Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Telfon Elmo


__ADS_3

Hari hari kulalui seperti biasa, berangkat kerja pagi, dan pulang di sore hari. Bima masih mengunjungiku sekali sekali saat dia sedang tidak sibuk, dan masih seperti biasa setiap bertemu denganku pasti dia selalu membahas pekerjaannya, bercerita tentang keberhasilannya mengoperasi pasienlah, mendapat ucapan terimakasih dari pihak pasienlah, yang mendapat pujian dari teman temannya karena keberhasilan mengobati pasienlah, bla bla bla masih banyak lagi keberhasilan dia yang dipamerkannya padaku, aku sangat muak dan rasanya pengen muntah dengar dia tak henti hentinya berbicara.


Sore ini sepulang kerja Bima menelfonku.


" Hallo Bim ada apa ?"


" Kamu lagi ngapain Ve ?"


" Ini aku lagi tiduran ".


" Kamu belum pulang Bim ?"


" Iya aku masih di rumah sakit, nanti jam 8 malam ada pasien operasi ".


" Hari Jumat kamu bisa ijin nggak Ve ?"


" Hari Jumat ?"


" Iya hari Jumat ".


" Memang mau kemana Bim ?"


" Udah pokoknya besok kamu ngajuin ijin Ve, kan besok masih hari selasa ".


" Iya Bim besok aku bilang sama atasanku ".


" Ya udah aku kerja lagi ya Ve, kamu istirahat nggak usah kemana mana ".


Kemudian Bima menutup telfonnya.


" Mau ngajak aku kemana orang itu ?" tanyaku dalam hati.


" Veeee....makan yuk, lapar nih...."


" Ahhhh males keluar Din, bikin mie aja ya ".


" Ihhhhhh kamu Ve kebanyakan makan mie kan nggak baik buat kesehatan, tanya Bima kalau nggak percaya ".


" Huuu kebanyakan hutang tuh yang bikin nggak sehat, penyebab jantungan ".


" Ayo dong Ve ntar kalau aku sakit gimana ?"


" Ya dibawa ke dokterlah ".


" Dokter Bima ya ? mau dong diperiksa sama dia ".


" Ihhhh ambil aja tuh kalau mau ".


" Ogahhhh...ayo Ve, laperrr nihhh ".


" Ihhhh manja banget sih kayak anak anakan ".


" Anak anakan kelinci ya ?"


" Anak anakan gorila !!"


" Berbulu dong...hehehe ".


" Tar aku pakai jaket dulu ya, mau makan apa sih Din ?"


" Apa ya enaknya ?"


" Enaknya tidurrr....", kataku.


" Tidur melulu kayak kebo ".


" Muter muter dulu aja yuk ".Kata Dinda lagi.


" Kamu yang bawa motor ya ?"


" Iya deh siappp ". Jawab Dinda lagi.


Kemudian kamipun berangkat.


" Eh berhenti dulu Din, kayaknya hpku bunyi nih ", lalu Dinda menghentikan motornya di tepi jalan.


" Hallo Elmo ?"


" Hei Din, ihhh suara kamu kok berisik banget lagi dimana ?"


" Aku lagi di pinggir jalan El, mau nyari makan ".


" Ya udah nanti lagi aja aku telfon, hati hati ya ".


" Iya El ", sahutku kemudian menutup telfonnya.


" Siapa Ve ?"


" Elmo Din ".

__ADS_1


" Ohhh kok cepet banget udah dimatiin ? "


" Iya suaranya berisik nggak kedengeran ".


" Ayo udah jalan lagi ".


" Makan di lesehan aja ya Ve ?"


" Terserah kamu aja deh ".


Kemudian Dinda berhenti di sebuah lesehan pinggir jalan, dan segera memesan makanan.


" Din, tadi Bima telfon besok jumat dia mau ngajak aku pergi ".


" Kemana Ve ?"


" Mana aku tahu, dia nggak ngomong mau kemana ?"


" Kamu mau ?"


" Ya maulah, sebenernya males sih, tapi tar ribut lagi ".


" Ya yang penting jaga diri baik baik Ve, kamu anak perawan ".


" Emangnya kenapa ?"


" Ya siapa tau waktu pergi berdua duaan, terus kalian khilaf ".


" Ihhh jorok kamu tuh ".


" Kok jorok sih Ve, beneranlah...pokoknya itu satu pesenku ya dengerin baik baik ".


" Siappp bos jangan khawatir kalau soal itu ", kemudian kami menghabiskan sisa makanan yang masih ada di piring.


" Habis ini mau kemana lagi Din ?"


" Pulang aja ya perutku kenyang banget nih ". jawab Dinda.


" Iya kamu makannya nggak ukuran tadi ".


" Ya kan aku bilang tadi, perutku lapar banget ".


" Ya udah pulang yuk ". kataku.


Setelah membayar makanan, kemudian kami langsung beranjak pulang.


Baru saja turun dari motor hpku sudah berbunyi lagi.


" Hallo Ve, kamu udah di kosan ?"


" Udah El baru aja nyampe, nih mau masuk kamar ".


" lagi ngapain kamu El ?" sembari membuka kunci kamarku.


