Legenda 7 Bintang

Legenda 7 Bintang
Ch14. Kota Jieshou


__ADS_3

Lin Yuan saat ini berada di Kota kecil bernama jieshou, dia berjalan mencari penginapan yang masih kosong. 


"Kakek tua! Kau di larang masuk!" ucap salah satu penjaga yang berpostur tinggi besar dan bermuka garang layaknya preman. Mereka melihat Lin Yuan seperti pengemis yang hendak mencari penginapan gratis.


"Kenapa kakek ini tidak boleh masuk?" Kakek Lin Yuan melotot ke mereka berdua, Merasa kurang ajar atas sikapnya yang barusan. 


Penjaga tersebut menunjuk dengan satu jari, "Penginapan ini bukan untuk pengemis macam dirimu!"


"Manusia biadap! Tidak punya sopan santun!" Lin Yuan langsung melemparkan 10 koin emas ke muka mereka, "Makan itu! kau pikir aku seorang pengemis!" Lin Yuan hatinya sedang tidak bagus akibat ulah bangsawan Xin dan di tambah kelakuan mereka berdua sehingga semakin marah. 


Seketika itu Penjaga tersebut badannya bergetar hebat, 10 koin emas seperti gaji mereka selama setahun dan kakek yang di depannya dengan mudah melemparkan uang seperti melempar batu.


"Maafkan aku senior... Hamba punya hati tapi tidak punya mulut..." Sikap mereka langsung berubah 180 derajat.


"Biarkan aku lewat, atau kalian akan merasakan yang namanya patah tulang."


Penjaga tersebut berubah menjadi kucing yang menurut pada majikannya, dengan cepat mereka menghindar tak ingin mencari masalah lagi.


"Ada yang bisa saya bantu kakek tua..." Seorang pelayan tersenyum dengan senyum yang di paksakan, melihat seorang pengemis bisa masuk ke dalam penginapan ini.


"Kau lebih sopan dari orang yang di luar, aku pesan kamar selama sehari beserta makanan dan juga berikan susu untuk cucuku, berapa harganya?"


"1 keping emas untuk penginapan dan 50 keping perunggu untuk makanan dan di larang mengutang." Pelayan tadi bersuara keras saat berbicara di larang mengutang. 


"Kau tidak perlu bersuara keras... aku sudah dengar... kau pikir aku tuli. Ini uangnya ambil sisanya." Lin Yuan melemparkan 2 keping emas ke pelayan tersebut.


Pelayan tersebut diam sejenak kemudian dia tersadar, "Silahkan senior, mari aku antar ke kamar senior." Sikapnya kembali berubah seperti penjaga yang ada di depan. 

__ADS_1


Lin Yuan menggelengkan kepala, dengan uang bisa merubah apapun, bahkan sifat manusia.


"Apa kau tahu, tempat menjual pil untuk kebutuhan para pendekar di kota ini." Lin Yuan berbicara saat sudah sampai di depan kamar. 


"Saya tahu senior, tempatnya tidak jauh dari sini, namanya Paviliun Surga Obat. Senior tinggal keluar dari sini, kemudian lurus belok kiri.


Lin Yuan memainkan dagunya kemudian menganggukan kepala, "Baik terimakasih, jangan lupa bawakan susu untuk cucuku ini."


"Baik senior, saya pamit undur diri."


* * * *


Setelah makan dan memberikan susu buat Li Bai, Lin Yuan berjalan menuju ke arah Paviliun Surga Obat. 


"Selamat datang di Paviliun Surga Obat, ada yang bisa kami bantu dari Paviliun Surga Obat." Seorang pelayan menemui Lin Yuan dengan wajah yang datar. 


"Berikan semua pil yang bisa membantu perkembangan pendekar dari tahap Awal sampai ke tahap Ahli dan letakan semua di hadapanku." Lin Yuan berbicara sambil melihat sekitar dan tanpa menoleh ke pelayan tersebut.


"Berikan semua pil yang bisa membantu perkembangan pendekar dari tahap Awal sampai ke tahap Ahli, apa kau benar-benar tuli?"


"Sebentar senior aku akan berbicara dengan manager di sini dulu." Pelayan tersebut langsung buru-buru masuk ke ruangan. 


Tak lama kemudian muncul laki-laki berpakaian rapi, berkumis dan berusia sekitar 45 tahun dengan pelayan tersebut. 


"Kakek tua perkenalkan namaku Mu Bing'er, Aku adalah manager sini. Apakah senior ini benar-benar memborong semua pil untuk para pendekar awal sampai ke tahap Ahli?"


"Ya itu benar, bukannya saya sudah minta ke pelayan anda, kenapa anda yang muncul."

__ADS_1


"Bukannya begitu senior... aku ke sini untuk memastikan dan sebelum pelayan tersebut mengambil pil tersebut, senior harus membayar 50℅ dulu buat jaminan kita, kalau senior entar tidak mencoba kabur." Mu Bing'er tidak percaya dengan kakek yang di depannya, tampangnya seperti pengemis dan tidak mungkin dia punya uang yang sangat banyak. 


"Apa ini cukup untuk semua pilnya." Lin Yuan mengibaskan tangannya dan seketika itu, uang muncul di depan mereka berdua, "Ini 1 juta keping emas apa masih kurang cukup."


"Tentu, tentu, ini lebih dari cukup untuk membeli semua pil." Mu Bing'er merasa senang, ada yang mau memborong semua pilnya bahkan ada sebagian pil yang tidak laku, "Pelayan segera siapkan pilnya."


Pelayanan tersebut masih melongo melihat uang yang menggunung di depan, kemudian ia menganggukkan kepala.


Tak butuh waktu lama, sekitar setengah jam pelayanan tersebut kembali dengan membawa pil yang sangat banyak. 


"Ini senior pilnya, dari pil pembentukan kualitas tulang, kualitas darah sampai membantu menambah tenaga dalam semua ada di sini."


"Baik..." Lin Yuan mengibaskan tangannya dan semua pil lenyap seketika. 


"Terimakasih kasih senior... sudah berbelanja di Paviliun Surga Obat dan ini kartu khusus kami." Manager memberikan kartu perak dan di sisi kartu tersebut terdapat gambar Paviliun Surga Obat, "Jika senior menunjukkan kartu ini kepada pelayan kami, maka senior di berikan pelayanan yang khusus dan mendapatkan potongan 20℅."


Lin Yuan mengangguk dan menyimpan kartu tersebut untuk di kasihkan ke Li Bai saat dia sudah besar. 


* * * *


Di kediaman Bangsawan Xin, seorang pendekar bertopeng masuk sambil membawa karung. 


"Aku sudah membawa mayat kakek tersebut kepadamu, maaf kakek tersebut sangat lemah, kepalanya hancur saat aku menggunakan jurus ilusiku, jadi aku hanya membawa badannya saja." ucap pendekar tersebut dengan suara yang datar sambil melemparkan mayat tanpa kepala ke depan Xin Huang. 


Xin Huang menyipitkan matanya, "Apa ini benar mayat kakek tersebut atau kau jangan-jangan mencoba menipuku?"


"Apa kau meragukan kepercayaanku yang sudah mendampingimu selama 3 tahun belakangan ini."

__ADS_1


"Baik, aku percaya, ini Bayaranmu." Xin Huang melemparkan sekantong uang penuh kepada Pendekar tersebut.


"Terimakasih, aku akan pergi sebentar, ada hal yang aku urus..." Pendekar tersebut mengambil uang dan pergi dari ruangan kerja Xin Huang.


__ADS_2