Legenda 7 Bintang

Legenda 7 Bintang
Ch43. Pedang Pencabut Nyawa


__ADS_3

Setelah perpisahan dengan mereka, Lin Yuan dan Li Bai sedang berjalan ke sekitaran kota untuk mencari sebuah penginapan untuk mereka tinggali sementara. 


15 menit berlalu kini mereka terlihat di depan penginapan Bintang 5, dengan segera mereka langsung masuk ke penginapan tersebut.


"Selamat datang di penginapan Bintang 5, kalian ingin menginap atau memesan makanan saja." ucap seorang pelayanan yang langsung menghampiri Lin Yuan dan Li Bai saat mereka terlihat dari balik pintu.


"Aku ingin menginap selama seminggu dan sertakan juga makanan selama seminggu itu juga, berapa harga yang harus ku bayar?" jawab Lin Yuan langsung.


"Untuk kamar selama seminggu senior harus membayar 7 keping emas dan untuk makanannya senior harus membayar 2 keping emas beserta 50 keping perunggu."


Lin Yuan mengangguk, ia dengan segera menyerahkan 10 keping emas ke atas meja resepsionis, "Ambil sisanya."


"Terimakasih senior..." ucap pelayan tersebut dengan senyum yang mengambang di bibirnya.


"Maaf senior, senior tahu tempat pendaftaran pertandingan itu berada di mana?" tanya Li Bai yang kini membuka suara. 


Pelayan tersebut langsung menolehkan kepalanya ke arah Li Bai, "Oh, kau juga ingin mengikuti pertandingan itu. Hm, ya ku dengar tempat pendaftaran itu berada di tengah-tengah kota."


"Oh, kalau tempat yang biasa menjual senjata di mana senior," tanya Li Bai lagi, ia merasa sangat butuh senjata untuk dirinya sendiri dan juga untuk menggantikan pedang Hiroshi yang patah. 


"Itu juga sama berada di tengah-tengah kota, tidak jauh juga dari tempat pendaftaran itu," jawab pelayan lagi.


"Oh, terimakasih senior," ucap Li Bai tersenyum.


Pelayan itu terlihat menganggukkan kepala, "Mari aku antar ke kamar kalian."


* *


Setelah Lin Yuan dan Li Bai beristirahat sejenak dan makan untuk mengisi perutnya yang kosong. Kini mereka keluar dari penginapan tersebut untuk menuju ke tengah-tengah kota.


Setengah jam berlalu kini mereka menemukan sebuah tempat dengan gambar patung pedang menghiasi atas tempat tersebut. Dengan segera mereka masuk dan lagi-lagi seorang pelayan terlihat langsung menghampiri mereka berdua. 

__ADS_1


"Selamat datang di tempat Seribu Pedang.. kalian ingin memesan pedang khusus atau langsung membeli pedang," ucap pelayan laki-laki dengan tubuh kurus kerempeng dan berambut gondrong, ia dengan segera membungkukkan badan ke mereka.


Lin Yuan menganggukkan kepala, "Apa kalian ada pedang yang cocok digunakan sama cucuku ini, jangan terlalu panjang pokoknya," ucapnya dengan menunjukkan Li Bai ke arah pelayan tersebut. 


Pelayan itu sedikit lama memandang Li Bai, ia lalu mengangguk mengerti, "Sebentar senior, akan aku ambilin." 


Dengan segera pelayan tersebut masuk ke ruangan, sekitar 7 menit berlalu kini ia terlihat membawa pedang yang berjumlah 8 buah dengan panjang sekitar 70 cm sampai dengan 90 cm. 


Pelayan itu lalu meletakkan pedang tersebut ke depan mereka, "Silahkan di lihat dulu senior, mungkin ada pedang yang cocok dengan cucu senior."


Mata Li Bai langsung fokus ke 8 pedang itu, ia pun mengambil salah satu pedang bersarung putih yang panjangnya sekitar 80 cm. Di lepaskan pedang itu dari sarungnya. 


Sringg... Sringg... Sringg... 


Li Bai mengayunkan kanan kiri untuk mengecek kualitas pedangnya. 


Crakk.. 


