
Sudah seminggu Lin Yuan tinggal di desa tersebut, Hari-harinya di gunakan untuk memulihkan tenaga dalamnya yang kehabisan saat pertarungan kemaren. Kadang-kadang Lin Yuan saat ada waktu luang memberikan sedikit ilmu tentang beladiri kepada pemuda desa tersebut.
"Ini perhatikan gerakan berikutnya, ini namanya serangan kombinasi, biasa aku menamai serangan Hiu Melawan Arus." Lalu Lin Yuan melakukan beberapa gerakan, gerakannya sangat lembut tapi setiap serangan mengandung kekuatan yang tinggi.
Beberapa pemuda hanya menatap takjub dengan cara melatihnya yang mudah di mengerti dan tanpa menunggu lama mereka mengikuti gerakan tersebut.
Tak jauh dari itu Bei Fung yang melihat Lin Yuan mengajarkan beberapa gerakan beladiri kepada para pemudanya hanya bisa tersenyum, "Andaikata Senior Lin Yuan tinggal lebih lama di sini, mungkin para pemudanya bisa menjadi seorang pendekar." Batin Bei Fung dengan menggendong Li Bai.
* * * *
Keesokan hari Lin Yuan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Pulau Neraka karena merasa kondisinya sudah pulih, walaupun dia kehilangan separuh kekuatan, Lin Yuan tidak mungkin berada di desa tersebut selamanya sampai benar-benar pulih. Karena akan sangat berbahaya bagi mereka para warga serta Li Bai.
Semua warga ikut mengantarkan Lin Yuan sampai ke gerbang desa, "Senior Lin, sekali lagi kami para warga desa Tiayin mengucapkan terimakasih karena Senior Lin sudah menolong desa ini dari para siluman. Dan maaf senior, kami para warga sekitar hanya bisa memberikan ini." Bei Fung menyerahkan 10 keping emas.
Lin Yuan hanya mengangguk kemudian mengambil uang tersebut, "Baik, aku akan menerimanya, dan aku akan memberikan ini kepada kalian karena sudah memberikanku tempat tinggal dan susu untuk cucuku." Lin Yuan mengeluarkan sesuatu dan memberikan kepada Bei Fung.
Bei Fung diam sejenak belum mengerti akan maksud perkataan Lin Yuan, kemudian dia membuka kantong tersebut, seketika itu badannya bergetar hebat, "Ini.. ini.. Ini senior Lin?" Bei Fung melihat sekantong penuh dengan koin emas, mungkin sekitar 100 koin emas.
__ADS_1
"Ya ambilah... buat membangun rumah kalian yang hancur."
"Maaf senior ini... kami tidak bisa menerimanya." Bei Fung merasa desanya sudah terbebas dari siluman itu saja, sudah sangat bersukur.
"Mau mengambil apa mau merasakan kekuatanku?" Lin Yuan melotot ke arah Bei Fung.
Bei Fung menelan ludah, dia sudah mendengar cerita dari para pemuda desanya saat Lin Yuan dengan mudahnya mengalahkan para siluman dan Raja siluman.
"Baik senior Lin, aku akan menerimanya, uang ini akan aku gunakan untuk membangun rumah yang telah hancur, serta membangun desa ini agar semakin besar." Bei Fung semakin menghormati Lin Yuan atas sikapnya, tak hanya membantu untuk melawan siluman tetapi dia juga dengan mudahnya memberikan uang yang sangat banyak.
"Tentu, tentu senior Lin, akan ku jamin, kami para warga desa Tiayin akan selalu membuka rumah untuk senior dan cucu senior." Para warga juga mengangguk tanda setuju untuk selalu membuka rumah juga buat Lin Yuan dan Li Bai.
"Hati-hati senior Lin." Mereka semua memberi hormat tanda perpisahan.
* * * *
Lin Yuan bergerak lagi ke tempatnya dan saat ini dia sedang beristirahat di hutan, Lin Yuan mengumpulkan ranting-ranting dan menyalahkan api untuk membakar daging Raja siluman.
__ADS_1
"Hm, sebaiknya aku mampir ke kota untuk menukar permata siluman dengan pil untuk perkembangan latihan cucuku entar," ucap Lin Yuan yang memandang kobaran api, yang sedang membakar daging siluman tersebut.
"Hahaha... Akhirnya aku menemukanmu kakek tua, tak ku sangka kita bertemu di sini," ucap seorang laki-laki yang berpakaian hitam dan memakai sebuah topeng.
Lin Yuan menyipitkan mata, "Orang asing Siapa kau? Dan ada urusan apa sama aku?" Lin Yuan merasa tak pernah ada urusan sama orang yang ada di depannya bahkan untuk sekedar kenal.
"Tidak perlu banyak omong kau, detik ini juga aku akan mengambil kepalamu, Jurus Ilusi: Mata Ilusi." Dari arah bayangannya muncul 2 orang sama dan mereka mencoba menyerang secara bersamaan.
"Sial, itu jurus ilusi, langkah petir." Lin Yuan tidak ingin menghapi pemuda tersebut dan mencoba kabur. Dia tidak mungkin bisa menang saat menghadapi jurus ilusi, jurus itu sangat merepotkan baginya. Kekuatannya sekarang juga berada pada pendekar Raja tahap awal dan musuhnya berada pada pendekar Raja tahap akhir.
"Manusia hina! jangan kabur kau! langkah Seribu." Pemuda tersebut dengan mudahnya mengejar sosok Lin Yuan yang ada di depannya, "Mati kau! Jurus Ilusi: Tebasan 3 Bayangan."
"Sial, Siapa sebenarnya dia? Jurus Naga: Tubuh Naga." Lin Yuan mengaktifkan tubuh bajanya dan serangan mereka hanya membuat Lin Yuan behenti Berlari.
"Maaf anak muda, ada urusan apa sama Kakek ini? saya tidak kenal anda dan tidak pernah ada urusan sama anda?" Lin Yuan berbicara sopan karena tidak ingin sekalipun menghadapi pemuda tersebut, apalagi dia pengguna ilusi.
"Kau sudah akan mau mati, masih banyak omong. Mati Kau!."
__ADS_1