
Ke 25 pendekar partai pengemis menyerang Tapak Setan, walaupun dia cuma sendiri tapi satupun tidak ada yang meremehkan dia. Karena mereka tahu yang di depannya belum tentu kalah malah sebaliknya mereka yang akan kalah.
Tapak Setan hanya terlihat tersenyum dari balik topengnya kemudian, "Tapak Penghancur Gunung." Sejenak telapak tangannya di benturkan kuat-kuat ke arah lantai bawah.
Bledarr...
Lantai kini remuk dengan retakan memanjang di setiap ruangan tersebut, mereka pendekar Partai Pengemis langsung bergerak mundur tidak ingin terkena dampak serangannya.
Wush...
Tapak Setan menghilang dan muncul di salah satu pendekar dari Partai Pengemis, "Tapak Penghancur Raga." Telapak tangannya menyentuh badan dia dengan sangat halus, sesaat pendekar tersebut matanya langsung melotot, semua tulang di dalam tubuhnya remuk seketika. Darah merembes keluar dari mulut, mata, hidung dan dia tumbang ke lantai.
Wush...
Tapak Setan kembali menghilang dan muncul di depan salah satu pendekar Partai Pengemis lainnya, "Tapak Pelebur Raga." Telapak tangannya kembali menyentuh badannya dengan halus. Ugh.. matanya kembali melotot, sejenak kulitnya menjadi hitam seperti gosong, semua organ yang ada di dalam hangus menjadi abu dan dia tumbang ke lantai.
Wush...
Tapak Setan lagi-lagi menghilang dan muncul di depan Partai Pengemis lainnya, "Tapak Penyabut Nyawa." Telapak tangannya kembali menyentuh badannya. Ugh.. matanya kembali melotot, kini jantungnya hancur seperti sehabis di genggam dengan erat-erat dan salah satu pendekar Partai Pengemis jatuh lagi ke lantai.
Tapak Setan terus menerus menghilang dan muncul kembali, saat dia muncul pasti selalu ada yang tumbang ke lantai. Kini sudah 15 mayat tumbang ke lantai, kini ruangan kamar yang tak lebih dari 15 meter persegi mirip kamar pembantaian. Terdapat 25 mayat tumbang di lantai yang dari aliran hitam 10 orang di tambah lagi 15 orang dari Partai Pengemis.
__ADS_1
Semua anggota keluarga Kekaisaran pingsan tidak kuat melihat mayat yang berjatuhan di lantai dan hanya menyisakan Kaisar Yin Zi beserta penasehat Shu Qhiancheng yang terlihat pucat di wajah mereka.
Wush..
Tapak Setan muncul kembali di depan mereka dan tidak ingin menyerang lagi. Sejenak kedua tangannya di lipat ke kebelakang dan dia berdiri sambil menatap mereka. Dia tersenyum puas melihat mereka seperti ketakutan, bahkan ada sebagian yang memandang dia dengan muka memelas seperti ingin di kasihani.
Di samping itu Gui Tong terlukis jelas juga wajah yang ketakutan, sejenak darah pembuluh nya nampak menegang di leher, kakinya kini kaku seperti kayu. Gui Tong seperti melihat Dewa Kematian yang sesungguhnya.
"Apa kalian di sana hanya diam dan tak ingin menyerang ku lagi seperti yang tadi." Suara Tapak Setan terdengar di telinga mereka, sejenak suaranya terdengar parau dan sedikit berat sehingga menyakitkan semua telinga.
Gui Tong menggenggam goloknya erat-erat, sebelumnya tangannya gemetaran hebat sesaat melihat banyak dari mereka Partai Pengemis yang mati berjatuhan, kemudian dia berlari maju untuk menyerang, "Jurus Golok: Golok Pemusnah." Kini dia tidak peduli dengan nyawanya sendiri, Gui Tong mengeluarkan jurus terkuatnya. Golok nya kini mengalir tenaga dalam yang besar dan berubah menjadi golok berwarna putih.
"Bagus anak muda... Biarkan aku puas dulu sebelum aku membunuh kalian semua." Mulut Tapak Setan melengkung membentuk senyuman di balik topengnya.
Krakk..
Senjata goloknya hancur menjadi 3 bagian, Gui Tong tersedak nafas sendiri sesaat melihat serangan terkuatnya tidak sedikitpun berdampak ke Tapak Setan, bahkan senjata goloknya sendiri yang hancur menjadi 3 bagian.
"Memukul Udara" Tak ingin sampai di situ Tapak Setan melakukan serangan pukulan tercepatnya. Kini serangannya hanya seperti memukul udara tetapi sebenarnya dia sudah memukul perut Gui Tong sejak dari tadi.
Brakk..
__ADS_1
Gui Tong terpental dan menabrak tembok kamar, sejenak darah merembes keluar dari mulutnya, otot-ototnya kini terasa lemas. Gui Tong menutup kedua matanya karena sudah merasa ini adalah hari terakhirnya untuk hidup.
Tanpa berkedip Tapak Setan sudah ada di depan Gui Tong, "Memukul Udara." Kini pukulan tersebut di arahkan ke kepalanya.
Duarr...
Kepalanya menjadi miring ke kiri, tulang tenggorokannya patah, kemudian Gui Tong ambruk ke lantai.
Mereka yang melihat kejadian ini tubuh mereka sangat lemas, benar-benar ini seperti pembantaian bela sepihak. Kini tersisa hanya 9 pendekar partai Pengemis, dan salah satu dari Partai Pengemis ada yang terlihat ingin lari dari ruangan tersebut.
Wushh..
Tapak Setan muncul di hadapannya, "Siapa yang bilang kau bisa lari dari sini?" Suara Tapak Setan yang parau dan berat kini terdengar lagi di telinga.
Sejenak dia langsung bersujud di depan Tapak Setan, "Ampun Senior.. Aku tidak ingin mati di sini.. Aku masih punya keluarga yang berada di rumah... aku janji tidak akan memberi tahukan kejadian ini ke orang lain..." Dia membenturkan kepalanya ke lantai sebanyak 3 kali, terlihat jelas badannya seperti gemetaran.
Tapak Setan tersenyum menakutkan dari balik topengnya, "Baik, aku tidak akan membunuhmu, tapi...." Sejenak telapak tangan kanannya mengalir tenaga dalam.
Srett..
Dengan empat kali ayunan tercepatnya, kedua tangan dan kaki dia terpotong dan hanya menyisakan badannya seorang diri. Dia menjerit kesakitan lalu pingsan ke lantai tidak kuat menahan rasa sakit yang di terimanya.
__ADS_1
"Biadap kau Tapak Setan! Kau seperti Iblis! Kau sama dengan membunuhnya!" 8 pendekar sisanya dari Partai Pengemis maju menyerangnya.