Legenda 7 Bintang

Legenda 7 Bintang
Ch46. Pertandingan Beladiri


__ADS_3

Bamm... 


Anak itu langsung pingsan seketika, kejadian ini sangat cepat bahkan tidak membutuhkan waktu 2 detik. 


Beberapa peserta yang melihat kejadian ini melebarkan matanya, tidak sedikitpun mulut mereka terbuka membentuk lingkaran kecil. Tidak mungkin seorang yang sudah berada di tingkatan pendekar Awal tahap 5 bisa dengan mudah di kalahkan dengan seseorang yang bahkan belum mempunyai sedikitpun tenaga dalam. 


Terlihat kini Kelima temannya langsung berdiri masing-masing, setelah melihat temannya di kalahkan dengan mudah oleh Li Bai. Dengan segera mereka semua langsung berlari ke arah Li Bai untuk mengeroyok nya. 


"Mati kau bocah idiot." Sejenak salah satu anak berbicara saat jaraknya dengan Li Bai kurang dari 2 meter. 


Namun saat mereka hampir menjangkau Li Bai, terlihat seseorang berteriak dengan di iringi tenaga dalam yang sangat besar.


"Hentikan!"


Orang tersebut tidak lain adalah Wang Li, sebelumnya ia melihat mereka dari balik pintu.


"Jika ingin bertarung lakukan di dalam arena, jangan di sini atau kalian mau aku diskilufikasi!" teriak Wang Li lagi yang kini mendekat ke mereka.


"Maaf senior, tapi anak ini menyerang temanku duluan hingga temanku di buatnya pingsan," ucap salah satu anak membuka suara duluan.


"Apa yakin anak ini menyerang temanmu duluan?" tanya Wang Li sedikit memastikan.


Sebelum dirinya kembali berbicara, terlihat salah satu anak perempuan mendekat ke arah mereka. 

__ADS_1


"Itu tidak benar senior, aku melihatnya sendiri, temannya duluan yang menyerang saudara Li," ucapnya yang tidak lain adalah Hiroshi. Sebelumnya ia sudah melihat kejadian awal saat pertama kali dirinya melihat Li Bai masuk ke ruangan tersebut. 


Mereka menolehkan kepalanya mencari asal suara tersebut, terlihat mata mereka tidak berkedip sedikitpun setelah melihat anak perempuan dengan paras cantik yang sungguh membuat hati mereka bergejolak.


Li Bai tersenyum melihat Hiroshi datang untuk membantunya, "Benar seperti itu kejadian sebenarnya senior Wang, temannya dia sendiri yang menyerang ku duluan. Aku hanya membela diri itu saja.." ucap Li Bai senang.


"Sudah, sudah, bubar! bubar! jangan bertarung lagi. Jika aku masih melihat kalian bertarung akan aku diskilufikasi kalian semua. Kalian mengerti!" teriak Wang Li.


Mereka terlihat pasrah saat Wang Li memerintahkan mereka untuk segera bubar. Dengan segera kelimanya menganggukkan kepala masing-masing dan kembali ke tempat duduknya semula.


Berganti ke Wang Li, dirinya langsung mencoba membopong tubuh temannya tadi yang pingsan untuk segera di beri pertolongan pertama.


"Ikut aku, kita ke tempatku yang tadi," nyerocosnya Hiroshi, ia langsung menarik tangannya.


"Baik, baik." Li Bai menurut saja, ia tidak mungkin menolak. Jika pun menolak pasti dirinya mendapatkan cubitan yang keras. 


"Anak yang menarik, akan aku tunggu kau di arena," ucap salah satu anak yang sedang duduk di kursi, ia memakai topeng hitam untuk menutupi wajahnya. 


* *


Setelah hampir satu jam kini tempat Colosseum itu di padati oleh penonton yang ingin melihat jalannya langsung pertandingan. Tidak sedikitpun ada yang rela berdiri karena tidak mendapatkan tempat duduk. 


Kemudian selang waktu 5 menit, terlihat seorang pria berusia sekitar 45 tahun sedang berjalan ke tengah-tengah arena dengan sangat santainya. 

__ADS_1


"Selamat pagi menjelang siang buat penonton-penonton yang telah hadir di tempat ini, saya Yin Song Walikota tempat ini mengucapkan beribu-ribu terimakasih kepada kalian semua yang telah bersedia hadir di acara pertandingan beladiri kali ini," ucapnya dengan di iringi tenaga dalam agar semuanya mendengar dia berbicara.


"Saya juga mengingatkan ke kalian semua, jika pertandingan kali ini tidak seperti pertandingan yang dulu yang pernah di adakan 10 tahun yang lalu. Pertandingan kali ini benar-benar sangat berbeda, tentu kalian ingin melihat pertandingan yang sangat seru bukan...." ucap Ying Song lagi dengan memutarkan badannya. 


"Aku melihat data yang telah berpartisipasi di acara ini dan ada lebih dari 1000 anak yang ikut berpartisipasi. Oleh itu, kemarin aku beserta beberapa pengurus acara pertandingan ini telah membuat langkah selanjutnya agar pertarungan kali ini agak berbeda."


"Untuk pertandingan yang pertama, ada 100 anak yang bertarung secara bersamaan di dalam arena. Tentu anak itu boleh bekerjasama dengan anak lain agar dirinya dengan mudah bisa menang."


"Dan saya ingatkan lagi, peraturan pertandingan ini di larang semua peserta menggunakan apapun yang berbentuk racun dan di larang membunuh beserta di larang memotong bagian anggota tubuhnya. Jika ada satu anak yang melanggarnya, tentu anak itu akan diskilufikasi serta di hukum dengan seberat-beratnya."


Setelah itu banyak penonton yang sedang berbisik masing-masing. 


"Bagaimana mengetahui kalau anak itu tidak bermain curang jika pertandingan kali ini seperti itu," tanya salah satu penonton yang kini membuka suara. 


Kemudian Yin Song terlihat tersenyum, "Tenang... kami sudah memperkirakan nya. Di setiap pertandingan akan ada 10 orang pendekar tahap Raja yang ikut di dalam arena tersebut. Tentu mereka semua akan mengawasi setiap jalannya pertandingan agar tidak ada satupun peserta yang bertindak kelewatan..."


Kini semua Penonton kembali diam dan  sebagian menganggukkan kepala karena puas dengan jawaban Yin Song. 


"Untuk pertandingan yang pertama akan di pilih ke-10 peserta anak yang masih bertahan di dalam arena pertarungan tersebut."


"Dan tentu kalian ingin mengetahui hadiah bagi anak yang menang bukan..."


"Akan memberitahu kan, untuk juara pertama anak itu mendapatkan 1 juta keping emas, 2 add strength plus pill dan anak itu mendapatkan Pedang Cahaya Kebenaran."

__ADS_1


Di sisi penonton, Lin Yuan yang dari tadi diam mendengarkan Yin Song berbicara langsung melebarkan matanya, "Pedang Cahaya Kebenaran!" Lin Yuan menggelengkan kepala, ia merasa untuk hadiah kali ini benar-benar sangat gila.


Siapa yang tidak kenal dengan Pedang Cahaya Kebenaran, walaupun masih di bawah Pedang Pencabut Nyawa tapi ketajaman dan ketahanan pedang tersebut masih di akui jempol oleh beberapa pendekar.


__ADS_2