
"Kenalkan maha karya terhebat dalam sejarah dunia persilatan, Pedang Pencabut Nyawa. Meskipun pedang ini sudah di gunakan olehnya dalam seribu pertarungan, tapi sedikitpun pedang ini tidak tumpul malahan ia semakin tajam," ucap pemilik tempat tersebut dengan sangat bangganya di depan mereka.
"Tidak mungkin... tidak mungkin... pedang itu masih ada..." Lin Yuan berbicara dengan sangat kagetnya, ia merasa Pedang Pencabut Nyawa sudah hancur seratus tahun yang lalu bersama dengan dirinya Pendekar Elang Putih.
Pemilik tempat tersebut kembali memandang Lin Yuan, ia pun tersenyum ke arahnya, "Sebelumnya aku juga berfikir demikian dengan senior, tapi sekitar 2 tahun yang lalu ada seorang kakek tua yang menjual pedang itu terhadapku. Aku pun sangat kaget di buatnya saat kakek itu mengatakan jika pedang ini adalah Pedang Pencabut Nyawa."
Di sisi samping Li Bai memandang pedang tersebut dengan terkagum-kagum, "Senior, boleh aku memegang sebentar pedang ini," tanya Li Bai ke arahnya, ia ingin melihat langsung pedang yang pernah di gunakan oleh Pendekar Elang Putih dalam menjajaki dunia persilatan.
Terlihat pemilik tempat tersebut menganggukkan kepala, "Ya silakan jika kau ingin menyentuhnya, tapi usahakan hati-hati jika kau tidak ingin seperti ini..." Pemilik tempat tersebut lalu menunjukkan bekas luka goresan yang sangat panjang di tangan kirinya, "Kau lihat ini, ini kudapatkan ketika aku secara tidak sengaja memainkan pedang tersebut. Hanya dengan sedikit goresan kecil tapi bisa mengakibatkan luka seperti ini."
Li Bai langsung menelan ludah sendiri ketika melihat bekas lukanya yang sangat panjang, ia lalu menganggukkan kepala. Dengan segera Li Bai mengambil pedang tersebut dari sarungnya yang bermotif Elang.
Ssss...
Udara berhembus sedikit kencang saat pedang itu di cabut dari sarungnya, pedang tersebut seperti senang saat Li Bai menyentuh dirinya.
Li Bai lalu memandang Pedang Pencabut Nyawa, ia melihat pedang tersebut benar-benar tajam dan sedikitpun tidak berat saat di pegang di tangannya. Kemudian ia mencoba menjauh dari mereka untuk menguji kekuatan pedang tersebut.
Sringg.. Sringg.. Sringg...
Di ayunkan pedang itu kanan kiri oleh Li Bai dengan sangat cepat.
"Benar-benar pedang yang hebat," gumam Li Bai setelah memainkannya.
__ADS_1
Di sisi samping terlihat Lin Yuan tersenyum saat Li Bai memainkan Pedang Pencabut Nyawa, "Berapa yang harus aku bayar untuk membawa pedang itu?" tanya Lin Yuan.
"Hm..." Terlihat pemilik tempat tersebut sedang berfikir, "Aku akan memberikan potongan sebesar 30℅ untuk ucapan permintaan maafku, jadi senior hanya butuh mengeluarkan 3 juta 100 ribu keping emas untuk membawa Pedang Penyabut Nyawa."
Lin Yuan langsung tersedang nafas sendiri, "Yang benar saja harganya 3 juta 100 ribu keping emas. Bahkan dengan uang segitu aku bisa membeli 300 pedang dengan kualitas menengah semuanya," ucap Lin Yuan sedikit protes.
"Maaf, itu sudah paling murah senior... Kalau senior tidak mau ya sudah tidak apa-apa, setidaknya aku sudah menunjukkan pedang ini ke kalian," ucap pemilik tempat tersebut dengan tersenyum ke arah Lin Yuan. Ia lebih senang jika kakek yang di depannya tidak jadi membeli Pedang Pencabut Nyawa, sehingga ia bisa melelang pedang tersebut dengan harga yang lebih tinggi.
"Kakekkk..." ucap Li Bai memelas setelahnya. Terlihat muka Li Bai di ubah dengan muka yang sangat memelas sambil kelopak matanya berkedip-kedip ke arah Lin Yuan, agar dirinya mau membeli pedang tersebut.
Lin Yuan sedikit lama memandang Li Bai, kemudian ia berganti memandang Pedang Pencabut Nyawa. Setelah itu ia menghela nafas panjang, "Baiklah, baiklah, aku akan membeli pedang itu..."
Sang pemilik menjadi murung setelah Lin Yuan jadi membeli pedang tersebut.
Lin Yuan langsung mengibaskan tangannya dan seketika itu kepingan emas menggunung di depan mata, "Ini 3 juta 100 ribu keping emas, tidak kurang dan tidak lebih."
"Apa yakin uangnya pas dan tidak kurang sama sekali?" Selidik pemilik tempat tersebut karena tidak yakin dengan Lin Yuan.
"Apa kau ingin aku menunggumu di sini sampai kau selesai menghitung uang itu satu persatu?" teriak Lin Yuan meninggi saking jengkel nya.
"Tidak, aku hanya bercanda, sekarang kalian boleh membawa pedang itu."
Seketika itu Li Bai langsung memeluknya dan menaruh Pedang Pencabut Nyawa di samping pinggangnya, ia seperti tidak ingin lepas sedikitpun dari pedang tersebut.
__ADS_1
* *
Setelah mereka membeli Pedang Pencabut Nyawa, Lin Yuan dan Li Bai langsung keluar dari tempat Seribu Pedang. Mereka sekarang menuju ke tempat turnamen Beladiri untuk mendaftarkan Li Bai.
Terlihat Li Bai dengan sangat gagahnya berjalan dengan Pedang Penyabut Nyawa yang berada di samping pinggangnya.
Namun di sisi lain, Lin Yuan seperti ingin menangis ketika melihat isi di dalam Cincin Samuderanya menjadi tinggal sedikit, bahkan uangnya kini tidak lebih dari 1 juta keping emas.
Setelah mereka hampir dekat dengan tempat pendaftaran, terlihat seseorang memanggil Lin Yuan dari kejauhan arah.
"Senior Lin kau kah itu?" tanya seseorang yang sedikit jauh dari mereka. Ia dengan segera mendekat ke arahnya untuk memastikan benar atau tidak dia Lin Yuan orang yang di kenalnya.
Di sisi samping Lin Yuan langsung menolehkan kepalanya mencari asal suara tersebut.
"Oh, saudara Wang Li, ternyata kau?" ucap Lin Yuan dengan sangat kagetnya, karena bertemu dengan seseorang yang pernah menyelamatkan dirinya dan Li Bai waktu dulu.
"Ah, ternyata beneran senior Lin, Bagaimana kabarnya? Dan apakah ini Li Bai senior Lin?" ucap Wang Li yang langsung membungkuk badan memberi tanda hormat.
"Hahaha, Seperti yang kau lihat, aku sehat-sehat saja."
"Dan benar seperti yang kau bilang barusan, dia ini Li Bai," ucap Lin Yuan lagi, ia lalu menyuruh Li Bai untuk memberi hormat, "Beri hormat cucuku, dia adalah Wang Li, pemuda yang pernah menyelamatkanmu dulu saat kau masih bayi."
Seketika itu Li Bai langsung membungkukkan badan, "Junior memberi hormat kepada senior Wang, terimakasih sudah menyelamatkan diriku dulu saat aku masih bayi."
__ADS_1