Terlihat Lin Yuan langsung menarik baju pelayan itu ke atas, "Hei, kau mencoba menipu kami dengan menunjukkan pedang murahan seperti itu!" Melotot Lin Yuan langsung ke arah pelayan tersebut. 


Pelayan itu menelan ludah sendiri, sebelumnya ia memang di suruh sama pemilik tempat itu untuk menunjukkan pedang yang tidak laku ke mereka.


"Ma--ma--maafkan aku senior--" Pelayan itu berbicara terbata-bata, ia tidak mengira dengan mudahnya kakek yang di depannya bisa mengangkat dirinya ke atas. 


"Senior, maaf atas kelancangan pelayanku, bisa di turunkan segera pelayan ku itu," ucap pemilik tempat tersebut yang langsung mendekat ke arah Lin Yuan. Terlihat ia berkumis tebal dengan tubuhnya yang kekar, sebelumnya ia sudah mengintip mereka dari kejauhan arah. 


Lin Yuan menolehkan kepalanya, ia lalu melepaskan genggamannya. 


Terlihat pelayan itu langsung jatuh ke lantai, kini nafasnya kembali stabil.


"Jika kalian tidak membuat cucuku puas, aku akan mengacak-acak tempat ini," teriak meninggi Lin Yuan ke arahnya.

__ADS_1


Terlihat pemilik tempat itu merapatkan giginya, ia lalu meminta pelayanannya untuk mengambil sesuatu, "Quah Zing ambilkan kotak itu kemari," perintahnya langsung.


Pelayan itu menganggukkan kepalanya, dengan segera ia masuk ke ruangan. Sekitar 2 menit pelayan itu lalu keluar lagi dengan membawa kotak bewarna hitam dengan lebar sekitar 10 cm dan panjang sekitar 95 cm.


"Senior maaf atas kelancangan pelayanku, sebagai permintaan maafku, akan aku tunjukkan pedang ini ke kalian." Pemilik tempat itu lalu membuka kotak tersebut ke depan Lin Yuan dan Li Bai.


Ilustrasi



Terlihat sudah di dalam kotak tersebut terdapat sebuah pedang berkisar panjang 90 cm dengan sarung berwarna putih dan bermotif Elang, "Walaupun ini tidak termasuk ke dalam pusaka Langit, tapi ketajaman dan ketahanan pedang ini hampir mendekatinya. Tentu kalian pasti pernah mengenal Legenda Pendekar Elang Putih bukan..." ucap pemilik tempat tersebut ke arah Li Bai dan Lin Yuan.


Di sisi samping Li Bai langsung melebarkan matanya saat pemilik restoran tersebut mengucapkan Legenda Pendekar Elang Putih. Li Bai pernah di ceritakan sama Lin Yuan kalau dulu sebenarnya ada 9 Pendekar maut di Kekaisaran Weng salah satunya Pendekar Elang Putih. Tapi sayangnya dia telah mati bersama hancurnya sektenya sendiri oleh aliran hitam.


"Benar seperti yang kalian pikirkan berdua, pedang ini yang telah menemani Pendekar Elang Putih dalam menjajaki dunia persilatan. Kenalkan maha karya terhebat dalam sejarah dunia persilatan, Pedang Pencabut Nyawa."


_____________________________________________


Sedikit Informasi.


Kualitas senjata terbagi menjadi beberapa bagian.


Senjata Biasa, senjata yang hanya bisa di gunakan dalam beberapa pertarungan. Senjata ini biasa di gunakan oleh para prajurit Kekaisaran.


Senjata Kualitas menengah, senjata ini lebih bagus dari senjata biasa. Senjata ini biasa di gunakan oleh para Pendekar.


Senjata kualitas Tinggi, senjata ini hampir menyentuh ke pusaka langit. Senjata ini biasanya sudah mempunyai nama masing-masing karena ketajaman dan ketahanan senjata itu sendiri.


Pusaka langit, senjata dengan kualitas sangat tinggi, hanya sebagian orang yang mempunyai senjata tersebut, salah satunya Biksu Sakti dan Iblis Racun.


Ada lagi yang lebih tinggi dari Pusaka Langit, yaitu Pusaka Dewa. Biasanya senjata ini sudah mempunyai jiwa sendiri yang tersegel di dalamnya.

__ADS_1


__ADS_2