
Li Bai terlihat kepalanya berkeliling ke semua penjuru arena lapangan, setelah mengalahkan keempat peserta kini di arena pertarungan bersisa tidak kurang dari 60 peserta.
Tidak hanya itu saja, 50% penonton yang ada di Colosseum kini memusatkan perhatian ke arah Li Bai. Baru kali ini mereka melihat seorang anak bisa mengalahkan beberapa pendekar Bumi hanya dengan kekuatan fisik saja.
Bahkan sebagian langsung mengira Li Bai adalah jenius dari para jenius yang hanya ada di sekte terbesar aliran putih.
Tapi yang di pikiran para penonton cuma satu, Bagaimana bisa dia sekuat itu hanya dengan menggunakan fisik saja. Jika menggunakan sumber daya, berapa banyak uang yang sudah di keluarkan hanya untuk satu orang.
Bahkan untuk sekte terbesar aliran putih saja, akan berfikir ratusan kali untuk mengeluarkan sumber daya yang sangat banyak hanya untuk satu orang murid.
Padahal mereka tidak tahu, sebenarnya di belakang Li Bai ada sesosok kakek bernama Lin Yuan yang menyokong nya hingga sampai sekarang. Bahkan kekayaan Lin Yuan sendiri setara dengan sekte terbesar aliran putih tapi itu dulu, kalau sekarang dirinya amsyong.
* *
Kembali ke Li Bai lagi, pertarungan demi pertarungan telah dirinya lakukan di dalam arena. Setiap Li Bai bertarung dengan peserta yang berkelompok maupun duel satu lawan satu, pasti Li Bai yang keluar sebagai pemenangnya.
Bahkan sempat ada yang mengeroyok nya seperti yang sekarang ini. Dirinya terlihat di keroyok oleh 7 peserta dengan tingkatan paling terkecil yang mengeroyok di pendekar Bumi tahap menengah.
Mereka sangat geram sekali dengan Li Bai, karena dirinya itu mereka tidak bisa menunjukkan kebolehan mereka di depan para penonton. Padahal sebelumnya mereka ingin sekali menunjukkan kekuatan yang mereka punya masing-masing.
Mereka ketujuh peserta langsung mengelilingi Li Bai dengan senjata yang sudah di acungkan masing-masing ke arahnya. Bahkan Li Bai sendiri langsung bersikap dengan waspada.
"Bocak busuk, kenapa tidak mati saja kau dari bayi," ucap seseorang anak yang bertubuh tinggi dan berbadan besar. Sekilas kalau dilihat dengan mata kepala, umurnya sudah 19 tahun tapi dirinya tepat di umur 16 tahun.
__ADS_1
"Yo, kalian.. ada apa? datang langsung marah-marah?" tanya Li Bai santai, tapi kewaspadaan nya langsung meningkat 100%, jika dirinya tidak bersikap waspada akan takut terkena serangan dadakan.
"Gara-gara kau ikut pertandingan ini, kami tidak bisa menunjukkan kebolehan kami dengan masing-masing," jawab Laki-laki itu lagi.
Li Bai langsung tersedak nafas sendiri saat laki-laki tersebut berbicara seperti itu. Tidak bisa di salahkan Li Bai juga lah. Dirinya mengikuti pertandingan ini gara-gara ingin masuk ke sekte Pedang Hitam dan sama sekali tidak tertarik dengan hadiahnya.
"Jawaban macam apaan itu? jangan salahkan aku.. akupun tidak tahu dengan kalian!" ucap Li Bai dengan sedikit mengeraskan suaranya.
"Tidak perlu banyak cincong kau, hancurkan segera anak ini," teriak anak itu lagi.
Tanpa jawaban dari ke-enam temannya, mereka langsung menyerang Li Bai yang sedang berdiri di tengah-tengah.
Semua senjata yang mereka pegang langsung di acungkan kedepan sambil mereka berlari ke arahnya.
"Enyah kau bocah busuk!" teriak mereka semua.
"Sepertinya aku harus menggunakan jurus itu," membatin Li Bai sejenak, jika dirinya hanya mengandalkan tenaga fisik untuk menyerang mereka tidak mungkin dirinya menang.
Setelah itu Li Bai langsung memasang kuda-kuda dan...
"Pedang Suci Membelah Samudera."
Sejenak jurus ini sangat ampuh di gunakan untuk menyerang musuh yang sedang berkelompok, karena lebih menekankan pada daya kehancuran itu sendiri.
__ADS_1
Bamm...
Mereka semua langsung terpelanting sejauh 7 meter, tanah menjadi retak-retak dengan panjang retakan sejauh 2 meter memanjang.
Para penonton langsung berdiri masing-masing karena sangat kaget dengan serangan Li Bai, bahkan serangan itu membuat telinga mereka sedikit mendengung di gendangnya.
Sisi timur tepatnya Lin Yuan duduk, dirinya langsung menepuk jidatnya saat Li Bai mengeluarkan jurus itu.
"Anak bodoh, Anak bodoh, Kenapa ngeluarin jurus itu?" membatin Lin Yuan dengan sedikit menggelengkan kepala. Sudah di pastikan mulai sekarang Li Bai akan menjadi bahan perbincangan oleh mereka.
Berganti ke sisi Li Bai, dirinya langsung melotot saat sesudah mengeluarkan jurus itu, "Jurus apa-apaan ini!" ucap Li Bai bersuara kecil sambil dirinya menelan ludah sendiri.
Li Bai baru kali ini mengeluarkan jurusnya yang keempat di dalam pertarungan langsung. Biasanya hanya di dalam latihan, tidak di sangka efeknya akan separah ini.
Mereka ketujuh peserta detik itu juga langsung tergeletak di tanah dan tidak ada satupun yang langsung bangun. tapi untung saat wasit mencoba mengecek nadi mereka, satupun tidak ada yang mati dan hanya pingsan sementara. Jika satu saja ada yang mati, sudah pasti Li Bai akan di diskualifikasi serta di hukum.
Setelah Li Bai mengalahkan mereka ke tujuh peserta itu, kini arena pertarungan menjadi hening seketika. Satupun tidak ada bersuara, bahkan peserta yang sedang bertarung dengan masing-masing langsung ikut diam sambil memandang ke arah Li Bai.
Di sisi Li Bai sendiri, dia merasa canggung akan semua tatapan mata yang tertuju ke arahnya, Li Bai sendiri hanya bisa mengumpat kesal akan kebodohannya sendiri yang telah mengeluarkan jurusnya yang keempat. Dirinya berfikir dampak serangan itu tidak seberapa besar. Tapi bagaimana, nasi sudah menjadi bubur.
* *
10 menit berlalu kini pertandingan yang keempat telah usai, sudah jelas Li Bai lolos di pertandingan itu. Bahkan setelah dirinya mengalahkan ke tujuh anak tersebut. Li Bai langsung di jauhi sama semua peserta, dirinya seperti monster yang tidak boleh di lawan meskipun mereka sedang berkelompok.
__ADS_1
Terlihat kini Li Bai sedang berjalan ke dalam ruangan untuk menuju ke tempat ruang tunggu peserta. Saat akan masuk ke dalam ruangan tersebut, Li Bai melihat Zedd, Hiroshi dan yang lainnya sudah menunggunya di depan pintu.
"Yo, kalian..."