Legenda 7 Bintang

Legenda 7 Bintang
Ch28. Kematian Kaisar Yin Zi


__ADS_3

Mereka sisanya 8 pendekar Partai Pengemis menyerang Tapak Setan. Sebagian mereka langsung mencabut senjata yang tersimpan di pinggang mereka dan sebagian menyerang dengan tangan kosong.


Di sisi samping Tapak Setan tak gentar sekalipun, bahkan ia seakan tersenyum seperti sedang menikmati, "Sebelum kalian mati, akan aku tunjukkan ke kalian jurus yang barusan aku latih selama beberapa tahun ini, Tapak Seribu Bayangan."


Ke 8 pendekar Partai Pengemis diam tak bergerak sesaat hampir mengenai tubuh Tapak Setan yang berjarak kurang dari setengah meter, kemudian mereka saling melirik satu sama lain. Tidak hanya itu mereka semua langsung memuntahkan darah dari mulutnya seakan sesuatu sedang terjadi pada tubuh mereka. 


Dan brugghh... 


Mereka semua tewas dan tumbang ke lantai dengan mata mereka yang melotot. 


Sederhana ini adalah serangan menggunakan kecepatan serangan, sebelum mereka pendekar Partai Pengemis hampir mengenai tubuh Tapak Setan, dia sudah duluan menyerang mereka dengan kecepatan Telapak Tangan yang di luar akal manusia. Bahkan Tapak Setan sendiri seperti tidak bergerak seinci pun dari tempatnya. Kecepatan serangannya membuatnya seperti mempunyai seribu tangan, oleh sebab itu dia menamai Tapak Seribu Bayangan.


Kaisar Yin Zi sesaat lemas tak berdaya setelah melihat semua Partai Pengemis mati di bantai semua sama Tapak Setan, Bahkan dirinya sendiri seperti tidak mempunyai tulang di semua anggota tubuhnya. 


Tapak Setan kemudian berjalan ke arah Kaisar Yin Zi yang terlihat jelas seperti ketakutan. Tapak Setan tersenyum di balik topengnya, kini rencana pertamanya telah berhasil di jalankan. 


"Tolong ampuni aku senior Tapak Setan.. aku... akan memberikan senior uang yang sangat banyak bahkan semua kekayaan pribadi ku..." Yin Zi berlutut di depannya, sejenak kedua tangannya di arahkan ke depan wajahnya seperti sedang memohon ampun. 


"Hahaha kau pikir aku akan tergiur akan uangmu, aku lebih senang kehancuran di muka bumi ini. Sebelum kau mati akan kutunjukkan kau sesuatu..." Sesaat Tapak Setan membuka topi jerami yang menutup kepala beserta topeng tengkoraknya dan memperlihatkan wajahnya yang terlihat bukan seperti manusia tapi seperti bangsa Iblis. 

__ADS_1


Yin Zi beserta Shu Qhiancheng melototkan matanya setelah melihat pemandangan di depan matanya yang tidak masuk akal. Mereka berdua menelan ludah, seakan tidak percaya bahwa bangsa Iblis benar-benar ada, bukan hanya sekedar ada di dalam legenda.


"Benar seperti yang kalian pikirkan berdua, aku adalah bangsa Iblis. Kami sudah ada di semua muka bumi ini, bahkan di Belahan Barat juga bangsa kami ada."


"Apa yang kalian rencanakan di bumi ini?" Shu Qhiancheng yang dari tadi diam mencoba buka suara, dia merasa sebelum akan mau mati setidaknya dia ingin tahu. 


"Sederhana hanya ingin kehancuran di muka bumi ini, dengan membuat semua manusia saling berperang satu sama lain." Lalu Tapak Setan tersenyum dengan muka menakutkan setelah itu dia melanjutkan bicara. 


"Kalian kuberi tahu satu hal, aku yang membuat aliran hitam bergerak untuk membantu pangeran Yin Zuang mendapatkan kursi Kekaisaran, dan aku juga yang menggerakkan pangeran kedua untuk berani ber kudeta denganmu."


Jederr.. 


"Berarti kau dalangnya dalam semua penyerangan ini!" Kaisar Yin Zi berucap, sejenak tangan kanannya mengepal dengan erat-erat.


"Hahaha.. Benar, setelah ini aku akan membuat semua aliran putih dan semua aliran hitam saling berperang satu sama lain, sekarang kalian matilah dengan tenang." Dengan kecepatan tangan Tapak Setan memenggal kepala mereka berdua. Tidak hanya itu, semua keluarga Kekaisaran yang ada di ruangan tersebut tidak lolos dari yang namanya kematian.


* * * *


Kita flashback dan berpindah sejenak.

__ADS_1


Sebelum malam penyerangan istana Kekaisaran atau tepatnya di sore harinya, terlihat 4 orang sedang memacu kuda hitam mereka dengan kecepatan tinggi. Sejenak tali kuda mereka di kibaskan ke atas dengan keras-keras agar kuda mereka semakin cepat berlari. 


Mereka berempat menggunakan full armor dari kaki sampai ke kepala, terlihat juga senjata masing-masing yang tersimpan di samping badannya dari yang berbentuk tombak sampai senjata gada. Tidak ada satupun percakapan dari mereka, yang terdengar hanya suara langkah kaki kuda yang sedang berlari menyusuri jalan dan suara ringkikkan kuda mereka. 


Mereka adalah Jendral Penguasa 4 Gerbang, pertama Han Xin Jendral Utara, kedua Zhang Feng Jendral Selatan, ketiga Mha Cao Jendral Timur dan terakhir Guan Yu Jendral Barat. 


Setelah mendapatkan surat dari Yang Mulia Yin Zi, Mereka langsung berkumpul dan bergerak dengan memacu kudanya dengan kecepatan tinggi untuk segera sampai ke Istana Kekaisaran.


Tidak ada yang tahu kekuatan 4 Jendral tersebut, tapi sebagian pendekar ada yang pernah berhadapan dengan salah satu dari mereka. Menurut pengakuan pendekar tersebut, setidaknya mereka setara dengan pendekar Langit Tahap Awal.


Mereka telah sampai di gerbang Kota Hebi, sesaat mata mereka langsung melebar tinggi-tinggi setelah melihat Prajurit yang berjaga di Kota tersebut telah mati dengan kepala terpisah.


"Kita harus segera sampai di Istana, aku mempunyai firasat buruk pada Yang Mulia," ucap Jendral Utara yang berada di atas kudanya, sejenak tangannya mengusap keringat yang berada di dahinya. Terlihat juga senjata berupa cambuk yang melingkar rapi di samping kiri pinggangnya.


Mereka menganggukan kepala, di pacunya lagi kuda mereka dengan kecepatan tinggi. Dan sesaat mereka mau masuk ke gerbang Istana mata mereka langsung melotot, kini di depan istana seperti medan pertarungan, mayat bergelimpangan di mana-mana, suara orang yang sedang bertarung menghiasi telinga mereka.


"Apa-apaan ini?" Jendral Barat menelan ludah, "Prioritas kita Yang Mulia! Jendral Utara ikuti aku, kita mencari Yang Mulia! Sisanya hentikan pertarungan yang ada di depan?"


"Tidak! kita tidak perlu lagi mencari Yang Mulia..." Sejenak Jendral Timur mengambil udara dalam-dalam kemudian dia menunjuk ke seseorang pendekar bertopeng yang sedang memegang kepala Kaisar Yin Zi, "Lihat orang itu yang baru keluar dari dalam Istana!"

__ADS_1


"Tidak... tidak... ini tidak mungkin... Yang Mulia..."


__ADS_2