Legenda 7 Bintang

Legenda 7 Bintang
Ch26. Kehebatan Gui Tong


__ADS_3

"Langkahin dulu mayat ku, baru kalian bisa membunuh Kaisar Yin Zi." Gui Tong melotot ke mereka, ia lalu mengambil golok kesayangan yang tersarung rapi di samping pinggangnya. Sejenak aura pembunuhnya merembes keluar dari dalam badannya, ruangan yang aslinya sejuk kini berubah menjadi ruangan yang pengab seperti tidak ada udara.


Mereka kesepuluh pendekar aliran hitam menjadi waspada, sejenak mata mereka saling melirik satu sama lain. Dan salah satu pendekar terlihat ada yang mengambil senjata golok juga dari samping pinggangnya.


"Kita buktikan siapa di antara kita yang jago memainkan senjata golok." Pendekar bercodet dan bermuka sangar kembali berucap, kumisnya saling naik turun seperti sedang mengejek, "Serang..." Dia lalu mengayunkan senjata ke depan untuk memberi tanda menyerang.


Pendekar aliran hitam maju menyerang ke 25 pendekar dari Partai Pengemis. Kini ruangan kamar yang tak lebih dari 15 meter persegi, menjadi tempat medan pertarungan. Sesaat suara langkah kaki yang saling bertarung dan suara teriakan ketakutan terdengar memenuhi ruangan tersebut. 


"Jurus Golok: Tarian Lumba-lumba." Gui Tong mencoba menyerang salah satu pendekar aliran hitam yang ingin menjangkau Kaisar Yin Zi, sejenak goloknya bergerak meliuk-liuk seperti hewan Lumba-lumba yang sedang berenang di air.


Srett... 


Brugghh.. 


Kepalanya terpisah dari tubuhnya, sesaat darah me muncrat dari lehernya seperti air mancur, beberapa anggota keluarga Kaisar Yin Zi menjerit histeris saat kepala pendekar tersebut terpisah, bahkan anak perempuannya lansung pingsan sesaat melihat kepala bergilinding di depan matanya.


Gui Tong hanya melirik mereka dan kembali lagi memandang pendekar aliran hitam yang kini tinggal 5 orang, selebihnya sudah jatuh ke tanah merenggang nyawa semua. 


Pendekar bercodet menggenggam golok secara erat-erat, darahnya mendesir naik merangkak menuju wajahnya, kini dia tak lebih dari seekor kerbau yang bodoh. Sebelumnya dia telah menyesal tidak membawa lebih banyak pendekar yang ingin membantu memenggal kepala Kaisar Yin Zi. 

__ADS_1


"Apa kau masih ingin diam terus di sana dan tak ingin menyerangku?" Gui Tong kembali berucap, sesaat tangannya menyentuh hidungnya sendiri seakan sedang mengejeknya.


"Biadap kau, kami aliran hitam tidak akan mundur dan lebih memilih mati, Serang..." Kelima-limanya maju menyerang, sejenak di wajah mereka tidak terpampang perasaan takut sekalipun. Jelas-jelas mereka akan kalah, bahkan satupun dari pihak Partai Pengemis belum ada yang mati tapi mereka sangat nekat melawan lagi.


Trankk... 


Trankk.. 


Suara dua senjata golok saling beradu terdengar di telinga mereka yang ada di ruangan, sesaat terlihat kilatan-kilatan cahaya saat dua senjata tersebut saling berbenturan satu sama lain. 


Pendekar bercodet bergerak mundur lalu, "Jurus Golok: Pemecah Air." Pendekar bercodet memainkan senjata goloknya secara bengis, goloknya kini bergerak kanan kiri seperti sedang ingin menebang pohon.


Trankk.. 


Senjata dua golok saling berbenturan saling menyilang. Kini suara dua senjata terdengar semakin memekikkan telinga, anggota keluarga Kekaisaran sampai menutupkan telinga, tidak kuat mendengar suara tersebut.


Krakk... Krakk.. Krakk.. 


Tidak lama senjata pendekar bercodet terbelah menjadi dua, serangan Gui Tong lebih dasyat daripada dia. Sejenak matanya melebar tinggi-tinggi sesaat melihat senjata yang sudah menemaninya selama hampir 70 tahun patah menjadi dua dan serangannya kalah kuat sama musuhnya. 

__ADS_1


jlebb...


Belum lama dia tersadar, golok Gui Tong sudah bersarang di dadanya. Merasa belum puas, Gui Tong mengayunkan kuat-kuat golok tersebut ke samping. 


Srett.. 


Tubuh pendekar bercodet jatuh ke lantai dan hampir putus menjadi dua, sejenak darah menyembur keluar dari dalam tubuh pendekar tersebut. Kini Gui Tong seperti psikopat yang sedang haus darah. Semua anggota Kekaisaran yang melihat kejadian itu, langsung memuntahkan isi perut mereka masing-masing. 


Tak lama kemudian terdengar suara yang memecahkan keheningan mereka semua.


"Hebat.. Hebat.. Hebat.." Seseorang dari arah pintu masuk ke tempat tersebut, dia memakai pakaian serba hitam beserta topi jerami dan topeng tengkorak yang menutupi wajahnya. Dia menepuk-nepuk ke dua tangannya seperti sehabis melihat hal yang menarik. Dia tak lain si Zuan Feng atau si Tapak Setan. 


"Tetap waspada." Gui Tong memberi arahan ke sesama pendekarnya, dia merasa orang tersebut bersanding kuat dengan seniornya, karena dia sendiri tidak bisa membaca tingkat prakteknya. 


"Orang asing siapa kau? Apa kau juga ingin mengambil nyawa sang Kaisar?" Gui Tong bertanya, sejenak tangannya sudah menggemgam lagi golok yang sempat di taruh nya di samping pinggangnya. Dia berfikir jika sewaktu-waktu orang yang di depannya menyerangnya dia sudah bersiap akan menangkis nya. 


"Hahaha.. Benar aku akan mengambil nyawa sang Kaisar." Lalu orang itu setengah berlutut seperti memberi hormat, "Kenalkan namaku Zuan Feng atau biasa di sebut si Tapak Setan. 


Mereka yang ada di ruangan seperti sehabis tersambar petir sesaat orang itu menyebutkan namanya, tak sebagian ada yang sampai lemas kedua kakinya. Sejenak jantung Gui Tong berdegup kencang, matanya melebar tinggi-tinggi dan ototnya menegang di setiap sisi. Walaupun ke 25 mereka menyerang bersamaan belum tentu mereka akan menang. 

__ADS_1


Gui Tong merasa ini adalah hari terakhirnya untuk hidup. Lalu dia melirik ke arah saudaranya sesama Partai Pengemis, "Jangan Takut! Lebih baik kita mati di pertempuran ini dari pada tidak melakukan apapun, Demi Partai Pengemis, serang dia!!"


__ADS_2