Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Tawang mangu


__ADS_3

Hari Sabtu pagi Bima sudah ada di kosku.


Hari ini aku memakai celana jeans panjang dan kaus lengan pendek dan kulapisi dengan outer lengan panjang.


" Nah gitu sayang, biar kamu nggak dilihatin cowok cowok nanti ".


" Dulu aja kalau bajuku nggak sexy kamu pasti ngomel ngomel ".


" Iya kalau sekarang eman eman Ve ". Aku hanya tertawa.


" Ya udah berangkat yukk ?"


" Iya aku pamitan Dinda dulu ya "


Kemudian aku masuk ke kamar dinda dan berpamitan dengannya. Sedangkan Bima menungguku di dalam mobil.


Setelah aku masuk ke dalam mobil Bimapun menjalankan mobilnya ke arah Solo.


" Kok mainnya jauh amat di Solo Bim ?"


" Iya sekali kali Ve, biasanya kan kita cuma di yogya aja ".


" Tempatnya bagus nggak ?"


" Baguslah Ve lihat aja di google ".


" Ah di google kan cuma foto aja, kadang kadang nggak sesuai sama kenyataan ".


" Ya kalau nanti ternyata nggak sesuai kenyataan minimal kan kita udah pernah kesana ya nggak ?"


Bima memakai kacamata hitamnya untuk menghindari cahaya yang masuk ke kaca mobil kami, dan terus konsentrasi dengan Jalan di depannya.


Kuhidupkan musik melalui tape yang ada di depanku.


Sebuah lagu milik Once terdengar mengalun di sana.


" Tuh Ve lagu itu mewakili suara hatiku buat kamu "


" Yang mana Bim ".


" Itu yang aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu ".


" Ahhh yang bohong Bim ".


" Iyalah Ve aku mau aku menjadi mimpi indah kamu yang selalu memberi kebahagiaan buat kamu dan bukan kesedihan ".


" Benerrr...???"


" Iyalah bener ", jawab Bima.


" Makasih sayang ", kataku sambil mengelus pipinya.


Tak lama kami sudah mulai memasuki kawasan Tawang Mangu, sebuah tempat wisata alam yang asri, dimana terdapat air terjun di sana.


" Ya ampun Bim bagus banget, tempatnya sejuk, kalau tau ada air terjunnya tadi pasti aku bawa baju ganti Bim ".


" Ya udah nggak papa kalau mau main basah basahan, nanti beli baju aja lho pulangnya ".


" Ahhh males harus beli dulu ".


" Jalan kesana aja yuk ", kemudian aku dan Bima saling bergandengan tangan menyusuri lokasi di tempat itu.


" Ihhh capek Bim duduk situ yuk ", Bima mengikutiku dari belakang.


Setelah duduk aku langsung menjulurkan kaki ke depan.


" Ihhhh lumayan capek juga ya jalan segitu ", kataku.


" Hahaha kamu nggak pernah olahraga sih ".


" Emang kamu sering ?"


" Ya kan aku sering fitnes Ve deket rumahku, tiap pagi juga aku selalu lari keliling komplek ".


" Hmmm pantesan badan Bima berotot, dan sepertinya dia sama sekali belum kelelahan ". bathinku.


" Sini kakimu biar aku pijit ".

__ADS_1


Kemudian Bima memijit kakiku, aku tersenyum dalam hati. Banyak orang yang lalu lalang melihat kami, pasti mereka iri melihat cowok seganteng Bima mau memijit kaki pacarnya.


" Gimana sayang udah enakan ?"


" Lumayan Bim ".


" Katanya dulu sering naik gunung, baru jalan segitu aja udah capek, ya udah deh besok lagi aku ajak mainnya di alun alun aja ", kata Bima meledekku.


" Ihhhh Bima jangan gitu dong itu kan dulu masih sering naik gunung, sekarang kan udah jarang banget jalan kaki jadinya nggak terlatih ....".


" Hahaha alasan, kalau nggak ntar nongkrong di depan benteng Vredeburg aja ya...".


" Bimaaa....ngeledek terus ", sahutku manja.


" Hahaha udah yuk bangun, beli minuman di warung itu dulu ", kata Bima sambil menunjuk sebuah warung yang letaknya tak jauh dari kami duduk.


" Bantuin dong ", kataku sambil mengulurkan kedua tanganku.


" Ihhhh manjanya aku cium lho nanti ", sambil menarik tanganku.


" Iiihhh mau dong dicium ", sahutku menggodanya.


" Nggak jadi deh kalau gitu ", sambil tertawa dan berjalan cepat meninggakanku.


" Bimaaa tungguuuu...", kejarku dan berusaha meraih tangannya.


Setelah sampai di warung kami membeli beberapa minuman.


Bima memilih minuman botol, sedangkan aku memilih jus buah segar.


Setelah sholat dhuhur di lokasi tawangmangu, aku dan Bima memutuskan untuk pulang.


" Mau kemana lagi nih ?", tanya Bima.


" Kemana yaaaa ".


" Ya terserah, aku kan pengen nyenengin kamu ".


" Emang kamu nggak seneng ?"


" Makan dulu aja yuk ?"


" Makan apa ?"


" Makan soto aja yang seger ".


