Legenda 7 Bintang

Legenda 7 Bintang
Ch35. Menunjukkan Hasil Latihan


__ADS_3

"Aku memesan makanan yang paling enak di restoran ini, berikan dengan 4 porsi beserta segelas susu hangat ya..." Li Bai berucap sambil matanya menyusuri ruangan restoran yang luasnya tak lebih dari 15 meter persegi. Terlihat di matanya restoran ini sangat ramai dan hanya menyisakan meja dua yang masih kosong.


Pelayanan tersebut hanya menaikkan satu alisnya, "Maaf anak kecil, apa kau punya uang untuk membeli makanan yang paling enak di restoran ini?"


"Ya senior, aku punya uang, Apa ini cukup?" Li Bai menunjukkan kantong yang berisi uang ke pelayan yang di depannya.


"Silahkan duduk anak kecil, kami akan segera mengantarkan makanan ke meja anda." ucap pelayan itu dengan wajah yang berubah ekspresi. 


Li Bai menganggukkan kepala, ia dengan segera duduk di meja yang masih kosong. Sekitar 15 menit berlalu pelayan tadi menghampirinya dengan menaruh makanan di atas mejanya.


"Silahkan di makan..."


Li Bai tersenyum dan tanpa berbicara dia langsung memakan makanan tersebut, sejenak di wajah Li Bai tampak bersinar sesaat mengunyah makanan itu. Ia merasakan bahagia akhirnya bisa makan makanan yang berbumbu bukan makanan hambar seperti biasanya. 


"Hei, lihat anak kecil itu, dia tadi menunjukkan kantong berisikan uang. Bagaimana kalau kita mengambil kantong itu?" ucap salah satu pemuda yang sedang berbisik ke teman sampingnya, terlihat mereka bergerombol di meja sekitar 6 orang.


Mereka menganggukkan kepala, salah satu pemuda yang bertubuh tinggi, berkulit hitam, dan berusia sekitar 26 tahun langsung menghampiri Li Bai. Terlihat wajahnya di ubah dengan sangat garang, agar Li Bai merasakan takut hingga terkencing-kencing. 


"Hei anak kecil, boleh aku duduk di sini," ucap pemuda tadi. 


Di sisi samping Li Bai hanya mendongakkan kepalanya sambil mengunyah makanan kemudian menganggukkan kepala tanda setuju. 


Pemuda itu lalu duduk di samping Li Bai, kemudian dia berbicara kepada Li Bai dengan basa-basi, "Kau kesini sama siapa adek kecil?"


"Sama kakek senior..."


"Apa adek kecil punya uang makan di sini? restoran di sini terkenal sangat mahal loh."


"Punya senior, ini di kantong.." Li Bai mengeluarkan kantong tersebut untuk di perlihatkan kepadanya kemudian mengembalikan lagi ke dalam balik bajunya. 

__ADS_1


"Apa aku boleh melihat kantong itu."


"Maaf senior, tidak bisa.."


Brakk.. Dia menggebrak meja dengan kedua tangannya.


"Berikan kantong itu segera atau.." Sebelum pemuda tadi melanjutkan bicara terlihat Li Bai sudah memasukkan sepotong daging ke arah mulutnya. 


"Uhuk.. Uhuk.. Biadap kau anak kecil! enyahlah!" Dia mengepal tangannya lalu di arahkan ke kepala Li Bai. 


Di sisi samping Li Bai terkaget akan serangan dadakan dan ia secara reflek mengeluarkan jurusnya, "Pedang Suci Membasmi Iblis." Terlihat sumpit Li Bai di gunakan untuk menghentikan serangan yang masuk ke arahnya, "Pedang Suci Menembus Langit." Kini giliran Li Bai yang berganti menyerang pemuda itu dengan sumpitnya.


Braakkk.. 


Pemuda itu terpukul mundur sejauh 4 meter lalu menabrak meja makan, terlihat ada darah yang merembes keluar dari mulutnya. Mereka yang ada di restoran langsung menolehkan kepala mereka masing-masing mencari asal suara itu. 


