
Di suatu malam saat Elmo datang ke kos Vero, Elmo menanyakan perihal keseriusan hubungan mereka berdua.
" Ve?"
" Iya El."
" Kita udah satu tahun pacaran kan?"
" Iya El ada apa?"
" Apa kamu nggak ingin mengenalkan aku pada ibumu?"
" Kamu ingin mengenal ibuku? maksudmu?"
" Ve...aku serius sama kamu, dan aku ingin ada perkembangan dalam hubungan kita. Kenalkan aku dengan ibumu, bukankah kamu nggak mau kita pacaran terus menerus kan?
" Kamu yakin El ingin mengenal ibuku?"
" Kalau aku nggak yakin, buat apa kita pacaran Ve? Aku menjalin hubungan sama kamu itu bukan cuma untuk senang senang aja, melainkan ingin yang lebih serius lagi."
" Kamu benar benar sudah yakin El?"
" Iya Ve aku yakin, bahkan amat yakin."
" Baiklah El kalau itu maumu, aku akan menelfon ibuku sekarang."
Kemudian Vero segera mengambil hpnya, dan menelfon nomor ibunya.
" Assalamualaikum bu."
" Wa'alaikum salam nduk."
" Ibu sehat bu?"
" Iya nduk alhamdulillah ibu sehat, kamu juga to?"
" Nggih bu Vero sehat."
" Gimana kerjaan kamu nduk?"
" Semuanya lancar bu."
" Syukurlah nduk, ibu tenang dengernya."
" Bu ini ada temen Ve yang mau bicara dengan ibu."
" Temenmu nduk? laki laki?"
" iya bu?"
__ADS_1
" Pacarmu ya?"
" benar bu ".
" Ibu Vero tesenyum lega karena Vero sudah mendapat pengganti Bima, dengan begitu Vero bisa dengan cepat melupakan mantannya itu.
" Mana nduk, kasih hpnya ke dia, biar ibu berkenalan dengannya."
" Assalamualaikum bu."
" Wa'alaikum salam nak ".
Ibu Vero berusaha membayangkan kekasih anaknya itu, karakter suaranya yang lebih ngebas daripada Bima dan lebih berwibawa.
" Bu maaf kenalin saya Elmo."
" Ohhh ya nak Elmo kekasih Vero ya?"
" Nggih bu."
" Sudah berapa lama kalian berpacaran nak?"
" Sudah 1 tahunan bu."
" Lho sudah lumayan lama ya, kenapa baru sekarang Vero menceritakan pada ibu?"
" Iya nak mungkin, karena kamu pasti udah tau tentang masa lalu Vero dengan calon tunangannya kan?"
" Iya bu saya tau semuanya."
" Yah semoga itu tidak terjadi dengan kalian, dan semoga kamu bisa jaga amanah ibu untuk menjaga Vero dengan baik nak Elmo."
" Iya insyaalloh saya akan menjaga Ve, dan berjanji tidak akan menyakitinya bu."
" Terimakasih nak ibu percaya dengan kamu."
" Nak ibu tidak pernah melarang Vero pacaran dengan siapa saja, dulu ibu sempat sangat percaya dengan Bima, tapi justru Bima menyakiti Vero dan menduakannya. Semoga kamu tidak berbuat yang sama pada Vero nak."
" Iya saya janji nggak akan menduakan Vero seperti Bima bu."
" Iya nak ibu pegang janji kamu ya."
" Nggih bu."
" Ya udah mana Vero? Ibu mau bicara dengan dia lagi nak."
Kemudian Elmo memberikan hpnya pada Vero kembali.
" Iya bu."
__ADS_1
" Ve...mudah mudahan kali ini hubungan kalian berdua langgeng ya, jangan ada saling menyakiti lagi, dan kamu harus benar benar bisa melupakan Bima untuk menjaga perasaan Elmo."
" Tapi ibu nggak masalah kan walaupun Elmo tidak seperti Bima?"
" Nduk....siapapun pilihan kamu asalkan itu baik, seiman, dan bertanggung jawab ibu tidak akan melarangmu. Kamulah yang akan menjalaninya, bukan ibu, ibu hanya memberi restu dan mendoakanmu nak."
" Iya bu terimakasih ya?"
" Iya Ve hati hatilah di sana, dan ingat selalu pesan ibu tetap jaga kehormatanmu ya?"
" Nggih bu insyaallloh Ve selalu ingat pesan ibu."
Kemudian setelah mengucap salam Ve menutup telfonnya.
" Ve aku lega banget ibu sudah tau hubungan kita."
" Iya El, seandainya bukan kamu yang minta mungkin aku belum mengenalkan kamu pada ibuku."
" Iya Ve aku paham kok, pasti kamu khawatir ya aku nggak serius, lalu mengecewakan ibumu lagi?"
" Iya El, aku takut sekali jika itu terjadi."
Kemudian Elmo menggenggam tangan Vero.
" Ve, aku itu sayang banget dengan kamu, bahkan aku berencana nggak mau pacaran lama lama sama kamu, aku ingin segera melamarmu."
" Benarkah El?"
" Iya Ve, aku hanya ingin menunggu waktu yang tepat, karena saat ini aku sedang mengurus proyek besar, mungkin nanti setelah proyek itu selesai aku akan segera melamarmu."
Saat itu Vero merasa orang paling bahagia di dunia, tak disangka dia akan dilamar orang yang dari dulu dikaguminya dengan diam diam, dan tidak mampu dia ungkapkan, hanya dipendam dalam hati bertahun tahun lamanya. Dan sekarang Elmo mengatakan ingin melamarnya, hal yang tidak pernah dia impikan sebelumnya. Jangankan berharap untuk dilamar, membayangkan dia bisa berpacaran dengan Elmopun tidak berani, karena selama ini dipikirnya Elmo hanya menganggapnya teman biasa saja.
" Ve...kok kamu bengong sih? kenapa kamu belum siap ya?"
" Eh ehm enggak El, aku hanya tidak menyangka secepat ini aku menemukan kebahagianku setelah kehilangan Bima ", kata Vero pelan, ada setitik air mata yang jatuh di sudut matanya.
Kemudian Elmo menarik wajah Vero untuk menghadapnya.
" Ve, aku janji nggak akan pernah menyakitimu, aku akan menghiasimu wajahmu dengan senyuman dan bukan tangisan, hapus air mata kamu. Mulai sekarang kamu nggak boleh lagi nangis kalau sedang di sampingku, karena aku nggak akan sanggup melihatmu bersedih lagi."
" Enggak El ini air mata kebahagiaan, aku bahagia, bahagia banget. Ternyata kamu benar benar bisa menerima aku apa adanya, dan bisa menerima semua masa laluku."
" Ve semua orang itu punya masa lalu, akupun punya masa lalu, tapi jadikan masa lalu kita itu untuk memacu kita menjadi lebih baik baik lagi, bukannya semakin menjadi buruk."
" Iya El, kita mulai semuanya dari awal, kita mulai semuanya untuk menjadi lebih baik lagi, demi masa depan kita berdua ya El?"
" Iya Ve demi masa depan kita berdua."
Kemudian Elmo memeluk tubuh Vero, dan saat itu Vero tak kuasa lagi membendung air mata yang keluar dari matanya, sebuah air mata kebahagiaan.
__ADS_1