
Terlihat Lin Yuan kini sedang berjalan ke sekitaran jalan kota Bunga, sejenak matanya melirik kanan kiri untuk menemukan tempat yang bisa menjual informasi yang di butuhkan olehnya. Setengah jam berlalu kini dia berhenti dan memandang gedung yang tak asing baginya, "Hm, Paviliun Surga Obat, tak kusangka di kota ini juga ada." Gumamnya.
Lin Yuan masuk dan seperti biasa seorang pelayan menghampiri dia dengan senyuman yang di paksakan.
"Selamat datang di Paviliun Surga Obat, Apa yang bisa kami bantu?"
Lin Yuan menganggukkan kepala, dia mengeluarkan kartu perak yang pernah di peroleh saat berada di kota Jieshou. Ia lalu menunjukkan ke arah pelayan tersebut.
"Ah maaf, ternyata tuan ini tamu kehormatan kami." Sejenak pelayan tersebut langsung membungkukkan badan, "Mari masuk tuan, kami Paviliun Surga obat akan melayani tuan dengan sangat spesial."
"Ya tidak apa-apa, selain kebutuhan sumber daya untuk para pendekar, Apakah di sini menjual informasi juga, aku butuh beberapa informasi?"
"Hm, tunggu di sini sebentar tuan, aku akan memanggil manager sini dulu."
Selang waktu 3 menit datang seorang wanita bertubuh tinggi, berkulit putih dan umurnya berkisar 35 tahun. Ia dengan segera menghampiri Lin Yuan dengan senyuman yang seperti akan menggoda mata pria.
"Perkenalkan tuan namaku Mu Yueyin, aku adalah manager sini. Ku dengar dari pelayan ku, tuan senior sedang mencari informasi, informasi apa yang di butuhkan sama senior? Sebisa mungkin kami akan memberikannya, yang terpenting senior berani membayar akan informasi itu."
Lin Yuan menggelengkan kepala, "Soal uang tidak masalah, aku ingin informasi tentang kejadian apa saja selama 10 tahun belakangan ini di Kekaisaran Weng."
"Tidak banyak senior, cuma beberapa informasi penting yang sempat menggegerkan dunia persilatan. Sekitar 3 tahun yang lalu aliran hitam sempat menyerang istana Kekaisaran dan di penyerangan itu Yang Mulia meninggal. Tidak hanya itu, aliran netral terkuat Partai Pengemis juga membantu melindungi Yang Mulia dari tangan aliran hitam yang mencoba membunuhnya dan mereka juga tidak selamat tak terkecuali si Dewa Mabuk sekalipun," ucap Mu Yueyin dengan panjang lebar.
__ADS_1
Di sisi samping Lin Yuan hanya memainkan dagunya, kemudian dia berteriak kaget, "Apa Dewa Mabuk mati! Jangan bercanda kau!"
"Benar tuan, informasi ini sangat akurat. Apa tuan tidak tahu? Semua orang yang ada di Kekaisaran ini pada tahu semua akan kejadian itu," ucap Mu Yueyin menyakinkan.
Terlihat Lin Yuan kini diam mematung, sejenak pandangan matanya sangat kosong, kemudian ia menggelengkan kepala, "Aku bahkan baru tahu kali ini.. selain itu apa saja."
"Setelah terbunuhnya Kaisar Yin Zi, sekarang pangeran kedua Yin Zuang naik tahta menggantikan dia. Dan sempat juga terdengar kabar yang masuk ke telinga ku, jika sekarang aliran putih saling bekerja sama untuk melawan para aliran hitam."
Lin Yuan memainkan dagunya, "Terimakasih, ini informasi yang sangat penting buatku. Dan apa kau juga tahu rumah kediaman keluarga Bangsawan Xin berada di kota mana?"
"Yang ku dengar mereka berada di kota Hakka. Jika tuan senior ingin pergi ke kota tersebut, usahain jangan minggu-minggu ini."
