
Lin Yuan menganggukan kepala, "Aku akan membantu desa ini tapi sebagai imbalannya berikan susu untuk cucuku ini," ucap Lin Yuan dengan perasaan senang, karena ia akan mendapatkan apa yang di inginkannya.
"Maaf senior, bisa di ulangin lagi perkataan senior yang barusan," tanya pemilik restoran untuk mencoba memastikan perkataan kakek barusan.
"Aku akan membantu desa ini tapi kalian beri aku susu untuk cucuku, apa kau masih kurang paham?" jawab Lin Yuan dengan suara agak meninggi.
Pemilik restoran menyipitkan matanya, "Apa senior seorang pendekar?" tanyanya lagi untuk benar-benar memastikan, ia merasa wajah kakek yang di depannya tidak seperti seorang pendekar melainkan seperti pengemis.
"Ya bisa di bilang begitu, aku mengerti beberapa hal tentang beladiri."
Pemilik restoran langsung menangis bahagia, ia dengan segera bersujud ke arah Lin Yuan, "Hisk... hiskk.. tolong senior... bantu desaku ini, untuk susu senior biar aku sendiri yang akan memberikannya..."
Lin Yuan mengangguk, "Baik, aku akan membantu desa ini.." Ia lalu menyuruh pemilik restoran untuk segera berdiri.
"Mari kita keluar senior, kita akan menemui beberapa warga yang akan membantu senior menghadapi siluman hewan tersebut."
Setelah meninggalkan restoran itu, kini mereka sedang menyusuri jalan untuk menuju ke tempat persembunyian para warga desa tersebut.
"Tak ku sangka kalian bersembunyi di sini." Lin Yuan menggelengkan kepala, melihat beberapa warga beserta anak kecil yang lagi tiduran di tempat bekas kandang hewan ternak.
"Para warga sekitar! desa ini akan segera terbebas dari siluman terkutuk itu, lihat! kakek ini Seorang pendekar! Dan dia akan membantu desa ini!" Teriak meninggi pemilik restoran itu saking senangnya.
Para warga yang mendengar nya langsung berdiri masing-masing, mereka semua tidak percaya kakek itu adalah seorang pendekar bahkan penampilannya tidak seperti seorang pendekar.
"Hei orang asing! Ini bukan main-main, yang kita hadapi di desa ini bukan hewan biasa melainkan siluman!" ucap seorang laki-laki yang langsung mendekat ke arah Lin Yuan, ia lalu membusungkan dada seperti seorang jagoan.
__ADS_1
"Ya kenapa kalau siluman? apa aku tidak boleh membantu?" Lin Yuan melepaskan jurus Naga Menghantam Bumi.
Ughh.. Laki-laki tersebut diam tak bergerak, tubunya terasa sangat berat seperti besi yang menempel pada magnet.
"Apa kau sudah mengerti kalau aku seorang pendekar?" Lin Yuan lalu menghentikan jurusnya dan Laki-laki tersebut tanpa tahu langsung bersujud di depan Lin Yuan.
"Maaf kan junior ini yang lancang terhadap senior.. junior ini pantas di hukum..." Laki-laki itu seperti ketakutan akan sosok Lin Yuan.
Beberapa warga yang melihatnya terlihat mematung, mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Sudahlah, Kau berdirilah... aku tahu, kau sangat tertekan akan siluman tersebut."
Tidak lama kemudian seorang laki-laki berusia sekita 50 tahun mendekat ke arah mereka bertiga, "Salam senior perkenalkan nama saya Bei Fung, kepala desa ini. Saya mengucapkan terimakasih kepada senior yang bersedia mau membantu desa ini dari serangan siluman itu," ucapnya sambil memberi hormat.
"Ya tidak masalah, perkenalkan nama kakek ini Lin Yuan dan bayi yang aku gendong ini cucuku namanya Li Bai."
"Para siluman tersebut akan menyerang bergerombol dan biasanya mereka akan menyerang 4 hari sekali dan tepatnya hari ini mereka akan menyerang," jawab Bei Fung yang menjelaskan secara terperinci ke arah Lin Yuan.
Lin Yuan menganggukkan kepala tanda mengerti, "Baik aku mengerti, gendong sebentar cucuku ini aku akan menjaga di pintu gerbang." Dengan sekali tarikan nafas, Lin Yuan sudah menghilang dari mereka.
* * * *
"Kakek tua! Apa kau sudah mengerti akan masalah desa ini? Tapi sayang kau sudah terlambat.." ucap seorang pemuda yang kini sudah siap membawa sebuah busur panah di tangan kanannya. Ia lalu menunjuk ke arah kawanan para siluman serigala, "Lihat! para siluman itu sudah menuju kemari! dan kau tidak akan bisa keluar dari desa ini sebelum kau mati..."
"Siapa yang bilang aku akan keluar? Biarkan kakek ini membantu desa ini dari para siluman itu," jawab Lin Yuan dengan entengnya.
__ADS_1
Semua pemuda yang berada di gerbang desa diam membisu, lalu mata mereka melotot masing-masing. Tapi sesaat kemudian gelak tawa terucap dari mulut mereka semua.
"Hahaha Kakek tua! terimakasih kau sudah peduli sama desa ini, tapi sebaiknya kau segera bersembunyi dari sini sebelum terlambat..."
Lin Yuan yang melihat mereka semua tertawa, tidak memperdulikan perkataan mereka dan langsung melesat ke arah kawanan para siluman serigala.
"Jurus Naga: Mengoyak Raga."
Lin Yuan muncul di depan para siluman tersebut dan langsung menggunakan jurus Naga. Salah satu siluman yang hendak menyerang desa tersebut kaget dan tidak bisa menghindar.
Jlebb..
Kepala siluman serigala tersebut hancur menjadi dua bagian, dengan segera otaknya berceceran di tanah.
Di sisi samping Lin Yuan tersenyum, "Hm, padahal aku cuma mengeluarkan 30℅ kekuatanku, tapi langsung hancur. Mungkin siluman ini baru berumur 100 tahun," batin Lin Yuan yang memandang mayat siluman tersebut.
Beberapa siluman yang menatap temannya mati langsung mengaum, "Auuum...." Para siluman serigala langsung mengitari tubuh Lin Yuan dari semua sisi. Mereka semua menatapnya dengan marah sambil memperlihatkan giginya yang runcing seperti mata tombak.
"Auuumm...." Salah satu serigala memberi aba-aba untuk menyerang bersama.
"Butuh ribuan tahun lagi jika ingin melawanku." Lin Yuan menggelengkan kepala, "Cakar Naga." Lalu Lin Yuan bergerak zig-zag sambil melepaskan serangan ke tubuh para siluman serigala tersebut.
Beberapa Siluman tanpa di ketahui terkena luka 3 sayatan memanjang, sebagian sudah ada yang merenggang nyawa mengeluarkan usus dari perutnya.
Tidak jauh dari tempat tersebut, para pemuda yang menertawakan akan kebodohan kakek tadi, mulut mereka terbuka membentuk lingkaran. Sebagian ada yang menelan ludah sendiri karena sempat menertawakan sang kakek tadi.
__ADS_1
Tapi sesaat kemudian salah satu pemuda langsung berteriak, "Serang! Bantu kakek itu!"