" Nggak ngapa ngapain, lagi tidur tiduran aja nih ".


" Gimana kerjaan kamu ? lancar ?"


" Alhamdulillah Ve ".


" Kamu gimana ?"


" Apanya El ?"


" Masih suka berantem nggak sama Bima selama nggak ada aku ?"


" Hahaha kalau itu mah nggak usah ditanya El ".


" Kamu tuh ya sama pacar sendiri tapi malah kayak musuh bebuyutan ".


" Biarin aja, kalau nggak berantem nggak asyik ". kataku.


" Tapi awas ya nggak boleh pake acara nangis nangis lagi ".


" Ya kalau aku nangis lagi, aku langsung telfon kamu El ".


" Disuruh ngapain aku ?"


" Aku suruh nganterin jalan jalan lagi, biar aku nggak sedih ".


" Yaaaa nasib nasib cuma kebagian tukang hibur doang, tapi nggak papa deh yang penting kamu nggak sedih lagi hehehe ".


" Aku tuh pengen banget lho Ve ngajak kamu ke pantai ".


" Pantai ? mau dong mau ".


" Ih seneng banget sih kamu Ve ?"


" Senenglah, aku kan suka banget sama alam, pantai gunung, aku suka El ".

__ADS_1


" Ya nanti deh kalau aku udah pulang ".


" Tapi Bima marah nggak ?"


" Yang penting nggak ketahuanlah ".


" Ya bohong dong kamu ?"


" Masih pacaran ini !!!" kataku.


" Aku tuh seneng banget lho Ve denger suara kamu ceria gini, nggak kayak malem itu nangis, sumpah aku tuh sedih banget, pengen bantu tapi apa yang harus aku lakuin, aku juga bingung ".


" Nggak papa El, itu masalah aku kamu nggak perlu ikut mikir ".


" Cuma kayaknya aku tuh nggak rela banget lihat kamu disakitin terus kayak gitu Ve, apa sih yang buat kamu bertahan sama dia Ve ?"


" Apa karena dia dokter ?"


" Elmo...!!! maaf aku bukan tipe cewek kayak gitu...!!!" kataku sedikit emosi.


" Maaf Ve bukan maksudku begitu, tapi aku tuh jengkel lihat kamu kayak gini, kayaknya kamu tuh lemah banget sih Ve, kenapa Ve ? Beneran kalau kamu butuh bantuanku buat lepas dari Bima, aku ikhlas bantu kamu Ve, apapun resikonya ".


" Ahhh Elmo, apa ini berarti kamu suka sama aku atau karena kau hanya menganggap aku sebatas temanmu ".


" Kenapa El ? kenapa kamu berani berkorban buat aku ?"


" Ya karena aku...eh...ehmm...aku temen kamu Ve ", jawab Elmo agak gugub.


" Tuh kan benar dia pasti hanya menganggap aku teman ", bathinku.


" Iya El makasih, makasih banget tapi aku masih bisa mengatasi ini, kalau aku udah nggak mampu baru aku akan minta bantuan kamu El ".


" Beneran ya Ve ?"


" Iya El, udah kamu nggak perlu khawatirin aku ".


" Orang tuamu udah tau kamu pacaran sama Bima ?"


" Udah El, ibuku udah tau aku kenalin dulu waktu wisudaku ".


" Terus ".


" Ya biasa El, ibuku welcome sama dia ".


" Terus ibumu tau kelakuan Bima nggak ke kamu ?"


" Nggak El, mereka taunya aku baik baik saja El ".


" Kenapa kamu nggak cerita ?"


" Buat apa El, kita masih sebatas pacaran dan belum mau menikah ".


" Lalu maksudmu kamu berarti akan terus jalani hubungan ini Ve ?"


" Dan akan menikah dengan dia ?"


" Entahlah El aku juga bingung ", kataku


" Vero....yang menentukan kebahagian kamu ya kamu sendiri ".


" Orang tua kamu itu akan bahagia kalau melihat anaknya juga bahagia Ve ".


" Tapi jangan berpura pura Ve, karena mereka akan tau itu, dan itu akan benar benar menyakiti mereka Ve ".


Aku diam saja mendengarkan kata kata Elmo.


" Ve ? Ve ? kamu masih di situ ?"


" Iya El aku denger ".


" Kamu melamun Ve ?"


" Nggak El, aku tau kata kata kamu benar El, tapi kamu nggak tau apa sebenarnya yang aku pikirin ".


" Gimana aku bisa tau Ve, kamu nggak pernah mau cerita sedikitpun sama aku ".


" Nanti El, kalau waktunya sudah tepat aku pasti bicara sama kamu ".


" Iya Ve aku pegang omongan kamu ".


" Ya udah dulu Ve, aku mau istirahat, aku lelah banget tadi seharian sibuk ".


" Oh ya udah El istirahatlah, jangan tidur malam malam ".


" El....makasih ya kamu udah perduli denganku ".


" Iya Ve aku tuh perduli, perduli banget sama kamu ".


" Ya udah El aku juga mau tidur dulu, udah ngantuk bye ".

__ADS_1


" Bye juga Vero ".


Kemudian kututup telfonnya.


__ADS_2