke arahnya. Sebelum itu dia sempat berkeliling ke semua penjuru istana untuk melihat kondisi istana langsung setelah penyerangan oleh para aliran hitam. 


"Tidak perlu saudara Kangjian, seandainya kita melawan mereka belum tentu kita menang dengan berkumpulnya ketiga Pendekar maut aliran hitam di sini. Walaupun aku juga salah satu pendekar maut, belum tentu aku menang juga melawan mereka bertiga." Sejenak Biksu Sakti mengambil udara dalam-dalam dan mengeluarkan nya lagi, "Sebaiknya kita segera membantu mereka yang sedang membutuhkan pertolongan serta mencari tempat untuk menguburkan mereka yang gugur di pertempuran ini."

__ADS_1


Setelah itu Biksu Sakti memanggil Jiang Su, "Saudara Jiang pergilah ke kota Hebi dan sampaikan ke warga yang tinggal di sana, katakan Istana Kekaisaran telah di serang oleh aliran hitam dan sampaikan juga Yang Mulia telah meninggal di penyerangan itu. Serta jangan lupa untuk meminta pertolongan ke mereka agar membantu kita merawat yang masih hidup serta menguburkan mayat-mayat ini."


"Baik senior Xiao, aku akan segera pergi ke kota Hebi."


Setelah kepergian Jiang Su menuju kota Hebi, Biksu Sakti lalu menghampiri mayat Dewa Mabuk yang kini di kelilingi oleh para pendekar Partai Pengemis yang bersisa 8 orang. Terlihat mereka menangis melihat seniornya terbunuh di penyerangan itu, bahkan mayatnya kini seperti seorang mumi yang semua badannya hanya tinggal tulang di balut kulit serta terlihat ada lubang di bagian dadanya. 


"Maafkan aku Dewa Mabuk, aku telat datang kemari untuk membantumu..." Sejenak tangan kanannya memegang erat tongkat besinya, "Aku berjanji di depan mayatmu, aku akan memberikan balasan yang setimpal ke mereka aliran hitam."


"Sebaiknya kalian segera merawat luka kalian, aku punya beberapa pil penyembuh yang kupunya." Biksu Sakti kini mengeluarkan beberapa pil dari arah kantong bajunya untuk di berikan ke 8 orang anggota Partai Pengemis.


Biksu Sakti melihatnya cuma bisa menggelangkan kepala, "Jangan bodoh... Jika kalian ingin segera membalas dendam kalian ke aliran hitam segera telan pil itu. Apa kalian ingin Partai Pengemis hancur setelah ini? Apa kalian tidak ingin bangkit lagi dan membantu kita aliran putih melawan mereka?"


Sejenak mata mereka berkelebat cahaya kemarahan dan sesaat itu juga mereka langsung duduk bersila kemudian langsung menelan pil itu. Tidak butuh waktu lama 15 menit berlalu luka mereka kini kembali sembuh.


"Terimakasih kasih senior, Partai Pengemis akan mencoba bangkit lagi dan ingin segera membantu aliran putih melawan mereka aliran hitam," ucap salah satu Partai Pengemis yang bernama Chong Yen.


" Ya bagus, aku akan selalu menunggu bantuan dari kalian."

__ADS_1


Setelah percakapan dengan pendekar Partai Pengemis, Biksu Sakti kini berkeliling melihat kondisi langsung di istana tersebut. Kemudian dia langsung berhenti dan dadanya langsung sesak seketika, "Bahkan anak kecil yang tidak tau apa-apa tidak luput dari kekejaman mereka." Biksu Sakti menggelengkan kepala, sejenak di mengepal tangannya dengan erat kemudian di pukulnya keras-keras ke arah tembok samping untuk meluapkan amarahnya.


Terlihat kini nafasnya memburu dan otot yang menegang di leher setelah itu dia mengambil udara dalam-dalam, "Sebaiknya aku segera menyampaikan berita ini ke semua aliran putih dan meminta mereka bekerjasama denganku untuk melawan mereka aliran hitam." Batin Biksu Sakti yang telah kembali berkeliling.


Satu jam telah berlalu kini terlihat Biksu yang bernama Jiang Su telah datang lagi, dia membawa sekitar 50 orang untuk membantu mereka menguburkan mayat-mayat itu.


Tidak butuh waktu yang lama, sekitar seharian penuh kini istana Kekaisaran telah bersih lagi dari tumpukan mayat. Yang tersisa hanya kerusakan bekas pertarungan dan noda darah yang masih menempel di semua area istana Kekaisaran.


.


.


.


.


Terimakasih yang masih setia membaca novel ini, walaupun aku sadar novel ini tidak sebagus dari novel yang lain. Aku akan berusaha membuat novel ini menjadi semakin menarik. Jangan lupa juga tinggalkan like dan komentar kalian serta berikan Bintang 5 untuk selalu mendukung karyaku di Mangatoon.

__ADS_1


__ADS_2