
"Kalau kau tidak tahu aku, tanyakan sama pendekar yang ada di sampingmu, dia pasti akan tahu..." Lin Yuan tersenyum dengan sinis, ia lalu melirik ke arah pendekar yang berada di sampingnya. Terlihat jelas pendekar tersebut sedang bersikap sangat waspada terhadap dirinya.
Dengan menahan emosi Xin Huang merapatkan giginya, ia lalu menoleh ke arah pendekar yang ada di sampingnya, "Jierui siapa dia?" tanyanya dengan sedikit mengeraskan suara.
Jierui kemudian menghela nafas panjang, dirinya pasti yakin Tuan Xin tidak bakal tahu jika kakek yang di depannya adalah kakek yang pernah di suruh untuk membunuhnya sekitar 10 tahun silam.
Jierui lalu berbicara dengan pelan ke arah Xin Huang, "Percuma Tuan, anda sendiri tidak bakal tahu kalau Kakek ini adalah Kakek yang pernah kau suruh aku untuk membunuhnya tapi aku sendiri tidak jadi melakukannya," ucap Jierui menjelaskan.
"Kakek yang mana?" Kini Xin Huang berbicara dengan sangat bingung, karena sudah tidak terhitung dirinya menyuruh Jierui untuk membunuh seseorang. Bahkan jika benar-benar di hitung mungkin sudah lebih dari 50 orang.
"Oh, kau tidak kenal denganku. Baik, akan kutunjukkan siapa diriku."
"Perkenalkan namaku adalah Lin Yuan atau bisa juga di sebut dengan pendekar Naga Hitam."
Xin Huang tersedak nafas, kemudian dirinya melebarkan matanya dengan sangat tinggi, "Naga Hitam," ucap dirinya kaget, kini jantungnya seperti ingin copot.
Jierui sendiri tidak kaget saat kakek itu memperkenalkan namanya. Karena sepuluh tahun silam dirinya persis berbicara seperti itu. Tidak diduga dia benar-benar Naga Hitam. Tapi bagaimana dia dulu berada di pendekar Raja dan sekarang dirinya malah tidak bisa membaca tingkat prakteknya.
"Senior Naga Hitam, apa yang menggerakkan senior sampai berkunjung di kediaman ku? Sepertinya kita tidak pernah ada masalah, bahkan untuk sekedar bertatap muka saja sepertinya kita tidak pernah." Xin Huang kini berbicara dengan penuh kesopanan, sedikitpun dirinya tidak mau berurusan dengan Naga Hitam.
Jierui memasang senyuman canggung ke arah Xin Huang. Tidak punya urusan dari mana, bahkan dia sendiri yang sudah menyuruhku untuk membunuhnya, pikir Jierui.
Tapi aku sendiri juga salah, dulu tidak jadi membunuhnya dan malah tergiur akan perkataannya, pikir Jierui lagi dengan menghela nafas panjang.
"Hahaha, Tidak punya masalah! 10 tahun lalu kau nyuruh Pendekar mu buat membunuh aku, kau sebut itu tidak punya masalah!" Lin Yuan dengan meluapkan emosinya di gebrak nya meja yang ada ada di depan.
Brakk... Seketika meja itu remuk di setiap sisi.
Secara reflek Jierui langsung menarik tubuh Xin Huang untuk segera menjauh dari meja itu agar tidak terkena serpihan kayu. Ia lalu mengeluarkan seruling dari dalam bajunya dan mengeluarkan jurusnya.
__ADS_1
"Jurus Ilusi: Rintihan Kesedihan."
"Kau pikir itu akan berpengaruh buat aku yang sekarang."
Tiba-tiba dirinya sudah ada di depan Jierui, dengan kecepatan tangan di ambilnya seruling itu dari genggaman tangannya.
"Aku sita seruling mu," ucap Lin Yuan lagi.
"Ck, keparat!" Jierui mengumpat kesal, secara reflek ia lalu menendang tubuh Lin Yuan.
Wushh..
"Lambat..."
Tendangan dirinya hanya mengenai udara kosong, Lin Yuan sendiri sudah kembali mundur lagi dengan kecepatan supersonic.
