Legenda 7 Bintang

Legenda 7 Bintang
Ch 68. Berlatih Jurus Baru


__ADS_3

Li Bai dan Jin Yang telah sampai di ujung kota hakka. Di mana tempat itu kebanyakan di huni oleh warga-warga yang kurang mampu. Mereka berhenti di tengah lapangan yang kosong. Setelahnya Jin Yang bersiul untuk memanggil hewan kesayangannya yaitu siluman hewan berwujud elang.


~nada bersiul~


Tanpa menunggu waktu lama tiba-tiba dari atas langit muncul suara seperti seekor burung. Suara itu begitu jelas dan begitu tinggi. Lalu di atas langit, muncul setitik hitam yang lama kelamaan semakin membesar dan membentuk seekor burung. Burung itu lalu menukik ke bawah sambil dirinya bersuara yang membikin telinga Li Bai sampai sakit di buatnya.


Kiekkkk...


Hap..


Burung itu tepat turun di depan Jin Yang, ukuran burung itu begitu besar mungkin seukuran rumah warga. Li Bai sendiri sampai mundur ke belakang saat burung itu menginjakkan kakinya di tanah.


"Jangan takut anak muda Li, burung ini peliharaan ku." ucap Jin Yang enteng. Tanpa takut ia mengusap kepala hewan siluman elang tersebut.


Li Bai meringis kemudian menggelengkan kepala, baru kali ini ada orang yang berani berteman dengan seekor siluman hewan dan orang itu berada tepat di depannya.


Saat Li Bai melihat siluman hewan tersebut, ingatannya kembali mengingat saat dirinya pertama kali bertarung dengan siluman hewan berwujud serigala. Mungkin pada waktu itu kakeknya telat menolong dirinya kemungkinan dia sudah tidak ada lagi di dunia ini.


"Kakek, terimakasih telah merawatku hingga sampai sekarang." gumam Li Bai tidak terasa ia meneteskan air mata.


Kiekk..


Suara siluman hewan telah menyadarkan Li Bai dari lamunannya.


Li Bai kembali memandang ke arah mereka. Terlihat siluman hewan tersebut sedang mendongakkan kepalanya. Ia terlihat seakan senang saat Jin Yang mengusap kepalanya.


"Aku ada hadiah buat kamu." Jin Yang mengeluarkan seekor ikan berukuran sekitar paha manusia. Ikan itu di dapat ketika dirinya membeli di pasar.


Jin Yang lalu melemparkan ikan ke udara, dengan gerakan cepat burung itu menangkap menggunakan paruhnya.


Li Bai hanya meringis melihat keakraban Jin Yang dan siluman hewan, ia masih sedikit takut dan menjauh dari mereka. Dengan menyingkirkan perasaan takut Li Bai mulai mendekat.


"Anak muda Li, sepertinya kita akan berpisah setelah ini. Kakek ini mau melanjutkan perjalanan lagi." ucapnya yang masih memegangi tongkat sebagai penunjuk jalan.


"Baik senior Jin." jawab Li Bai menganggukkan kepala, sebenarnya dirinya ingin sekali bertanya sesuatu tentang suatu hal. Namun sayang kakek Jin Yang sudah terburu-buru untuk melanjutkan perjalanan lagi.

__ADS_1


"Semoga kita bisa bertemu kembali senior Jin."'


"Hahaha, kita pasti akan bertemu lagi untuk membuka segel 7 bintang mu."


Ucapan Jin Yang seakan petir yang menyambar di siang bolong, Li Bai sampai di buat diam seperti patung pancoran. Hanya kakeknya Lin Yuan yang tahu akan rahasia dirinya. Tapi dengan mudahnya kakek Jin Yang tahu jika dirinya punya tanda 7 bintang yang berada di belakang punggungnya.


Namun sebelum Li Bai bertanya lagi, Jin Yang sudah pergi menunggangi siluman hewan.


"Sial, Siapa sebenarnya kakek itu?"


"Kenapa dia tahu akan rahasia aku?"


"kakek itu musuh atau kawan?"


"Sial..." Li Bai mengacak-acak rambutnya, dia terus kepikiran sama ucapan Jin Yang barusan.


