Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Bima berbohong


__ADS_3

Keesokan harinya kami semua pergi jalan jalan.


" Mau ngajak main kemana kalian hari ini ?"


Tanya Bima kepada adik adiknya.


" Mendingan nyari tempat yang dingin dingin aja kak, soalnya udah biasa di tempat panas, Surabaya kan panas banget ".


" Ke kaliurang mau ? "


" Iya ke Kaliurang aja ", jawab 2 adik Bima bersamaan.


Akhirnya kami semua menuju ke kawasan Kaliurang


Saat baru saja turun dari mobil, hp Bima tiba tiba berbunyi.


Bima kemudian mengambil hpnya dari saku celana.


" Aduh mati aku kenapa Anya telfon ", bathin Bima, mana ada keluarganya di sini lagi, apalagi 2 adiknya yang bawel itu bisa panjang urusannya.


Kemudian Bima menolak panggilan dari Anya.


" Kok di matiin Bim kenapa ?" Tanya Vero penuh selidik.


" Ohhh biarin aja Ve, nggak ada namanya, males aku ngangkatnya ".


Namun kemudian Anya menelfon lagi, dan ditolak lagi dengan Bima, kemudia Bima langsung mensilent hpnya dan hanya digetar. Namun ternyata Anya terus saja menghubunginya, terasa getaran dari saku celananya. Bima terlihat gelisah dari gerak geriknya.


Vero sedikit curiga dengan Bima, karena tidak biasanya Bima segelisah itu jika memang itu bukan telfon penting.


" Ada apa dengan dia ? Aku harus menelfonnya balik, kalau tidak dia akan terus menerorku ", bathin Bima, karena dia hafal sekali sifat mantan kekasihnya itu.


" Aku ke toilet dulu ya Ve, kamu antar mereka untuk memesan mobil tour merapinya ya ?"


Vero belum sempat mengiyakan, namun Bima keburu pergi dari hadapannya.


" Ada apa dengan Bima ? kenapa tingkah lakunya mencurigakan ?" Bathin Vero.


" Dia langsung menyusul Bima, namun sebelumnya mengantar keluarga Bima ke basecamp mobil yang akan mereka gunakan nanti ".


Dilihatnya Bima tidak masuk ke toilet, namun justru berbelok menjauhi toilet.


Diikutinya Bima dari jauh, dan terlihat olehnya Bima sedang menelfon seseorang.


" Hallo Nya ada apa ?"


Tanya Bima.


" Kamu masih dimana ? kok hpnya dari tadi dimatiin terus.


" Aku masih sama keluargaku Nya ".


" Emang telfonku mengganggu ya, sampai kamu matikan ?"


" Bukan begitu, tadi Vero di sampingku, aku nggak mau Vero salah paham lagi ".


" Kayaknya kamu cinta banget Bim sama dia ?"


" Nanti aja ya Nya ngobrolnya, biar aku yang hubungin kamu lagi, aku nggak mau gara gara telfon dari kamu, hubunganku denga Vero bermasalah ".


Kemudian Bima menutup telfonnya dan membalikkan tubuhnya, dia begitu terkejut saat tau Vero ada di belakangnya.


" Itu Anya ?"


" Eh ehm bukan Ve, ini dari temenku ".


" Kamu bohong ?"


" Itu Anya ? kamu nggak perlu sembunyi sembunyi kalau itu bukan dari Anya ".


" Beneran Ve aku nggak bohong Ve ".


" Coba aku lihat sini hpmu ".

__ADS_1


" Udah deh Ve ".


" Sini hpmu ", bentak Vero.


" Ve pleas jangan merusak suasana dong ".


" Siapa yang merusak suasana Bima ? aku atau kamu ?"


" Kamu bohong kan ?"


" Kamu simpan no hp Anya kan ? jujur sama aku ? jujur Bima ?"


" Ok kalau kamu memang nggak mau jujur sama aku Bim ".


Tiba tiba hp Vero berbunyi, dilihatnya Elmo yang telfon kepadanya.


" Kamu pikir aku akan diam saja kamu bohongi Bim ", bathin Vero.


" Hallo Elmo...eh tumben kamu telfon ada apa ?"


Kata Vero bermanis manis.


" Kamu lagi dimana Ve ?" tanya Elmo.


" Oh ini aku lagi di kaliurang El ".


Bima langsung meradang mendengar Vero menyebut nama Elmo.


" Vero kamu masih berhubungan dengan laki laki itu ?" tanya Bima


" Kenapa memangnya Bim ? kamu marah ? apa bedanya sama kamu ?"


" Ve...Ve ...hallo...?"


Elmo mendengar pertengkaran Bima dengan Vero melalui hpnya.


" Bawa sini hpmu ", kemudian Bima merebut hp Vero.


" Hei kamu dengar ya jangan pernah telfon telfon Vero lagi, kami sebentar lagi akan bertunangan, dengar kamu....!!!!" Bentak Bima, dan kemudian Bima mematikan hp Vero.


" Tapi kenapa Vero berani mengangkat telfonku sedang Bima masih ada di situ ", tanya Elmo dalam hati


" Vero jangan pernah berhubungan dengan laki laki itu lagi...!!!"


" Kenapa Bim ?"


" Aku nggak suka Vero ".


" Lalu Anya ? apa kamu pikir aku suka kamu berhubungan dengan Anya ?"


" Aku dan Elmo itu hanya temenan nggak lebih, lalu kamu dan Anya apa Bim ?"


" Kamu berani nggak temukan aku sama Anya dan menjelaskan jangan pernah hubungin kamu lagi, karena kita akan bertunangan ? berani nggak Bim ?"