Li Bai melebarkan matanya, terlihat di wajahnya tampak terkagum-kagum saat menggunakan jurus itu, "Walaupun hanya dengan sumpit, bisa membuat orang terkapar, benar-benar jurus yang hebat." Gumam Li Bai kemudian ia kembali melihat pemuda tersebut. 


Terlihat mereka semua berdiri dari kursi masing-masing dan mengelilingi Li Bai dari semua sisi.


"Hei, anak kecil jangan salahkan kami, jika kau kini kenapa-kenapa," ucap salah satu pemuda. 


Semua orang yang melihat anak kecil mau di hajar, tidak ada satupun yang berani membantunya dan memilih menghindar. Tidak satupun, saat mereka mengetahui di lambang baju mereka terdapat gambar kalajengking. 


Benar, mereka adalah Perampok Scorpion, perampok yang sedang naik daun belakangan ini di Kekaisaran Weng. Mereka merampok tak pandang bulu siapa targetnya, bahkan para Bangsawan pun tak luput dari target mereka. 


Sang pemilik restoran langsung memilih masuk lagi saat mendengar keributan di dalam restorannya.


"Serang..." Salah satu pemuda langsung mengambil pisau yang terdapat dalam samping tubuhnya dan di tusukkan kuat-kuat ke arah badan Li Bai. 

__ADS_1


Sejenak jantung Li Bai berdegup kencang, karena ini pertama kalinya dirinya dalam situasi seperti ini. Lalu di tangkisnya pisau itu dengan gerakan beladiri yang sangat halus dan. 


Brakk..


Pemuda itu terpental dan menembus dinding kayu restoran, kini pukulan Li Bai jangan di anggap main-main, dengan kualitas otot besi dan kualitas tulang emas, pukulannya kini 3 kali lipat lebih kuat dari seorang dewasa, bahkan pukulannya seperti seorang pendekar yang berada pada tahap bumi tahap akhir.


Belum cukup sekali kini Li Bai melakukan gerakan tendangan menyamping dengan cepat. 


Brakk... 


Salah satu pemuda terpental lagi menabrak meja restoran. Kejadian ini sangat cepat, beberapa orang yang melihat ini mulut mereka terbuka membentuk lingkaran kecil. Baru kali ini mereka melihat seorang anak kecil bisa membuat seorang dewasa terpental dengan tangan kecilnya.


Sekarang sisa empat orang yang masih mengelilingi Li Bai, terlihat di wajah mereka tampak keraguan untuk menyerang lagi. Saat mereka melihat dengan mata kepala sendiri, temannya bisa terpental dengan mudah oleh anak kecil yang di depannya.


"Siapa yang ingin maju lagi menyerangku.." Li Bai kini membuka suara, terlihat dia membusungkan dada seolah-olah dia yang paling berkuasa di dunia ini.


Kemudian dari arah luar seseorang masuk ke dalam restoran.


"Wah, wah, ternyata ada yang berani melawan para Perampok Scorpion dan orang itu hanya bocah ingusan yang belum genap 15 tahun," ucap seseorang yang kini masuk ke dalam restoran, terlihat pakaiannya lebih bagus dari mereka. Dia adalah Zong Feng ketua divisi 3 yang berada di daerah tersebut.


Perampok Scorpion berkerja dengan satu orang yang mengetuai mereka dan terbagi lagi menjadi 5 divisi yang bergerak di masing-masing wilayah. Zong Feng adalah salah satu dari ketua divisi 3 Perampok Scorpion yang berada di wilayah sekitaran kota Bunga. Ia juga seorang pendekar yang berada pada pendekar Raja tahap akhir. 


Wushh... 


Dengan kecepatan gerak Zong Feng sudah berada di depan Li Bai, kemudian.. 


Brakk... 


Dia memukul bagian belakang leher Li Bai, seketika itu dia pingsan ambruk ke tanah. 

__ADS_1


"Bawah anak kecil ini ke markas, kita bisa menjualnya sebagai budak!!"


__ADS_2