Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Vero menelfon ibunya


__ADS_3

" Hai Ve...sudah dari tadi ya menungguku?"


" Lumayan El, mungkin 1/4 jam."


" Sorry aku tadi mandi dulu."


" Ihhh gaya, emang biasanya mandi ya kamu?"


" Sembarangan ganteng-ganteng gini aku rajin mandi lho."


" Hahaha ganteng....??? iya ganteng tapi di rumah kamu sendiri ya, soalnya nggak ada saingannya kan...?"


" Ahhh kamu Ve jangan terlalu jujur kenapa?"


" Udah ah kamu ngajak becanda melulu El, nggak bisa ya sekali kali serius gitu."


" Ihhh aku pernah lho Ve serius, waktu ngerjain ujian akhir, serius banget malahan sangking seriusnya sampai ketiduran hahaha....."


" Hehehe lucu-lucu....", kata Vero sambil tertawa yang dibuat buat.


" Hehehe jangan gitu Ve, hidup jangan terlalu dibuat serius, cepet tua lho nanti, yang tua aja pengen kembali muda, kamunya malah pengen buru-buru tua, inget belum nikah lho kamu !!!"


" Udah deh El, jadi pulang nggak nih...? Apa mau disini aja ", kata Vero.


" Yeee jadi dong, kamu pikir aku mau jadi satpam di sini."


Kemudian Bima dan Vero langsung menuju kos.


" El kamu ke kos aku terus, sekali kali kek ajak aku ke rumah kamu."


Elmo diam tidak menjawab, dan dia seperti sedang memikirkan sesuatu.


" El malah diem, kenapa nggak boleh ya? jangan khawatir aku nggak akan ngerampok rumahmu kok, cuma pengen tau aja, biar gantian nanti aku yang main tempatmu."


" Belum saatnya Ve, nanti pasti aku ajak kamu ke rumahku."


" Kapan El?"


" Nanti deh tunggu aja."


Sampai di kos, Vero langsung ijin Elmo untuk mandi dan sholat dulu. Dilihatnya ada Dinda yang sedang asyik bermain hp di depan kamarnya.


" Din udah pulang dari tadi?" tanya Vero.


" Nggak Ve baru aja."


" El aku mandi dulu ya, tunggu ya? Eh kamu mau minum apa nih?"


" Teh aja Ve kayak biasanya."


Sepeninggal Vero ke dalam, Dinda mendekati Elmo dan mengajaknya ngobrol, sepertinya amat rahasia, karena mereka mengurangi volume suaranya agar tidak di dengar Vero.


" Jadi begitu Din?"


" Iya El, kamu tau kan?"


" Iya Din, tapi apa masih mungkin Din?"


" Coba saja El, tidak ada salahnya mencoba, bukankah kamu juga menginginkan dia bahagia?"


" Iya Din, benar kata kamu. Tapi apa tidak terlalu cepat? Bukankah dia baru saja mengalami hal yang menyakitkan dengan Bima?"


" Enggak El, lebih cepat lebih baik. Dan mudah mudahan itu bisa menjadi penyembuh lukanya, aku akan atur semuanya ya?"


" Iya Din, lalu kapan sebentar lagi dia akan mengambil cutinya?"


" Tenang El, aku akan mengabarimu secepatnya, kamu yang menentukan tempatnya ok?"


" Ok Din makasih."


Tak lama kemudian Vero keluar dari kamarnya, dan terlihat segar sambil membawa teh panas untuk Elmo.


" Jadi kerjamu di perusahaan itu sudah lama El?"


Dinda langsung mengalihkan pembicaraan dengan cepat, dan Elmo tau maksud Dinda, maka Elmo langsung merespon perkataan Dinda.

__ADS_1


" Lumayan lama Din."


" Kalian ngomongin apa sih serius banget?" tanya Vero.


" Ini ngomongin kerjaan Elmo."


" Ooohhh kenapa nanya nanya? Mau daftar?"


" Mau tapi jadi mantu managernya."


" Ishhhh kebiasaan ", jawab Vero.


" Aku tinggal ya, mau mandi dulu nih." Kata Dinda.


" Ya udah sana-sana...ganggu aja ", kata Vero sambil mendorong tubuh Dinda.


" El....ikut nggak?"


" Ikut mandi?" Tanya Elmo.


" Ikut bersihin kamar mandi hahaha."


" Hahaha....Elmo hanya tertawa."


" Ve kamu nggak pengen nelfon ibumu sekarang?" Tanya Elmo setelah Dinda masuk ke kamarnya.


" Iya sih El, cuma aku kok kayaknya nggak tega ya denger ibuku kecewa."


