
Sesaat Li Bai sedang melakukan latihan tertutup di Pulau neraka, kini di istana Kekaisaran Weng terdapat gejolak baru. Pangeran kedua Yin Zuang secara terang-terangan melakukan kudeta terhadap pangeran pertama Yin Zi untuk merebut kursi Kekaisaran.
Di istana Kekaisaran Weng, seorang pria paruh baya berusia sekitar 35 tahun sedang duduk di ruang kursi Kekaisaran sambil di temani sama penasehatnya.
"Apakah sudah ada balasan dari sekte-sekte aliran putih untuk membantu kita mempertahankan kursi Kekaisaran ini?" Yin Zi berbicara dengan memijit kepalanya yang terasa sakit sehabis berfikir seharian.
Penasehat Shu Qhiancheng memberi jawaban dengan mengambil nafas dalam-dalam, "Maaf Yang Mulia kebanyakan sekte-sekte aliran putih tidak ada yang mau berurusan dengan kita yang berbau-bau akan politik."
Sudut mata Yin Zi berkerut setelah itu, "Apakah tidak ada satupun yang mau membantu masalah kita?" Yin Zi merasa ini adalah akhir dari dia menduduki kursi Kekaisaran.
Sejenak Shu Qhiancheng menatap Kaisar Yin Zi dengan tatapan iba setelah itu dia menggelengkan kepala, "Apakah kita harus meminta tolong pada Naga Hitam?"
"Itu sangat mustahil, dia tidak akan mungkin mau membantu kita. Yang kita tahu juga dia sekarang tinggal di Pulau Neraka, sebelum kita sampai menemuinya, kita sudah di serang duluan sama hewan siluman yang tinggal di pulau tersebut. Cuma ada satu orang yang terakhir bisa kita mintai tolong, si Dewa Mabuk dari Partai Pengemis."
Shu Qhiancheng menaikkan satu alisnya, "Yang Mulia yakin dengan keputusan anda yang barusan, yang ku dengar mereka tidak suka sama keluarga bangsawan seperti kita."
"Kita tidak salahnya untuk mencoba... Penasehat Shu siapkan kereta untuk kita pergi ke kota Chunzou dan sertakan juga barang-barang yang mewah untuk sekedar memancing Dewa Mabuk untuk membantu masalah kita."
__ADS_1
"Baik Yang Mulia, hamba akan menyiapkannya."
* * * *
Saat Kaisar Yin Zi sedang akan melakukan perjalanan ke kota Chunzou, kini semua aliran hitam sedang berkumpul lagi di sekte Jurang Iblis dan salah satu di sana terdapat Pangeran Kedua Yin Zuang.
"Sekali lagi terimakasih untuk kalian yang sudah akan membantuku untuk merebut kursi Kekaisaran." Yin Zuang membungkuk ke mereka, walaupun dia pangeran dia tidak bodoh untuk tidak bersikap arogan. Karena di ruangan tersebut berkumpul semua pendekar aliran hitam yang sangat hebat.
"Kau tidak seharusnya memberi hormat seperti itu pangeran... karena kau sebentar lagi akan menjadi kaisar yang hebat. hahaha..." Tapak Setan tertawa keras, bahkan tawanya terdengar sangat menakutkan di ruangan tersebut.
"Aku sudah mengirimkan mata-mata di istana Kekaisaran Weng, ternyata aliran putih tidak ada satupun yang akan membantunya untuk mempertahankan kursi Kekaisaran, sungguh sangat irosnis." Iblis racun berucap sambil matanya berkeling ke seluruh ruangan tersebut.
"Tapi sebaiknya kita harus waspada... ku dengar dari mata-mataku, Kaisar Yin Zi sedang meminta bantuan pada Partai Pengemis." Iblis racun kembali berucap memberikan informasi terakhir dari yang di kumpulkan oleh mata-matanya.
"Dewa Mabuk..." Yin Zuang memandang ke depan dengan pandang kosong, seandainya Partai Pengemis bersedia akan membantunya, akan sedikit susah untuk dia mencapai tujuannya.
Sejenak Pendekar Gila melirik ke arah Yin Zuang yang sedang memikirkan sesuatu, "Kau tidak perlu khawatir dengan adanya Dewa Mabuk yang akan membantunya, dengan adanya kita bertiga 8 pendekar Maut, dia tidak akan mungkin bisa menang..."
__ADS_1
"Benar apa yang di katakan sama Pendekar Gila, aku akan membawa beberapa pendekar yang ada di sekteku untuk membantu menyerang Kekaisaran entar." Sejenak Iblis Racun memandang sekeliling, "Ku harap kalian juga membawa beberapa pendekar untuk membantu melakukan serangan ini."
Mereka yang ada di ruangan tersebut mengangguk, tanda setuju untuk membawa beberapa pendekar yang ada di sektenya.
"Bagus, sekarang sudah di putuskan, kita akan melakukan serangan ke istana Kekaisaran 2 minggu sesudah ini. Dan pastikan, tidak ada yang selamat di istana itu entar kemudian." Tapak setan memberi arahan ke mereka yang ada di ruangan dan mereka semua mengangguk.
* * * *
Kota Chunzou berada di sisi utara di Kekaisaran Weng, kota ini biasa di sebut oleh beberapa orang sebagai kota para Pengemis. Karena setiap orang yang akan masuk ke dalam kota tersebut, yang pertama di lihatnya adalah para Pengemis yang berjejer di setiap sisi jalan.
Meskipun begitu, banyak para Pengemis yang ada di kota tersebut, tidak ada satupun para bangsawan yang mau bertindak kurang ajar terhadap para Pengemis tersebut. Karena salah satu ketuanya adalah Pendekar 8 maut, Che Lung sang Dewa Mabuk.
Sekarang di Kota Chunzou terjadi kehebohan karena baru kali ini Yang Mulia Kaisar Yin Zi berkunjung di kota tersebut.
"Yang Mulia, apa kita akan langsung menemui si Dewa Mabuk." Shu Qhiancheng bertanya di saat sudah sampai di kota Chunzou.
"Tidak penasehat Shu, tidak elok kalau kita langsung menemuinya. Sebaiknya kita ke tempat kediaman walikota Chunzou. Ku dengar hubungan walikota sini sama Partai Pengemis tidak terlalu buruk bahkan terdengar sangat baik, kita bisa meminta bantuan sama dia buat membantu masalah kita." Yin Zi berbicara sambil memandang sekeliling jalan yang terdapat banyak Pengemis, ternyata benar ini di sebut juga kota para Pengemis pikirnya.
__ADS_1
"Beri hormat.... Yang Mulia sudah datang..."