Legenda 7 Bintang

Legenda 7 Bintang
Ch15. Pulau Neraka


__ADS_3

"Akhirnya aku sampai di Pulau Neraka." Lin Yuan menghela nafas panjang saat dirinya dan Li Bai bisa sampai ke tempat tinggalnya. Sudah kejadian tak terhitung kalinya saat dirinya hampir celaka, dan puncaknya ketika dia kehilangan separuh tenaga dalam.


"Aku harus segera masuk ke Pulau Neraka untuk memulihkan kekuatanku dan sambil melatih Li Bai."


Lin Yuan mengambil pusaka langit berbentuk kalung yang ada di cincin samudera, kemudian meletakkan di depannya, "Dimension." Seketika itu muncul lingkaran hitam yang sangat kecil lama-kelaman menjadi sebesar manusia. 


Lin Yuan segera masuk ke lingkaran tersebut dan dalam sekejap mereka sudah ada di tengah-tengah Pulau Neraka di tempat tinggalnya. 


* * * *


Tahun berganti tahun setelah Lin Yuan masuk ke Pulau Neraka, sekarang Li Bai sudah Berumur 5 tahun. Walaupun Li Bai baru berumur 5 tahun tapi kecepatan tumbuh Li Bai benar-benar cuma satu kata, mengerikan. 


Saat umur 1 tahun Li Bai sudah bisa berjalan, ketika umur 2 tahun dia sudah bisa berbicara lancar. Bahkan saat sudah berumur 3 tahun dia sudah bisa menulis dan membaca. Lin Yuan hanya bisa menggelengkan kepala saat melihat pertumbuhan Li Bai, bahkan dia dulu saat kecil tidak seperti ini pikirnya.


* * * *


"Ayolah Kakek.. Kapan aku mulai berlatih beladiri, aku sudah bosan mendengar kakek bercerita terus. Bahkan aku sudah hafal semua sama cerita kakek." Li Bai mendekat ke arah Lin Yuan dengan menunjukkan muka yang memelas.


"Hohoho yakin kau sudah hafal semua sama cerita kakekmu ini? ah, baru juga aku mau bercerita tentang Legenda Pendekar Dewa, yasudah gak jadi." Lin Yuan kemudian melirik ke arah Li Bai.


Seketika itu mata Li Bai langsung berkobar-kobar, "Cerita apa itu kek? Legenda Pendekar Dewa, apakah seru? Aku mau kek di ceritakan."


"Hahaha Yasudah sini duduk di depan kakekmu ini, akan aku ceritakan."

__ADS_1


"Pada zaman dahulu hidup seorang pemuda, pemuda tersebut di latih sama Dewa dan akhirnya menjadi Pendekar Dewa, tamat."


Li Bai seketika itu berdiri, "Kakek... Cerita apaan itu? bahkan cerita itu tidak lebih dari satu menit." Li Bai berteriak marah-marah, merasa waktunya terbuang dengan sia-sia.


"Ya cerita.. kan tadi sudah aku beritahu, cerita Legenda Pendekar Dewa." Lin Yuan terkekeh melihat Li Bai marah-marah. 


"Terserah kakek saja, mending aku melanjutkan membaca buku di perpustakaan, dari pada mendengarkan cerita kakek yang tidak jelas seperti itu lagi." Tanpa memperdulikan Lin Yuan tertawa, Li Bai langsung pergi ke perpustakaan. 


Kejadian seperti ini tidak cukup sekali, bahkan tiap hari. Li Bai memang sudah tidak sabar ingin berlatih beladiri, karena menurut cerita kakeknya, di dunia luar banyak bangunan tinggi, banyak makanan yang enak dan banyak orang berjualan di pasar. Sehingga menggerakan semangatnya untuk segera berlatih beladiri dan keluar secepatnya dari pulau ini.


"Hm, sepertinya sudah saatnya aku melatih Li Bai mulai sekarang." Lin Yuan memandang ke depan dengan wajah serius. 


Keesokan harinya Lin Yuan menghampiri Li Bai, "Cucuku apakah kau sudah siap untuk berlatih beladiri?"


"Hohoho kau semangat sekali.. Pelajaran pertamamu, memperkuat tulang, otot dan darah. Kau tahu kan tulang dan otot pendekar terbagi menjadi beberapa bagian."


"Tahu kek, dari yang terlemah tulang kayu, tulang besi, tulang perunggu, tulang perak, tulang emas, dan terakhir tulang Langit. Dan otot sendiri dari yang terlemah, otot biru, otot kawat dan terakhir otot besi.


Bagus sekarang latihan pertamamu, berlari di daerah sini sampai kau tidak sanggup untuk berdiri, tapi jangan sampai melewati batas penghalang tersebut, yang ada kau akan di makan sama siluman penghuni pulau sini."


"Berlari kek, yang benar saja." Li Bai memasang muka yang memelas.


"Apakah kau tidak mau segera keluar dari pulau ini." Lin Yuan menaikan satu alisnya, "Aku dengar di kota terdapat makanan yang sangat enak."

__ADS_1


"Aku tadi cuma bercanda kek, siapa yang tidak mau segera keluar dari tempat ini." Li Bai langsung semangat saat Lin Yuan mengatakan makanan. 


"Bagus, sekarang kau berlatihlah. Aku tidak akan mengizinkanmu keluar dari pulau ini sebelum kau mencapai tingkat Ahli. Dan jangan lupa, jangan sampai melewati batas penghalang kau belum sanggup untuk melawan siluman di pulau sini.


"Baik lah kek."


Li Bai segera berlari memutari daerah sekitar. Setengah jam berlalu nafas Li Bai sudah tidak lancar lagi. 40 menit berlalu Li Bai terduduk di tanah nafasnya terengah-engah. 


"Ayolah anak muda, belum juga ada satu jam, kau sudah tidak sanggup berdiri." Lin Yuan memberikan air untuk Li Bai sekedar membasahi tenggorokan. 


"Namanya juga capek kek, jangan salahkan saya, salahkan tubuh ini yang sudah tidak sanggup berlari."


Lin Yuan sampai tersedak di buatnya, bisa-bisanya Li Bai yang belum genap 6 tahun bisa memutar balikkan fakta.


"Ais.. Terserah kau saja, kalau kau sudah kuat lagi lekas berlari lagi."


"Berlari lagi kek, kan tadi sudah..." Li Bai merasa ini bukan melatih tapi seperti menyiksa.


"Sudah ku bilang, kau tidak akan berhenti berlari sebelum aku yang bilang berhenti... Sekarang lekas berlarilah..."


"Baik, baik kek, aku akan berlari lagi..."


__________________________________________

__ADS_1


HEI PEMBACA YANG BAIK HATI DAN TIDAK SOMBONG, JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN KOMENTAR KALIAN YA.


__ADS_2