"Minggu-minggu ini di kota Hakka akan menjadi kota yang sangat ramai karena Setiap 10 tahun sekali di kota tersebut akan menjadi tempat ajang perlombaan beladiri untuk mencari anak yang berbakat. Dan tepatnya 10 hari ke depan acara tersebut akan mulai di adakan. Yang ku dengar kali ini tidak hanya uang hadiahnya, tetapi anak itu bisa bebas masuk ke sekte manapun yang dia inginkan tanpa perlu ada tes ujian lagi."
Lin Yuan tersenyum gembira, "Bagus, informasi itu juga penting buat cucuku mencari pengalaman di hal beladiri." Lin Yuan lalu mengeluarkan kantong dari arah dalam bajunya, "Di dalam kantong ini ada sekitar 3.000 keping emas, ku harap cukup untuk membayar informasi tersebut."
"Terimakasih tuan, terimakasih, ini lebih dari cukup." Wanita itu tersenyum kegirangan, dengan hanya modal mulut bisa mendapatkan emas yang lumayan banyak.
* * * *
Lin Yuan kini sedang menyusuri jalan demi jalan, setiap restoran yang terlihat oleh kedua matanya akan di masukin olehnya hanya untuk mencari keberadaan Li Bai.
__ADS_1
"Di mana anak nakal itu makan? Sampai saat ini aku belum menemukannya." Gumam Lin Yuan, terlihat ia kini sedang berada di depan restoran yang belum di masukin olehnya.
"Selamat datang di restoran bintang 3, apakah tuan ingin makan di restoran ini?" Pemilik restoran langsung menghampiri Lin Yuan dengan ekpresi tersenyum.
"Sebenarnya aku sedang mencari anak kecil, laki-laki berusia sekitar 13 tahun. Apakah anak itu pernah datang kemari," tanya Lin Yuan.
Jika di lihat dengan mata kepala sendiri, usia Li Bai seperti anak yang berusia sekitar 13 tahun tapi sebenarnya usianya lebih muda yaitu 10 tahun. Karena Li Bai sering latihan keras dan di tunjang dengan banyaknya pil yang ia telan, jadi tidak akan heran bisa secepat itu pertumbuhannya.
Pemilik restoran itu seperti kaget akan perkataan kakek yang barusan, ia dengan segera menarik Lin Yuan masuk ke ruangan khusus para pekerja di restoran itu.
Setelah berada di ruangan, pemilik restoran itu menghela nafas panjang, "Sebenarnya sekitar 3 jam yang lalu, pernah ada anak kecil yang datang kemari ke restoran ini. Tapi waktu itu ada kejadian yang tidak mengenakan, anggota Perampok Scorpion ingin mengambil uang anak kecil tersebut dan anak kecil itu dengan segera melawan mereka. Tapi tidak begitu lama, anak kecil tersebut kalah kemudian di tangkap dan ia tadi di bawa oleh mereka para anggota Perampok Scorpion," ucap pemilik restoran.
Krakk..
Gelas yang di pegang Lin Yuan untuk minum retak di bagian sisi. Seketika itu otot di bagian lehernya menegang, secara tidak sengaja aura pembunuhnya merembes keluar dari badannya, "Bagus, bagus tunjukkan di mana mereka tinggal!"
Pemilik restoran berkeringat dingin, sejenak udara di ruangan itu langsung turun drastis.
"Tuan.. tuan... tuan tinggal keluar kota ini dan berjalan ke arah utara, sekitar 20 kilometer dari kota ini, tuan akan segera melihat markas mereka..." Pemilik restoran itu berbicara ke Lin Yuan dengan terbata-bata, sejenak kedua kakinya bergetar hebat.
Lin Yuan langsung berdiri dari kursi, ia melempar 2 koin emas ke pemilik restoran tersebut, "Ini untuk mengganti gelas yang retak, terimakasih untuk informasinya."
__ADS_1