
"Beri hormat... Yang Mulia sudah datang..." Para prajurit berteriak saat sesudah Kaisar Yin Zi telah sampai di kediaman walikota Chunzou. Dan tanpa pikir panjang puluhan prajurit berbaris setengah berlutut.
Dari arah belakang muncul seorang kasim yang menghampiri Kaisar Yin Zi dengan tergopoh-gopoh sambil terpampang senyum palsu di wajahnya, "Yang Mulia... Tuan Quah Zhejiang sudah menunggu anda di ruang perjamuan." ucapnya yang dengan setengah berlutut tanpa berani melihat wajahnya.
Yin Zi mengangguk, "Baik, antarkan aku ke sana."
"Yang Mulia...." Quah Zhejiang berdiri saat terlihat Kaisar Yin Zi telah datang dari arah pintu, "Hamba Quah Zhejiang memberi hormat, terimakasih kasih Yang Mulia bersedia datang ke kediaman hamba yang sederhana ini."
"Kau terlalu sungkan Saudara Zhejiang..." Kaisar Yin Zi tersenyum dengan wajah yang berseri-seri.
"Mari kita makan Yang Mulia, anda pasti lapar saat setelah melakukan perjalanan panjang menuju kota ini."
"Kau benar... Aku tidak akan sungkan-sungkan lagi kalau begitu."
Saat setelah makan, mereka bertiga menuju ke ruang kerja di kediaman Quah Zhejiang.
"Yang Mulia apa yang menggerakkan anda sampai datang sendiri ke kota hamba ini? pasti masalah Yang Mulia tidak sesederhana itu."
"Kau benar..." Sejenak tangan telunjuknya mengetuk-ngetuk meja kemudian wajahnya terpampang raut wajah yang serius, "Saudara ku Yin Zuang telah berani berkudeta dengan aku, dia telah bekerja sama dengan aliran hitam untuk melawanku serta akan merebut kursi Kekaisaran." Kemudian Yin Zi mengambil Udara dalam-dalam, "Ku dengar hubunganmu dengan partai Pengemis sangat baik, aku ingin kau membantuku untuk meminta bantuannya pada si Dewa Mabuk."
Quah Zhejiang tersedak nafas sendiri kemudian melebarkan matanya, "Yang Mulia, bukan aku tak mau membantumu tapi..." Quah Zhejiang merasa hubungannya dengan Partai Pengemis hanya sebatas rekan kerja saja tak lebih dari itu. Yang setiap sebulan sekali Quah Zhejiang memberikan mereka sumber daya tapi sebagai gantinya mereka harus menjaga kota ini, "Masalah ini tidak sesederhana ini Yang Mulia... hubunganku dengan Partai Pengemis hanya rekan sebatas kerja tak lebih dari itu..."
__ADS_1
Sejenak Kaisar Yin Zi diam menatapnya kemudian dia berdiri dan membungkukkan badan, "Tolong aku saudara Zhejiang, aku tak ingin saudaraku mengambil alih Kekaisaran ini..."
"Yang Mulia apa yang anda lakukan? anda tidak boleh membungkukkan badan ke orang lain...." Penasehat Shu Qhiancheng yang dari tadi diam sejenak kemudian ikut berdiri.
"Diam kau penasehat Shu!" Bentak Yin Zi semakin meninggi, "Apa kau ingin Kekaisaran ini di pimpin oleh saudaraku?" ucapnya lagi sambil melotot ke arah Shu Qhiancheng.
Di samping itu Quah Zhejiang hanya melihat dengan wajah menegang kemudian berganti dengan wajah yang pasrah, "Baiklah, baiklah Yang Mulia... aku akan membantu Anda sebisa mungkin, aku besok akan mencoba mengundang Dewa Mabuk ke tempatku ini."
Kaisar Yin Zi kembali menoleh ke arah Quah Zhejiang kemudian tersenyum dengan wajah puas, "Terimakasih saudara Zhejiang, hanya Partai Pengemis yang masih ada harapan, semua sekte-sekte aliran putih tidak ada satupun yang mau membantuku."
"Baik Yang Mulia, sebaiknya Yang Mulia segera istirahat, aku sudah menyiapkan kamar untuk Yang Mulia."
"Baik saudara Zhejiang."
* * * *
"Salam kami kepada senior Dewa Mabuk..." ucap sosok tersebut, walaupun yang di depannya hanya seorang Pengemis tapi dia tidak bodoh untuk berlaku sopan. Karena dia tahu, yang di depannya bisa dengan mudah membunuhnya hanya dengan satu telunjuk tangan.
"Ya ada apa kau kemari? wahai kasim kota sini..." Jawab laki-laki tersebut dengan menegak secangkir penuh dengan arak.
"Aku ke sini atas perintah Quah Zhejiang, untuk mengundang anda ke kediamannya, ada hal penting yang ingin di bicarakan dengan anda senior Dewa Mabuk."
__ADS_1
Dewa Mabuk mengerutkan dahinya, "Apa yang ingin dia bicarakan dengan aku?"
"Baiklah sampaikan pada tuanmu, aku akan ke sana setelah meminum habis arak ini." Dewa Mabuk kembali berucap sambil menunjukkan kendi yang berisikan dengan arak.
"Baik Dewa Mabuk, aku akan menyampaikannya, aku pamit undur diri..."
* * * *
Di ruang perjamuan terdapat 4 orang yang sedang duduk di kursi masing-masing. Terlihat jelas raut ke 3 orang tersebut dengan wajah mereka yang terlihat menegang masing-masing.
"Tidak ku sangka di sini ada Yang Mulia Kaisar Yin Zi." Dewa Mabuk tanpa basa-basi langsung duduk dan memakan makanan yang tersedia di meja tanpa memberi hormat satupun ke mereka bertiga.
Penasehat Shu Qhiancheng langsung mencoba berdiri untuk memberikan pelajaran ke Dewa Mabuk karena tidak berlaku sopan di depan Yang Mulia.
Di samping itu Kaisar Yin Zi langsung melotot ke arah Shu Qhiancheng untuk segera menghentikan niatnya.
Quah Zhejiang hanya bisa meringis melihat kejadian ini, sudah di duga akan seperti ini jadinya.
Sejenak Dewa Mabuk matanya berkeliling ke arah mereka bertiga, "Sudahlah tak perlu basa-basi segala, Apa yang kalian ingin bicarakan terhadap ku?"
"Kami mengundang Senior Dewa Mabuk karena ada yang ingin kami bicarakan terhadap Senior sendiri..." Sesaat Quah Zhejiang diam bicara kemudian matanya melirik ke arah Kaisar Yin Zi dan kembali lagi memandang Dewa Mabuk, lalu dia mengambil udara dalam-dalam, "Aku ingin senior Dewa Mabuk membantu Yang Mulia Kaisar Yin Zi untuk membantu mempertahankan kursi Kekaisarannya."
__ADS_1
"Kurang ajar!" Di gebrakannya meja yang di depan, seketika itu meja tersebut amblas menyentuh lantai, "Kau pikir aku siapa yang bisa kalian mintai tolong? Kau pikir aku peduli dengan kursi Kekaisaran?"