" Kecewa sih pasti Ve, tapi pasti ibumu mau ngerti kok percaya deh sama aku."


" Iya El?"


Elmo mengangguk sambil tersenyum berusaha meyakinkan Vero.


Kemudian Vero mengambil hp di dalam kamarnya, kemudian menelfon ibunya.


Tak lama telfonnyapun diangkat.


" Assalamualaikum bu?"


" Alhamdulillah bu sehat, ibu juga sehat kan?"


" Iya nduk ibu sehat, masmu Bima baik to?"


Vero terdiam, ada perasaan perih di hatinya, mendengar ibunya menyebut nama laki laki itu itu, dan wajahnya berubah sedih.


" Nduk...???"


" Eh ehm iya bu Bima sehat."


" Terus rencana kalian bagaimana nduk, jadi minggu depan to?"


" Bu...maafin Ve ya?"


" Maaf kenapa Ve? Kamu lagi ada masalah?"


" Bu...Ve dengan Bima udah berpisah."


" Maksudnya nduk?"


" Ve udah putus bu sama Bima."


" Nduk ibu nggak salah dengar ini? kamu putus sama Bima?"


" Nggih bu, maafin Ve bu."


" Kenapa nduk? bukankah kalian sudah lama berhubungan dan sudah mau bertunangan?"


" Iya bu, tapi Bima tergoda mantannya bu."


" Benarkah Ve?"


" Iya bu, mantannya datang ke Yogya dan mereka berdua selingkuh di belakang Ve bu. Ve nggak bisa melanjutkan hubungan ini, hati Ve terlajur sakit bu."


" Ya udah nduk jangan sedih, pasti suatu hari nanti kamu akan mendapatkan laki laki yang lebih baik dari Bima nduk."

__ADS_1


" Ibu nggak kecewa Ve putus?"


" Ibu memang kecewa kalian putus, tapi ibu lebih kecewa lagi Bima menghianati kamu. Padahal ibu sudah percaya dengan dia. Udah nduk jangan terlalu dipikirin ya, kebahagiaan kamu itu bagi ibu lebih penting nduk."


" Iya bu terimakasih ya bu."


" Iya nduk udah kamu konsentrasi aja sama kerjaan kamu ya nduk."


" Nggih bu ", kemudian kututup telfonku.


Vero menarik nafas lega.


" Hhhhhh...."


" Kenapa? lega kan?" tanya Elmo.


" Iya El, aku lega banget."


" Udah aku bilang Ve, nggak ada orang tua yang nggak mau lihat anaknya bahagia."


" Iya El, cuma aku tuh nggak tega banget bikin ibuku sedih dan kecewa."


" Iyalah Ve, cuma kalau itu demi kebaikan kamu apa salahnya?"


" El...."


" Iya Ve?"


" Apa benar ya Bima itu sungguh sungguh mencintaiku ?"


" Memang kenapa Ve ?"


" Karena sikap dia selama ini benar benar membuatku yakin padanya."


" Ve....mungkin benar Bima itu mencintaimu, tapi tidak seharusnya dia menghianatimu, apapun alasannya."


" Kalau kamu jadi aku bagaimana El?"


" Kalau aku jadi kamu Ve? pasti udah aku putusin dari dulu-dulu Ve, nggak perlu nunggu bertahun tahun seperti ini, mungkin tahun pertamapun langsung aku putusin."


" Kenapa El ?"


" Sebuah hubungan itu harus bisa saling menghargai, jangan ada yang tersakiti salah satunya, buat apa Ve dipertahanin hubungan yang kayak gitu?"


" Kamu kan udah tau alasanku El?"


" Ya benar aku juga tidak menyalahkan kamu, tapi masih banyak cara untuk membuat orang tua bahagia tanpa harus berpura pura Ve."


" Iya El benar kata kamu."


" El, cuti besok ke Bandung aja yuk?"


" Bandung? Seru tuh tempatnya sejuk."


" Iya El nyari yang sejuk sejuk biar pikirannya nggak panas lagi."


" Hahaha pikiran kamu tuh yang panas Ve, minta disiram pake es."


" Serius El, gimana jadi nggak?"


" Jadi dong, berangkat tanggal berapa?"


" Tanggal 16 aja, kan hari jumat tuh."


" Naik mobil aja ya?"


" Mobil siapa El?"


" Tenang ntar aku lobby mobil bosku."


" Kan biayanya besar El kalau bawa mobil sendiri?"


" Udah beres pokoknya."


" Ya udah sip kalau gitu."

__ADS_1


__ADS_2