
"Tentu sayang. Jika kau mengikuti pertarungan itu, pengalamanmu di hal beladiri akan meningkat drastis..."
"Yang ku dengar hadiah kali ini sangat menarik, bukan hanya uang melainkan mendapatkan 2 add strength plus pill. Pil itu sangat langkah di Kekaisaran ini, karena satu pil saja bisa menambahkan 1000 lingkaran tenaga dalam. Jika kau menelan pil tersebut kau bisa langsung naik pesat ke tingkat pendekar Ahli tahap Menengah dan hampir mendekati ke tahap akhir," ucap Denjiro mantap.
"Jadi sebisa mungkin aku harus menang," tanya Hiroshi lagi.
"Tidak harus menang, yang terpenting kau sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk bertarung, itupun ayah sudah bangga."
"Tidak, aku akan memenangkan pertandingan entar dan membuat ayah semakin bangga mempunyai anak sepertiku." ucap Hiroshi dengan semangat yang berkobar-kobar.
"Hahaha, aku bangga mempunyai anak sepertimu. Sebaiknya kita lanjutkan perjalanan lagi."
"Baik..."
Kini mereka melanjutkan perjalanan menuju kota Hakka, sudah 4 hari berlalu mereka terus berjalan dan hanya berhenti ketika menjelang malam. Saat masuk ke hari yang ke lima terjadi insiden yang tidak terduga, perbekalan air minum mereka mau hampir habis.
Mereka dengan segera mencari sungai atau desa sekitar untuk mengisi persidaan air mereka, tapi satupun tak terlihat oleh mata mereka, dan hanya melihat hamparan rumput yang memenuhi pandangan mata mereka.
"Ayah, Bagaimana mana ini? persidaan air kita cuma cukup sampai 3 jam mendatang?" tanya Hiroshi dengan wajah seriusnya.
Di sisi samping Denjiro menggelengkan kepala, sebelumnya ia menyesal telah mengambil jalan pintas menuju kota Hakka. Jalan ini memang jalan tercepat menuju kota tersebut, tapi masalahnya tidak ada desa atau sungai jernih yang terlihat oleh mata mereka saat mengambil jalan ini.
"Ayah lihat ke arah sana! sepertinya ada yang mendekat ke arah kita." Hiroshi langsung menunjuk ke suatu tempat dengan jari telunjuknya, "Bagaimana kalau kita meminta sedikit air ke mereka?"
Denjiro langsung menolehkan kepala, ia lalu melihat ke arah yang di tunjuk sama Hiroshi, kemudian ia menganggukkan kepala, "Kau benar sayang, tunggu di sini, biar aku sendiri yang mendekat ke arah mereka," jawab Denjiro yang langsung meninggalkan Hiroshi.
__ADS_1
Denjiro lalu menuju ke arah mereka, ia melihat seorang kakek berusia sekitar 60 tahun dan anak laki-laki yang berusia sekitar 13 tahun sedang berjalan dengan santainya menuju ke arahnya. Dengan segera Denjiro memberi hormat ke arah kakek tersebut karena merasa dia lebih tua darinya.
"Salam junior kepada senior.." Sejenak Denjiro membungkukan badan, "Perkenalkan namaku Denjiro, Apa aku boleh meminta sedikit bantuan ke kalian berdua."
"Senior tidak perlu sungkan, katakan saja, aku dan kakekku ini akan membantu senior dengan semampu kami," ucap Li Bai yang langsung membuka suara.
Di sisi samping Lin Yuan juga menganggukkan kepala, "Ya katakan saja, apa yang kau butuhkan."
"Jadi begini senior, junior ini beserta anakku sedang akan menuju ke Kota Hakka. Tapi terjadi hal yang tak terduga di perjalanan kami. Kami telah kehabisan persediaan air. Maaf jika kalian tidak keberatan, aku mau membeli beberapa persediaan air ke senior. Tidak terlalu banyak yang penting cukup sampai 2 hari ke depan," jawab Denjiro dengan malu-malu, baru kali ini ia meminta bantuan ke orang lain, biasanya orang lain yang meminta bantuan ke dirinya.