Kemudian dengan berbekal google map, kami berhenti di sebuah soto yang sangat terkenal di kota Solo, tempatnya lumayan ramai


Setelah sampai kamipun turun.


" Bim tempat seramai ini pasti omsetnya besar ya ?"


" Iya Ve bisnis kuliner itu nggak ada matinya, makanya aku tuh pengen setelah kita nikah nanti aku pengen kamu tuh keluar kerja dan kita buat bisnis kuliner aja, aku udah punya tempat strategis, dan orang orang ahlinya, apalagi di Yogya sangat menjanjikan Ve ".


" Kok belum kamu buat sampai sekarang ".


" Aku belum punya orang yang kupercaya buat ngawasin Ve, makanya aku tuh mau kalau kita nikah nanti kamu yang ngurusin bisnis kuliner kita ".


" Aku kan nggak bisa masak Bim ?"


" Kamu nggak usah masak Ve, semua udah dikerjain orang, kamu cuma bagian ngawasin aja, nggak tiap hari juga, misalnya 1 hari kamu tungguin 2- 3 jam, habis itu semua udah bisa dipantau lewat cctv Ve yang bisa kita lihat dari rumah saja, semuanya kan udah sistem barkot, aku jelas nggak mampu kalau harus membagi waktuku antara Rumah sakit, sama bisnisku Ve, gimana Ve ?"


" Ya itu bisa kita fikirin nanti aja Bim, yang penting nikah dulu baru nyusun rencana ke depannya ".


" Aku tuh kasihan sama kamu Ve kerjamu kayaknya capek banget, mana resikonya besar ngitung uang orang, kerja sama perusahaan emang seperti itu, aku juga sama, terikat aturan, makanya aku bercita cita mau buka klinik sendiri Ve, biar lebih bebas, aku yang nentuin jam kerjaku sendiri ".


" Iya Bim mudah mudahan terkabul ya ".


" Aminn ", jawab Bima.


" Udah yukkk pulang ?" Kata Bima setelah kami selesai makan.


" Ayuk ", jawabku.


Dan kami berjalan menuju parkiran.


" Ve besok mau pergi jam berapa ?" tanya Bima di dalam mobil.

__ADS_1


" Kemana Bim ?"


" Katanya mau nyari seserahan ".


" Ohhh iya aku lupa, jam 10 aja Bim, toko toko kan bukanya siang ".


" Emang biasanya yang dibeli apa Ve ?"


" Ya yang utama kan pasti cincin, kalau mau kamu tambahin yang lain terserah itu hak kamu, kan tergantung keuangan kamu ".


" Aku nggak mau Ve nambahin yang lain ".


" Lalu ?"


" Aku cuma mau beliin kamu cincin satu aja tapi ada berlian di atasnya ".


" Hahh gila Bim berlian kan mahal banget ?"


" Kata siapa mahal ? lebih mahalan mana kalau dibandingin wanita cantik di samping aku yang amat aku cintai ini ???"


" Hmmmm ngerayu....." kataku sambil mencibir .


" Nggak ngerayu kok Ve, cuman lagi usaha siapa tau khilaf hehehe ".


" Ehhhh inget pesen ibu ya ".


" iya siapp nyonya saya belum lupa ", kata Bima sambil memberi hormat kepadaku dengan tangan kirinya.


Kami sampai di Yogya sore hari.


" Ve numpang mandi ya, aku masih pengen di sini ngobrol sama kamu ".


" Iya Bim bentar ya aku ambilin handuk dulu ".


Setelah mengambilkan handuk Bima langsung masuk ke kamar mandi, sedangkan aku mengobrol di kamar Dinda.


Tiba tiba saja aku melihat ada seorang pria turun dari motornya dan sedang menuju ke kamarku.


" Din Elmo dateng ", kataku pada Dinda.


" Waduh mati aku Din ?".


" Kenapa mati ?"


" Ada Bima di dalam lagi mandi Din ".


" Udah buruan sana temuin nanti ketahuan Bima bahaya lho ".


Akhirnya aku berlari menemui Elmo dan mengajak berbalik keluar dari halaman kosku.


" Kenapa Ve aku mau ke kos kamu kok ?"


" Aduh El maaf banget ada Bima di dalem lagi mandi, kamu pulang dulu ya, nanti kalau Bima udah nggak ada aku telfon kamu ya, maaf banget El ".


Elmo menurut dan kemudian dia pergi dengan sepeda motornya, sebenarnya aku kasihan sekali dengan dia, tapi aku takut Bima bisa ngamuk kalau tau ada Elmo di sini ".


Setelah Elmo pergi aku kembali lagi ke kamar Dinda dengan keadaan lega.


" Gimana Ve ?"


" Udah pulang Din, dia aku kasih tau kalau ada Bima di kamarku ".


" Dia nggak marah Ve ?"


" Nggaklah Din pasti dia maklum ".


Sesaat kemudian terdengar suara langkah kaki di depan kamarku.


" Aku keluar dulu ya itu pasti Bima udah selesai mandi ".


" Udah Bim mandinya ?"


" Udahlah ngapain lama lama, orang nungguin kamu di dalem nggak dateng dateng ya udah aku keluar aja deh ".


" Hahaha kamu ya usaha melulu ", jawabku.


Kemudian aku mengobrol dengan Bima sampai malam. Hingga kemudian pukul 9 malam Bima pulang ke rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2