
Pagi ini Anya menelfon Bima, sepertinya dia masih penasaran dengan Bima, dan ingin mencoba merayunya kembali.
" Hallo Bim?"
" Hallo Nya, ada apa telfon aku pagi pagi begini?"
" Aku ingin mendengar suaramu Bim, aku rindu sama kamu, apakah kamu juga merindukanku Bim?"
" Nya bukankah sudah aku katakan, jangan pernah menggangguku lagi?"
Anya sedikit dongkol dengan jawaban Bima, namun dia masih berusaha bersabar, dan tetap melembutkan suaranya.
" Bim...sepertinya kamu sudah tidak menginginkan aku lagi, mungkin lusa aku akan kembali ke Singapura Bim."
" Itu lebih baik Nya, kamu harus kembali ke kehidupanmu yang sebenarnya, carilah laki laki yang sungguh sungguh mencintaimu, menerima kekurangan dan kelebihanmu."
" Iya Bim aku paham. Bim bisakah kita bertemu untuk terakhir kalinya?"
" Maafkan aku Nya bukanya aku tidak mau menemuimu lagi, tapi sudah cukup buatku untuk tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama."
" Jadi kau anggap hubungan kita itu sebuah kesalahan bim?"
" Dulu tidak Nya, tapi sekarang sekarang iya, sebuah kesalahan yang besar."
" Bim, aku mohon sekali ini saja."
" Maaf Nya kali ini aku menolak, pergilah dan lupakan aku!"
Kemudian Bima menutup telfonnya, dan Anya benar benar marah kali ini, dia langsung melempar barang barang yang ada di depannya di dinding kamarnya.
Bima meletakkan hpnya di meja, dia menarik nafas panjang. Bima tiba tiba rindu dengan Vero.
" Ve aku rindu sekali denganmu, aku ingin melihatmu walaupun itu hanya dari jauh ", kata Bima dalam hati.
Kemudian Bima siap siap berangkat kerja lebih awal, karena dia sudah berniat dalam hati untuk berhenti di depan kantor Vero dulu, hanya untuk sekedar memandangnya saja.
#########
Pagi ini Vero diantar dengan Elmo. Elmo sudah menunggu sedari tadi di depan kamar Vero.
Tak lama kemudian Vero keluar dari kamarnya.
" Issshhh cantik banget sih pacarku ini, tapi sayang cantiknya buat orang."
" Kok buat orang sih?"
" Iya tiap hari kan kerjaannya melayani orang."
" Kamu tuh itu kan memang tugasku, yuk ah berangkat!"
Kemudian Elmo dan Vero berjalan beriringan menuju ke tempat kerja. Setelah tiba Vero langsung turun dari motor Elmo.
" Hati hati ya El?"
" Iya sayang, nanti aku jemput di sini ya?"
" Iya."
Kemudian Vero masuk ke dalam kantornya.
Sementara itu Bima sedang memperhatikan mereka berdua dari kejauhan.
" Vero apakah kamu sekarang pacaran dengan Elmo dan sudah melupakanku? Beruntung sekali Elmo, walaupun sebenarnya aku sangat cemburu melihat kalian berdua, tapi ini semua salahku. Aku berharap kamu bisa berbahagia dengan Elmo, Ve."
Kemudian Bima pergi dengan perasaan yang berkecamuk, antara rasa cemburu dan kehilangan yang amat sangat.
Saat berada di rumah sakit, Bima menelfon Dinda.
__ADS_1
" Hallo Din?"
" Iya Bim ada apa menelfonku?"
" Aku mau tanya, apakah benar Elmo dan Vero berpacaran?"
" Iya Bim, baru beberapa hari ini saja kok, kenapa Bim?"
" Nggak aku cuma mau tanya aja."
" Kamu tau darimana mereka pacaran?"
" Aku tadi pagi melihat Vero berangkat kerja diantar dengan Elmo, dan Elmo mencium pipi Vero."
" Oh jadi kamu sengaja ke kantor Vero?"
" Ya aku sengaja Din, aku kangen sekali dengannya."
" Sudahlah Bim, kamu harus melupakan dia, biarkan dia bahagia dengan pilihannya."
" Iya din aku tau, ini memang murni kesalahanku. bisakah aku minta no hp Elmo?"
" Buat apa Bim? Kamu tidak akan berbuat macam macam kan?"
" Nggaklah Din, aku tau diri kok, aku hanya ingin berbicara empat mata dengannya."
" Yang penting kamu janji nggak akan buat masalah nanti."
