
"Aummm..."
Salah satu siluman mencoba menyerang Hiroshi dari arah kiri, secara reflek Li Bai langsung menarik tubuhnya agar terhindar dari serangan siluman itu. Setelah Hiroshi aman ia langsung mengeluarkan serangan tercepatnya untuk membuat siluman hewan tersebut terluka.
"Pedang Suci Membasmi Iblis."
Tangan kanan Li Bai sekarang seperti sedang kesetanan setelahnya, pedangnya kini terlihat meliak liuk dengan sangat cepat dan.
Sreett..
Tubuh siluman itu tergores sedikit dan membuatnya bergerak mundur ke belakang.
Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Li Bai yang melihat ada celah setelahnya, ia langsung mengeluarkan serangan kedua.
"Pedang Suci Mengguncang Bumi."
Sejenak serangan ini sangat cocok di gunakan untuk menghadapi lawan yang lebih dari satu. Terlihat kini Li Bai sedikit melompat ke atas, kemudian ia langsung mengayunkan kuat-kuat ke arah dua siluman hewan serigala itu dan.
Brakkk..
Kedua siluman serigala itu terpental ke belakang dan membuka ruang agar Hiroshi bisa kabur dari sana.
"Sekarang Hiroshi!!" Teriak Li Bai meninggi setelah itu.
Di sisi samping jantung Hiroshi berdetak sangat kencang karena pertama kalinya dirinya berada dalam situasi ini, ia pun menganggukkan kepala kemudian berlari dengan sekuat tenaga untuk kabur.
Salah satu siluman yang masih standby belum terkena serangan oleh Li Bai, langsung bergerak cepat ke arah Hiroshi yang mencoba kabur. Sejenak kedua cakarnya di arahkan ke depan seperti ingin mencabik tubuhnya hingga menjadi bagian terkecil.
Namun di sisi lain Li Bai tidak mengizinkannya, ia bergerak dengan cepat dan menangkis kedua cakar itu dengan pedangnya Hiroshi yang kini di pegang di tangannya.
Trankk..
"Lawanmu adalah aku, kau tidak perlu mengejarnya," ucap Li Bai dengan menyeringai ke arah siluman tersebut.
Grrr...
Siluman itu memandang Li Bai dengan ekspresi marah karena serangannya di hentikan olehnya.
Kemudian Li Bai langsung mengayunkan pedangnya ke samping menuju ke wajahnya dengan sangat kuat.
__ADS_1
Sringg..
Serangannya hanya mengenai udara kosong, siluman serigala itu benar-benar pintar. Sebelum mengenai kepalanya ia sudah bergerak ke belakang dengan sangat cepat.
Setelah siluman itu mundur kebelakang, ia lalu maju lagi untuk menyerang Li Bai menggunakan kedua cakarnya.
Di sisi samping Li Bai hanya diam mematung seperti tidak siap akan serangan dadakan. Dan saat cakarnya hampir mengenai tubuh Li Bai, ia malah seperti tersenyum.
"Kau tertipu! Pedang Suci Menembus Langit!"
Sreett...
Crakk...
Seketika itu pedang yang di gunakannya patah menjadi dua, tapi di sisi baiknya siluman itu jatuh ke tanah dengan tusukan tepat mengenai jantungnya.
Terlihat Li Bai langsung marah-marah, "Siluman tololl!!" Kini Li Bai merasa tidak bisa lagi menyerang dengan pedang lagi. Ia lalu membanting sisa pedang yang patah itu ke tanah untuk meluapkan emosinya.
"Sial! kenapa di saat-saat seperti ini pedangnya bisa patah?" Li Bai mendengus kesal lagi, ia lalu merapatkan giginya sangat kuat.
"Ci, mulai sekarang aku harus mengulur waktu, sampai bantuan dari kakekku tiba. Tidak mungkin aku bisa menang jika aku tidak menggunakan jurus itu."
Grrr..