"Manusia bodoh, sekarang biar giliranku untuk bermain-main dengan kalian, Jurus Ilusi: Seruling Setan." Lin Yuan lalu memainkan seruling milik Jierui. Bukannya seruling itu mengeluarkan suara yang sangat indah, suara itu mengeluarkan suara yang bikin gendang telinga seperti ingin pecah.
Suaranya memekikkan gendang telinga, ruangan itu bergetar dengan hebat karena suaranya begitu tinggi, dinding-dinding retak memanjang seperti habis terkena gempa.
Jierui dan Xin Huang sendiri sedang terlihat berguling-guling di lantai, sambil mereka berdua menutup telinga dengan kedua tangannya.
"Hentikan.... Aaaaa..."
"Aaaa... telinga ku sakit... Hentikan...."
Walaupun sudah di bantu dengan tenaga dalam untuk meminimalisir dampak dari suara seruling itu, mereka kedua masih bisa merasakan gendangnya yang sangat sakit. Bagaimana jika tidak, mungkin dalam hitungan 2 detik gendang mereka akan pecah.
Belum ada semenit Lin Yuan memainkan seruling itu. Jierui dan Xin Huang sudah lemas tak berdaya di lantai. Kedua tenaga dalam mereka habis total karena terlalu memaksakan untuk mengalirkan tenaga ke kedua telapak tangannya. Jika tidak begitu, sudah pasti gendang mereka akan pecah.
__ADS_1
Lin Yuan menyeringai dengan menakutkan, "Itu balasan jika kalian berdua bermain-main dengan diriku." Ia lalu mendekat ke arah mereka yang sedang tergeletak di tanah dengan nafas mereka yang sudah berat.
"Senior.. ampun.. ampun.." Xin Huang menatap Lin Yuan dengan wajah memelas, detik itupun dirinya tidak ingin di bunuh oleh Lin Yuan.
"Tidak ada ampun, bagi orang yang sudah berani berurusan denganku," ucap Lin Yuan datar, ia lalu menancapkan seruling itu tepat di dahi Xin Huang.
Jleb...
"Aaaa...." Sejenak mata Xin Huang melotot, tidak lama dirinya merenggang nyawa dengan seruling menancap di kepala.
Lin Yuan lalu berganti menatap Jierui yang sama tergeletak nya di lantai. Tubuhnya pun sudah tidak bisa di gerakkan lagi, bahkan untuk sekedar kabur dari Lin Yuan.
"Kau dulu sudah pernah membiarkanku lepas dari kematian, sekarang giliranku yang membiarkanmu lepas. Tapi kau harus menjadi bawahan ku..."
"Apa kau bersedia..." tanya Lin Yuan datar.
Bagi Jierui sendiri dirinya tidak ingin di bunuh oleh Naga Hitam, dengan segera dirinya menganggukkan kepala, "Tidak ada pilihan senior, ya aku bersedia."
"Bagus." Lin Yuan lalu melemparkan sebutir pil dari dalam kantong bajunya, "Telan itu, itu akan memberikanmu sedikit tenaga."
Jierui menangkap pil itu, tanpa basa-basi dirinya menelan pil tersebut. Sedikit demi sedikit tenaganya mulai pulih kembali tapi hanya 15% tenaganya pulih. Kini dirinya sudah bisa menggerakan tubuhnya secara sempurna. Jierui lalu berdiri di depan Lin Yuan.
"Terimakasih Senior..." ucapnya membungkukan badan.
"Tidak perlu berterimakasih." ucap Lin Yuan. Ia lalu menghampiri mayat Xin Huang yang tergeletak di lantai dengan posisi terlentang. Kemudian Lin Yuan melepaskan Cincin Samudera yang melekat di jari manisnya.
Setelah itu Lin Yuan menyayat tangannya untuk meneteskan darahnya sendiri ke Cincin Samudera.
Saat Cincin Samudera di teteskan oleh darah, Cincin itu akan berganti pemilik. Tapi orang itu harus setidaknya di tingkat Ahli. Jika tidak makan hanya berupa cincin biasa dan tidak bisa digunakan. Karena itu Li Bai tidak mempunyai Cincin Samudera.
__ADS_1
"Hm, lumayan isinya 3 juta keping emas." batin Lin Yuan saat dirinya melihat isi dalam Cincin Samudera itu.