" Percayalah Din denganku."
Kemudian Dinda memberikan no hp Elmo.
" Ya udah makasih ya Din."
" Sama sama Bim ", kemudian Dinda menutup telfonnya.
" Hallo ", jawab Elmo di seberang sana.
" Iya hallo." Jawab Bima.
" Maaf ini siapa ya?" kemudian kata Elmo.
" Aku Bima El."
" Bima? Kamu tau nomorku dari mana?"
" Aku memintanya dari Dinda tadi."
" Ohhh." Jawab Elmo singkat.
" Ada perlu apa kamu menelfonku Bim?"
" Aku hanya ingin berbicara denganmu El, bisakah nanti malam kita ketemuan?"
" Ok bisa, jam berapa Bim?"
" Jam 7an El, nanti lokasinya biar aku smskan."
" Ok Bim, sampai nanti malam ", kemudian Elmo menutup hpnya.
" Apa sebenarnya yang ingin dibicarakan Bima denganku?" Kata Elmo dalam hati.
Sore harinya setelah menjemput Vero, Elmo segera berpamitan pulang.
" Ve aku langsung pulang aja ya, besok malem baru aku kesini, ingat besok pagi aku jemput lagi ya?"
" Iya nggak papa, hati hati ya di jalan?"
__ADS_1
" Iya sayang ", kemudian Elmo berpamitan pulang.
Sehabis magrib Elmo langsung menuju restoran yang dismskan Bima siang tadi.
Elmo tiba di restoran sebelum pukul 19.00, namun dilihatnya Bima sudah menunggunya di dalam restoran tersebut.
" Sudah dari tadi Bim?"
" Oh baru saja El, duduklah."
" Terimakasih ", Kemudian Elmo menarik kursi yang ada di depan Bima.
" Ada apa sebenarnya Bim?"
" Maaf sebelumnya El, mungkin Vero sudah bukan milikku lagi, tapi aku masih mencintainya, dan belum dapat melupakannya."
" Lalu?" Tanya Elmo.
" Apakah kalian pacaran?"
" Ya Bim kami memang pacaran."
" Sejak kapan kamu menyukainya El?"
" Jauh sebelum kalian berdua kenal."
" Maksudmu?"
" Aku sudah menyukai Vero sejak lama, saat kami sama sama duduk di bangku SMA."
" Jadi selama kami pacaran kamu tetap menyukai Vero dan berusaha mendekatinya?"
" Aku tidak seburuk yang kau sangka Bim, aku memang tetap menyukainya, tapi aku tidak berusaha mendekatinya, aku bahkan pernah menghindarinya, namun aku tidak bisa. Bahkan setelah aku tau kamu itu sering menyakitinya, aku juga tidak tega melihat kamu terus terusan membuatnya menangis."
Bima menunduk.
" Ya aku sangat menyesalinya. Obsesiku terhadap Anya berlebihan, sehingga aku ingin membuat Vero seperti Anya. Namun Vero itu berbeda dengan Anya, sehingga aku justru membuat Vero tersiksa."
" Kamu tidak tau Bim, betapa besar pengorbanan Vero buatmu demi untuk mempertahankan hubungan kalian, bahkan dia menjadi sosok yang lain, dan bukan diri dia sendiri."
" Ya aku tau itu El, aku memang salah."
" Dan saat Vero benar benar mulai mencintaimu, justru kamu semakin menyakitinya dengan menduakannnya."
Bima semakin terlihat bersalah.
" Lalu bagaimana kamu dengan Anya sekarang?"
" Aku sudah meninggalkannya El."
" Kenapa, bukankah kamu sudah mengorbankan Vero demi Anya?"
" Aku benar benar baru menyadari bahwa Anya itu tidak sebaik Vero, bahkan dia itu membuatku sangat kewalahan untuk selalu menuruti kemaunnya."
" Itu sudah pilihanmu Bim, jangan sampai kamu menyesal lagi."
" Kali ini tidak El, keputusanku sudah bulat."
" Lalu rencanamu selanjutnya apa?"
" Aku juga belum tau El, yang penting aku ingin berusaha melupakan Ve dulu."
" El....tolong jaga Ve baik baik ya. Semoga kamu bisa membahagiakannya, berjanjilah padaku, jangan kau sakiti dia, dan jangan buat kesalahan seperti aku."
" Iya Bim, aku janji aku akan menjaganya, dan akan membuatnya bahagia."
" Terimakasih El semoga kau tidak ingkar janji, atau aku akan merebutnya lagi darimu."
__ADS_1