
Mereka bertiga langsung berdiri masing-masing, terlihat jelas raut wajah mereka yang seperti ketakutan.
Di sisi lain Quah Zhejiang langsung mencoba mendekat, "Senior tolong tenangkan dirimu dahulu..." ucapnya yang mencoba meredakan amarahnya yang sempat memuncak, "Masalahnya ini Pengeran Yin Zuang di bantu sama pendekar aliran hitam..."
"Apa kau masih berfikir aku peduli dengan omong kosongmu, persetan dengan kalian Bangsawan!" Dewa Mabuk berbicara dengan di sertai tenaga dalam, ruangan tersebut menjadi begetar hebat seakan bumi berguncang.
Kaisar Yin Zi beserta penasehat Shu Qhiancheng sempat merinding roma melihatnya, tidak sekalipun mereka berfikir akan menjadi begini akhirnya.
"Aku tahu senior tidak suka sama Bangsawan seperti kita, tapi pikirkan jika Yin Zuang menjadi Kaisar dan setelah itu aliran hitam bertindak seenaknya terhadap manusia, pikirkan orang bawah yang berdampak setelah itu...." Quah Zhejiang berbicara meninggi, dia memutar otak dengan segala cara agar Dewa Mabuk bersedia mau membantu Kaisar Yin Zi.
Dewa Mabuk sempat diam berfikir kemudian matanya melirik ke arah Kaisar Yin Zi yang seperti ketakutan.
"Senior tolong pikirkan lagi...." Quah Zhejiang kembali berucap agar Dewa Mabuk mau membantunya.
"Apa yang di dapat dari Partai Pengemis, jika Partai Pengemis bersedia membantumu."
Sesaat Kaisar Yin Zi terlihat mengeluarkan senyum yang mengambang di wajahnya, "Aku, aku akan memberikan emas, arak serta sumber daya yang banyak buat Partai Pengemis agar bisa berkembang dengan pesat."
__ADS_1
Kemudian Dewa Mabuk mengetuk-ngetukkan jarinya ke dahi seperti sedang berfikir, "Baik aku akan membantumu, tapi jangan berfikir aku peduli denganmu, aku tidak suka saja jika aliran hitam bertindak seenaknya jika Yin Zuang berhasil menjadi Kaisar."
"Baik, baik senior, terimakasih.." Kaisar Yin Zi tersenyum makna, akhirnya Dewa Mabuk mau membantunya.
Setelah Dewa Mabuk keluar dari ruangan tersebut mereka semua menghela nafas panjang, mereka seperti sehabis lolos dari sebuah kematian.
"Tidak kusangka akan begini jadinya, walaupun sedikit alot tapi Dewa Mabuk akhirnya mau membantuku." Kaisar Yin Zi duduk kembali di kursi, nafasnya terengah-engah seperti sehabis berlari.
Di samping itu penasehat Shu Qhiancheng juga menghela nafas panjang, sempat terlintas pikirannya yang masih ketakutan saat Dewa Mabuk sedang marah, hanya dengan suara saja ruangan ini bisa bergetar hebat.
"Saudara Zhejiang terimakasih sudah menolongku, aku berhutang budi pada saudara Zhejiang," ucapnya yang sambil menepuk pundak Quah Zhejiang.
Kaisar Yin Zi hanya mengangguk mengerti, tidak sekalipun terlintas di pikirannya untuk tidak mengecewakan Dewa Mabuk, cukup baginya sekali ini melihat Dewa Mabuk marah dan tidak ingin mengulangi lagi.
* * * *
Di Sekte Jurang Iblis, Iblis Racun telihat sedang berpidato di depan para pendekar, dia menunjukkan wajah serius dengan tangan yang di arahkan ke depan, "Saudara-saudaraku, minggu depan kita akan menyerang Istana Kekaisaran, bertempur lah bersamaku, kerahkan semua kekuatan kalian, dan tunjukkan kekuatan aliran hitam yang sebenarnya." Sejenak kepalanya memandang sekitar, "Hidup kita, Sekte Jurang Iblis...."
__ADS_1
"Hidup sekte jurang Iblis.. Hidup sekte jurang Iblis.."
* * * *
Di tempat lain di Sekte Bunga Hitam juga, Pendekar Gila terlihat sedang berpidato kepada para pendekar nya, "Saudara ku, aku mengumpulkan kalian ke sini ada hal yang ingin aku bicarakan kepada kalian semua. Bahwa sebelumnya aku sudah mengatakan pada kalian semua, jika kita akan menyerang Istana Kekaisaran. Dan tepatnya pada minggu depan, kita akan memulai menyerang." Sejenak tangan kanan Pendekar Gila di arahkan ke depan, "Tunjukkan kekuatan kalian, bunuhlah manusia sebanyak-banyaknya, sekte kita jangan sampai kalah sama sekte Jurang Iblis... Hidup sekte kita, sekte Bunga Hitam..."
"Hidup sekte Bunga Hitam... Hidup sekte Bunga Hitam..."
* * * *
Di sekte aliran putih tepatnya di sekte Kuil Matahari, terlihat dua biksu sedang duduk berdiskusi, yang satu pria sekitar 40 tahun bernama Jiang Su, yang kedua pria berkisar 50 tahun bernama Xiao Fu atau biasa di sebut si Biksu Sakti.
"Ketua apa kau yakin tidak ingin membantu Kaisar Yin Zi, mempertahankan kursi Kekaisaran?" Jiang Su bertanya sekali lagi, ingin memastikan ketuanya mau membantu apa tidak.
"Masalahnya tidak sesederhana itu Saudara Jiang.. kau tau sendiri sangat repot jika sekte kita berurusan dengan yang namanya politik," ucapnya Biksu Sakti sambil memandang ke depan dengan pandangan kosong.
"Tapi yang ku dengar, pangeran kedua telah di bantu sama aliran hitam untuk mendapatkan kursi Kekaisaran. Bukannya sangat bahaya jika pangeran kedua mendapatkan kursi Kekaisaran, jika itu terjadi.." Jiang Su mengambil nafas dalam-dalam, "Aliran hitam akan semakin semena-mena terhadap manusia..."
__ADS_1
Sejenak Biksu Sakti diam tak bersuara untuk dia sekedar berfikir, kemudian kepalanya menoleh ke arah Jiang Su setelah itu dia langsung berdiri, "Kau benar Saudara Jiang... Jika itu terjadi maka aliran hitam semakin berkuasa... Kumpulkan beberapa biksu, kita akan ke istana Kekaisaran untuk membantu Kaisar Yin Zi mempertahankan Kursi Kekaisaran."
"Baik Ketua Xiao."