"Apa aku harus memberitahukan kakek." Li Bai diam berpikir.


"Tidak!!"


"Huft, semoga ini pertanda baik." Li Bai menelan ludah. Tanpa memperdulikan lagi ia meninggalkan area itu.


20 menit berjalan Li Bai kini sampai di tempat penginapan, ia malas untuk kembali ke arena pertandingan. Li Bai menebak jika pertarungan di babak final akan di adakan seminggu setelah ini.


Li Bai masuk ke kamarnya, ia mulai mencoba rebahan di tempat tidur. Tanpa tahu matanya semakin mengantuk dan Li Bai mulai tertidur.


* *


Pagi telah tiba di Kota Hakka. Perlahan-lahan semburat merah muncul di ufuk timur. Suara kokok ayam jantan makin sering terdengar seakan mereka gembira saat melihat secercah cahaya mulai muncul dari balik kegelapan.


Di penginapan terlihat Lin Yuan dengan santainya berjalan ke arah kamar Li Bai, tanpa mengetuk pintu Lin Yuan lalu masuk ke dalam.


"Ish, anak ini.. dari semenjak aku datang hingga sekarang dirinya belum bangun-bangun." Lin Yuan menggelengkan kepala. Ia mengambil segelas air dan di siramkan ke wajah Li Bai.


Dengan wajah yang terkejut Li Bai menjerit, "Ahh.. Kakek... Kenapa kakek menyirami aku dengan air...." ucapnya kaget bercampur kesal. Ia lalu berganti ke posisi duduk

__ADS_1


"Mangkanya bangun jika tidak ingin di siram." sahut Lin Yuan ketus.


"Ya kakek... padahal aku tidur cuma sebentar." Li Bai masih malas untuk beraktivitas, dirinya berpikir ini masih kondisi malam.


"Sebentar dari mana, Ini sudah pagi.. tidak lihat itu di jendela."


"Cepet bangun!! hari ini kita latihan. Kau sana makan dulu."


Li Bai bangun dengan malas dan menuju ke pancuran air. Dia membersihkan dirinya, terdengar suara Kakeknya kembali memanggil. 


"Minumlah dulu setelah itu kau mulai latihan pemanasan." ucap Lin Yuan memandang Li Bai.


"Ya kek, tapi aku ingin mencicipi sepotong roti juga," sahut Li Bai melihat roti yang berada di atas mangkok.


"Kamu boleh makan sehabis berlatih," sahut Lin Yuan tegas sambil berdiri.


Li Bai merasa kecewa dan dia mengambil gelas bambu serta menuangkan air putih dari kendi. cuaca masih terasa dingin, karena sekarang ini sudah memasuki musim dingin. Li Bai menggosok kan kedua telapak tangannya setelah panas menempelkan dipipinya terasa hangat. 


* *


30 menit waktu telah berlalu, kini Li Bai sudah siap untuk berlatih jurus baru yang akan di ajarkan oleh Lin Yuan. Seperti biasa sebelum memulai latihan Li Bai merenggangkan badannya untuk memulai pemanasan. Tidak luput juga dia lari, push up, dan sit up di area lapangan kosong.


"Kakek, hari ini kita latihan apa? bukannya aku yang sekarang sudah bisa memenangkan pertandingan." tanya Li Bai setelah dirinya melakukan push up dan sit up 100 kali. Sudah menjadi kebiasaan setelah bangun, Li Bai melakukan olahraga kecil. Itu juga bertujuan untuk meningkatkan staminanya agar tidak cepat habis saat melakukan pertarungan.


"Kita akan berlatih jurus baru." jawab Lin Yuan.


Sesaat mata Li Bai bersinar dengan begitu terang, dengan perasaan yang menggebu-gebu Li Bai bertanya, "Jurus baru!!Jurus apa kek? Apa jurusnya sangat kuat?"


"Kau selalu saja tidak sabaran saat akan mendapatkan jurus baru." ucap Lin Yuan menggelengkan kepala.


"Hehehehe" Li Bai hanya meringis.


"Kita akan keluar dari kota ini dulu dan mencari tempat yang cocok untuk dirimu berlatih." ucap Lin Yuan berdiri.


"Baik kek."

__ADS_1


__ADS_2