"Oh itu, ini ambil." Lin Yuan langsung melemparkan beberapa botol air ke arah Denjiro, "Kau tidak perlu membayar, persediaan kami masih banyak."
"Ah, terimakasih senior, aku berhutang budi ke kalian."
"Senior kami juga akan pergi ke kota Hakka, Kenapa kita tidak berangkat bersama saja," ucap Li Bai.
"Tidak, cucuku ini mau mengikuti pertandingan itu juga," jawab Lin Yuan langsung memotong.
Denjiro langsung melebarkan matanya dengan perkataan Lin Yuan yang barusan, "Apa benar senior, bukannya aku lancang tapi yang kulihat cucu senior tidak punya sedikitpun tenaga dalam. Dan di pertandingan itu rata-rata pesertanya pendekar Awal sampai ke tingkat Bumi."
"Hahaha, tidak apa-apa cucuku pasti bisa menang..." Lin Yuan tertawa terbahak-bahak sejenak tangannya memukul-mukul pundak Li Bai.
Di sisi samping Li Bai sampai terbatuk-batuk karena Lin Yuan memukul pundaknya terlalu keras.
Denjiro hanya meringis melihat kejadian itu, ia lalu memanggil Hiroshi yang berada agak jauh dari mereka, "Hiroshi kemarilah..."
__ADS_1
Hiroshi melihat ayahnya memanggilnya langsung mendekat ke mereka bertiga.
"Perkenalkan ini anakku, namanya Hiroshi." Denjiro lalu menyuruh Hiroshi untuk membungkuk, "beri hormat ke mereka sayang."
Hiroshi mengerti, "Nama junior ini Hiroshi senior, salam kenal," ucapnya agak malu-malu, karena melihat anak laki-laki yang seumuran dengannya.
Di sisi samping Li Bai yang melihat paras cantiknya, langsung membuka mulutnya membentuk lingkaran kecil.
Plakk..
Secara reflek Lin Yuan memukul kepala Li Bai, "Di mana sopan santunmu di depan wanita, cepat membungkuk juga."
Li Bai cuma bisa nyegir, ia lalu membungkuk ke mereka berdua, "Senior dan Nona, Perkenalkan namaku Li Bai juga."
"Dia cucuku dan nama kakek ini Lin Yuan. Jika kalian tidak keberatan sebaiknya kita berangkat bersama-sama menuju kota Hakka juga."
"Itu ide yang bagus senior, lebih rame lebih bagus," jawab Denjiro senang karena mendapatkan lawan bicara yang lebih tua darinya.
Mereka berempat lalu melanjutkan perjalanan bersama menuju kota Hakka. Saat menjelang malam hari, terlihat mereka sampai di bibir hutan. Dengan segera mereka membagi tugas masing-masing. Denjiro bertugas untuk mencari hewan buruan untuk di jadikan santapan makan malam kemudian Lin Yuan, Li Bai dan Hiroshi bertugas mencari kayu ranting untuk di bakar.
* * * *
Setelah perut mereka kenyang oleh hasil buruan yang di bawa oleh Denjiro, terlihat mereka berempat sedang mengobrol masing-masing.
"Oh, kalian berdua berasal dari desa Zeko, Desanya Para Pendekar," ucap Lin Yuan kaget saat Denjiro menunjukkan tempat tinggalnya.
__ADS_1
"Ah, ternyata senior tahu desa kami, tidak ku sangka desa kami rupanya cukup terkenal, hahaha." jawab Denjiro dengan bangganya karena desanya sendiri banyak yang mengenalnya.
"Iya tentu, aku sudah lama tinggal di Kekaisaran ini, tidak ku sangka desa Zeko akan mengikuti pertandingan juga. Seperti nya cucuku akan sedikit sulit untuk memenangkan pertandingan entar, hahaha."