Bima diam saja.


" Tuh kamu nggak akan tega Bim, karena kamu masih mencintainya, bahkan kamu memiliki no hpnya, dan itu berarti kemarin kamu udah bohongin aku Bima ".


" Kalau kamu nggak berani temuin aku sama dia, telfon dia sekarang dan bilang semuanya sama dia, ayo kalau kamu berani, bilang kamu itu nggak cinta sama dia lagi Bim ".


Bima tetap diam, dia amat bingung dengan permintaan Vero, di satu sisi Bima tidak tega menyakiti Anya, di sisi lain dia nggak mau hubungannya dengan Vero putus di tengah jalan.


Sesaat kemudian Vero terisak.


" Lihat Bim benar kan kataku, kamu lebih memilih menjaga perasaan dia daripada calon tunangan kamu sendiri, aku sadar sekarang Bim, sebatas mana arti aku buat kamu Bim, aku sadar sekarang Bim ".


" Ve pleas...aku mohon...", kata Bima sambil meraih tangan Vero.


" Tolong ngertiin posisiku dong Ve ?"


" Posisi yang mana Bim ? posisi kamu sebagai mantan Anya atau orang yang masih mencintai Anya ? harusnya kamu nggak perlu bingung menentukan sikap, seandainya kamu udah bisa melupakan Anya di hati kamu Bima, seharusnya kamu bisa tegas dengan Anya Bima, bukannya justru mengorbankan perasaan aku, kamu benar benar nggak adil Bima ".


Kemudian Vero berlari meninggalkan Bima, dan Bima mengejarnya, dipegangnya tangan Vero dengan erat.

__ADS_1


" Kamu mau kemana Ve ?"


" Mending aku pulang Bim, aku merasa bahwa aku nggak ada artinya buat kamu, mendingan kita putus Bim ".


" Enggak Ve jangan bicara seperti itu, aku mencintai kamu, dan aku ingin menikah dengan kamu ".


" Mencintaiku ? ingin menikah denganku ? tapi hatimu masih terbagi dengan Anya, apakah kamu akan membuat masalah dalam hubungan kita nantinya Bim ? apa buktinya kalau kamu itu benar benar mencintaiku ha ?"


" Ok ok Ve aku telfon Anya sekarang di depan kamu ya , dengar ini ".


Kemudian Bima mengambil hp dari saku celananya kemudian menelfon nomor Anya dan di loudspeaker agar Vero mendengar percakapan mereka.


" Hallo Bim ".


Terdengar suara Anya dari hp Bima.


" Hallo Nya ".


" Ada apa Bim ?"


" Nya maafin aku, tolong jangan hubungin aku lagi, karena aku sudah mencintai wanita lain, kamu harus tau Nya sebentar lagi aku dan Vero akan bertunangan dan segera menikah, jadi aku mohon jangan pernah hubungin aku lagi Nya ", kemudian Bima menutup telfonnya.


Sementara itu Anya hanya tersenyum mendengar suara Bima dari hpnya.


" Bima...Bima...aku itu bukan perempuan bodoh, aku tau, kamu pasti terpaksa melakukan ini, aku sudah lama mengenalmu Bima, kamu itu bukan sosok lelaki yang tega menyakiti hati wanita, apa lagi hati mantanmu yang sebenarnya masih sangat kamu cintai, kasihan Vero...pasti sekarang dia merasa puas mendengar Bima sudah menelfonku di hadapannya ....aku akan terus berusaha mendapatkan kamu lagi dari Vero ", bisik Anya sambil tersenyum.


" Bagaimana Ve ? kamu udah puas kan sekarang ? udah yakin kalau aku benar benar mencintaimu ?"


" Bawa sini hpmu ".


" Apalagi Ve ?"


" Bawa sini hpmu dulu ".


Kemudian Bima memberikan hpnya kepada Vero.


" Nomor dia kamu kasih nama siapa ?"


" Aku kasih nama Anya ".


Kemudian Ve mencari nama tersebut di hp Bima, kemudian menghapusnya.


" Aku akan hapus nomornya biar kamu nggak hubungi dia lagi ".


" Terserah kamu Ve ", jawab Bima.


Setelah Vero menghapus nomor Anya, kemudian dia mengembalikannya lagi ke Bima.


" Kamu hapus juga nomor Elmo ", kata Bima.


" Sudah kuduga, untung aku masih ingat nomornya ", bathin Vero.


" Ok nih ya aku hapus nomornya ", kata Vero.


" Ok sekarang kamu nggak marah lagi kan ?"


Kata Bima.


" Nggak aku masih sebel sama kamu ", jawab Vero cemberut.


" Beneran masih sebel nih ?" canda Bima.


" Kalau digelitikin gini masih sebel nggak ?", kata Bima sambil menggelitik pinggang Vero.


" Hei Bim geli ah udah Bim hentikan....!!!" kata Vero sambil tertawa.


" Maafin aku nggak ?"


" Iya iya aku maafin ", kemudian Bima memeluk Vero.


" Aku tuh sayang sama kamu Ve ", bisik Bima di telinga Vero.


" Ahhh....Vero kamu tuh selalu membuatku rindu dengan tingkah polosmu, tapi kenapa aku masih belum bisa melupakan Anya....Anya maafin aku semoga kamu tidak merasa tersakiti dengan telfonku tadi ", kata Bima dalam hati.

__ADS_1


Kemudian mereka berdua segera pergi menemui keluarga Bima yang menunggunya sejak tadi.


__ADS_2