Di sisi lain kedua siluman serigala itu semakin marah setelah melihat salah satu temannya mati di bunuh oleh Li Bai. Terlihat mata kedua siluman serigala tersebut kini menatap Li Bai dengan pandangan yang benar-benar sangat tajam seperti tidak ingin terlepas dari pandangan mereka.
Li Bai langsung menyerang lagi, kini ia melompat dengan tinggi kemudian langsung menukik ke bawah dengan kaki kanan di arahkan ke depan.
"Enyahlah kau!!" teriak sejenak Li Bai saat kedua kakinya hampir mengenai kepala salah satu siluman tersebut.
Brughh..
siluman itu terpental ke belakang dan membuat badannya menabrak pohon. Walaupun berat beban Li Bai tidak lebih dari 30 kilogram dan berat siluman itu berkisar 300 kilogram, tapi siluman hewan itu bisa dengan mudah terpental ke belakang. Benar-benar kini Li Bai seperti monster yang seperti menjelma menjadi anak manusia.
Wushh...
Tiba-tiba dari kiri, siluman satunya menyerang Li Bai secara dadakan, dengan gerakan reflek Li Bai menghalau serangan itu dengan kedua tangan yang di arahkan menyilang ke depan.
Wusshh..
__ADS_1
Li Bai terhempas ke belakang sejauh 5 meter.
Brughh..
Ia lalu menabrak pohon besar yang berada di belakang. Sesaat darah sedikit menetes dari bekas tangannya yang di gunakan untuk menghalau tadi. Li Bai langsung terduduk di tanah dengan bersenderan di pohon tersebut. Ia langsung memfokuskan pandangan ke arah siluman tersebut dan.
Tiba-tiba siluman itu sudah berada di depan wajahnya, dengan segera siluman itu mengayunkan cakarnya dengan sangat kuat menuju tubuh Li Bai.
Di sisi samping Li Bai sangat kaget akan serangan yang barusan, "Nani!!" Di bantingnya dengan sangat cepat tubuhnya ke samping kiri untuk menghindar.
Sreett..
Tubuh Li Bai terkena luka sayatan agak dalam, ia langsung berguling-guling ke tanah untuk segera menjauh. Sejenak darah langsung mengalir dari tubuhnya, terlihat kini bajunya bersimbah dengan banyak darah.
"Ci, untung saja aku langsung reflek menghindar, jika tidak tubuhku sudah terbelah menjadi dua," membatin Li Bai, ia lalu mengonsumsi pil penyembuh yang pernah di kasih oleh Lin Yuan.
Wushh..
Lagi-lagi siluman itu menyerang Li Bai, ia sedikitpun tidak di kasih untuk sekedar bernafas. Kini terlihat siluman itu sudah berada di atas tubuh Li Bai yang masih tergeletak di tanah. Dengan segera ia mengayunkan cakarnya ke tubuhnya dan.
"Siluman keparat! berani sekali menyerang cucuku!" Lin Yuan langsung muncul di samping siluman itu dan menendang kepalanya dengan sekuat tenaga.
Duaarr...
Siluman itu terpental 15 meter dan menabrak pohon-pohon, terlihat tulang tengkoraknya langsung hancur seketika. Salah satu siluman yang melihat temannya mati lagi, langsung berlari detik itu juga. Ia sedikitpun tidak ingin menyerang lagi saat temannya telah mati.
"Kakek..." ucap Li Bai dengan perasaan senangnya, seandainya kakeknya datang lebih telat, ia sendiri pasti sudah mati.
"Apa kau tidak apa-apa cucuku?" tanya Lin Yuan memastikan.
Li Bai lalu mencoba berdiri, "Sejauh ini tidak apa-apa, cuma sedikit lu..." Belum selesai Li Bai berbicara, Terlihat Hiroshi langsung berlari ke arahnya kemudian memeluk tubuhnya dengan sangat kuat sambil dirinya menangis hebat.
.
.
.
.
__ADS_1
Siluman yang menyerang Li Bai barusan umurnya berkisar 200 tahun dan kekuatannya setara dengan pendekar Ahli.