
"Tidak.. Tidak.. Ini tidak mungkin.. Yang Mulia..." Badan mereka bertiga seketika itu sangat lemas, bahkan Jendral Selatan sampai terduduk di tanah dengan tombak yang di pegang sebagai penyangga tubuhnya. Sesaat kemudian Terlihat sekelebat kemarahan di setiap mata mereka, tangan kanan yang mengepal erat-erat dan nafas mereka yang memburu dengan cepat.
"Biadap!" Sejenak kepalan tangannya menghantam tanah dengan keras-keras, "Detik ini juga, mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatan yang mereka lakukan!" Jendral Selatan bangun dari duduk, di genggamnya sebilah tombak dengan erat-erat. Kini nafasnya semakin memburu, otot yang menegang di lehernya dan gigi yang di rapatkan di balik mulutnya.
Wush..
Tanpa berkedip dia sudah tidak berada di tempat dia berdiri, Jendral Selatan menyerang pendekar bertopeng yang sedang memegang kepala Kaisar Yin Zi. Terlihat mata tombaknya kini di arahkan ke depan seperti ingin mengoyak-ngoyak tubuhnya sampai bagian terkecil.
Di sisi samping Tapak Setan hanya melirik dia kemudian tersenyum dari balik topengnya. Tidak hanya itu, sesaat kemudian di lemparkan kepala Kaisar Yin Zi ke arahnya dengan kuat-kuat seperti melempar bola basket.
"Yang Mulia..." Sejenak Jendral Selatan berhenti dan fokus matanya hanya tertuju pada kepala Kaisar Yin Zi yang melayang menuju ke arahnya.
Wush..
Tapak Setan sudah berada di depan Jendral Utara, "Kau melihat ke arah mana? Dalam pertarungan fokuslah ke musuhmu, Memukul Udara." Tapak Setan terlihat hanya memukul udara, tapi sebenarnya dia sudah memukul perutnya dengan kecepatan di luar akal manusia.
Di sisi samping, Jendral Selatan terlukis jelas seperti orang yang baru kaget akan sesuatu. Dia mencoba menyerang dengan ujung tombaknya. Tapi sesaat kemudian dari arah perutnya seperti ada sesuatu yang menghantamnya dengan sangat keras.
Brakk..
Jendral Selatan terpelanting ke belakang, ia dengan segera menancapkan tombaknya ke tanah dengan kuat-kuat untuk segera mengerem tubuhnya yang sempat terpental. Jendral Selatan langsung memfokuskan pandangan matanya ke pendekar bertopeng tersebut. terlihat juga darahnya merembes keluar dari mulutnya, di usapnya darah itu dengan tangan kanannya.
"Hati-hati Jendral Selatan, aku yakin dia sangat kuat." Mereka bertiga-tiganya langsung muncul dan berdiri di samping Jendral Selatan yang sehabis terpental cukup jauh.
__ADS_1
"Dia menghilang! Tetap Siaga!" Mereka berempat langsung memfokuskan pandangan ke sekitar, sesaat itu juga mereka saling berhadapan punggung ketemu punggung untuk melindungi serangan dari arah belakang.
"Tapak Seribu Bayangan." Tapak Setan kembali muncul di samping mereka yang berjarak kurang dari setengah meter. Kedua tangannya di lipat ke belakang, ia lalu tersenyum seperti sehabis melakukan sesuatu.
Semua Jendral matanya langsung fokus ke arahnya, di arahkan semua senjata masing-masing dengan kecepatan tinggi.
Brakk...
Keempat-empatnya terpelanting ke belakang seperti sesuatu telah terjadi pada mereka. Sejenak darah mereka merembes keluar dari mulutnya, sekujur tubuh mereka seperti sehabis di pukul oleh sesuatu yang sangat keras dengan jumlah yang lebih dari 100 pukulan.
Mereka lalu mengambil pil penyembuh masing-masing yang berada pada kantong bajunya dan langsung menelannya. Sekejap nafas mereka yang memburu kini kembali stabil, rona wajah yang seperti pucat kembali segar lagi.
"Mundur!!" Jendral Barat memberi aba-aba untuk bergerak mundur, mereka harus mengatur rencana jika ingin melawannya, Jendral Barat merasa pendekar tersebut tingkat kekuatannya berada jauh di atas mereka.
"Siapa kau sebenarnya? tidak mungkin kami berempat bisa kalah darimu yang hanya seorang diri!" ucap Jendral Utara yang terlihat raut wajah yang serius, sejenak tetesan keringat jatuh ke arah badannya yang terbungkus armor hitam. Tangan kanannya kini juga sedang memegang senjata berupa cambuk berwarna coklat.
"Aliran Hitam biadap! Kami para Jendral akan mempertanggungjawabkan perbuatan kalian, formasi A!"
Ketiga Jendral mengepung Tapak Setan dari 3 sisi, kemudian Jendral Utara menyerang dari atas dengan kecepatan tidak masuk di akal.
"Cambuk Neraka." Cambuk nya kini di aliri dengan tenaga dalam yang begitu besar, sejenak cambuk nya berubah warna menjadi hitam kepekatan. Kemudian di cambuk nya kuat-kuat ke arah Tapak Setan.
Bledarr..
__ADS_1
Sesaat bekas pijakan tanah hancur dengan retakan memanjang, Tapak Setan menghindar sebelum cambuk itu datang ke arah badannya.
"Nani!" Jendral Utara terkaget.
Tapak Setan sudah berada di depan dia dengan jarak kurang dari setengah meter, "Tapak Penghancur Gunung." Telapak tangan Tapak Setan mengalir tenaga dalam kemudian di sentuhnya ke badan Jendral Utara dengan sangat keras.
Kretek..
Terdengar suara seperti tulang yang patah di punggung badan Jendral Utara. Belum cukup sampai di situ, tangan Tapak Setan kini berganti dengan kepalan tangan, "Memukul Udara."
Duaarr..
Badan Jendral Utara seperti terdorong kebelakang, matanya langsung melotot, dan mulutnya melebar dengan tinggi-tinggi. Sesaat pandangan mata Jendral Utara makin lama semakin kabur kemudian dia jatuh ke lantai.
Ketiga Jendral yang melihat temannya mati kini diam membeku. Sejenak mata mereka memancarkan kilatan cahaya yang seperti ingin membunuh Tapak Setan dan mencincang badannya menjadi bagian terkecil.
"Aku beri satu kalian pilihan, mengabdi menjadi bawahanku atau mati seperti dia?"
.
.
.
__ADS_1
.
Selamat menjalankan Ibadah Puasa bagi yang menjalankan. Jangan lupa tinggalkan Like dan komentar kalian, terimakasih..