
Waktu liburan Vero sudah habis, dan dia sudah kembali lagi ke Yogya.
Saat sedang berada di dalam taksi Elmo menelfonnya.
" Hallo Ve?"
" Iya El?"
" Kamu nanti nyampe jam berapa? biar aku jemput."
" Nggak usah El, aku udah ada di dalam taksi kok, udah mau sampai kosku."
" Kok kamu nggak mau nelfon aku sih? Kan waktu itu aku udah bilang mau jemput kamu."
" Nggak perlu El, aku bisa sendiri kok."
" Ya udah aku ke kos kamu sekarang ya?"
" Kamu ke kos mau nemuin aku atau Dinda?" Tanya Vero polos.
" Memangnya kenapa Ve?"
" Ya kalau mau nemuin Dinda, silahkan, tapi kalau mau nemuin aku, besok aja El aku masih capek."
Elmo tersenyum dalam hati
" Vero Vero jujur banget sih ", kata Elmo dalam hati.
" Ya udah deh besok aja ", jawab Elmo lalu menutup telfonnya.
Sampai di kos, Vero langsung tidur sampai sore hari, karena dia kelelahan setelah satu hari satu malam berada di kendaraan.
Vero terus berada di kamarnya sampai malam hari, dan hanya bermain android sambil bermalas malasan.
#############
Waktu terus berlalu Vero menjalani aktivitasnya seperti biasa, hanya kebiasaan mengobrol dengan Dinda tidak lagi dilakukannya, Vero malas ke kamar Dinda lagi semenjak Elmo dan Dinda akrab.
Pada suatu sore sepulang kerja Dinda ke kamar Vero.
" Ve...." panggil Dinda manja.
" Hmmm ", kata Vero malas malasan menjawab panggilan Dinda.
" Ihhhh kok cuma gitu sih jawabnya."
" Emang harus gimana?"
" Yang sedikit antusiaslah, apa Din? bagaimana Din? gitu kek Ve."
" Ada apa Dinda? Kata Vero tanpa beralih dari layar hpnya."
" Iiihhh ini disimpen dulu dong, aku kan mau bicara serius." Sambil merebut hp Vero dan diletakkan di kasur.
" Bicara serius apa sih? "
" Ve nanti malem ikut aku yuk?"
" Kemana?"
" Ke suatu tempat."
" Berdua?"
" Berangkatnya sih berdua."
" Lalu?"
" Udah deh nggak usah nanya nanya, ikut dulu baru nanti kamu tau."
" Males ahhhh."
" Ihhhh Ve ayok dong, pleasss beneran kamu nanti pasti seneng!"
" Seneng gimana? Aku aja belum tau kok."
" Ya nanti pasti tau kalau udah disana."
" Yakin aku bakalan seneng?"
" Iya sumpah yakin banget malahan, aku kan tau kamu Ve."
Vero mengernyitkan dahinya, mencoba menerka nerka kejutan apa yang akan dibuat sahabatnya yang akhir akhir ini mulai jauh dengannya. Vero merasa sedikit penasaran, maka dianggukanlah kepalanya, mengiyakan ajakan Dinda.
" Yesss....nanti habis magrib ya ", kata Dinda.
__ADS_1
" Iya ", jawab Vero masih sok cuek.
" Inget dandan yang cantik, pakai baju terbaik ya?"
" Apaan sih emang mau ketemu presiden?"
" Ihhh ini lebih dari presiden Vero yakin deh, inget ya pakai baju terbaik terus dandan yang cantik!"
" Iya iya bawelll."
" Makasihhhh Vero ", kata Dinda sambil mencubit pipi sahabatnya, itu lalu keluar meninggalkan kamar Vero, ada senyum yang mengembang di wajah Dinda.
" Apa sih yang mau dilakuin anak itu?" bisik Vero pada diri sendiri.
Setelah sholat magrib Dinda masuk ke dalam kamar Dinda.
" Udah siap belum Ve?"
" Iya sebentar katanya disuruh dandan yang cantik."
Vero memakai rok panjang di bawah lutut, dan atasan warna pink muda, sangat cocok di badan Vero.
" Ckckck sumpah kamu cantik banget, mirip foto model Ve, tapi nanti kamu yang bawa motor ya."
" Iya beres ", jawab Vero.
Tak lama kemudian merekapun berangkat ke tempat yang ditunjukkan Dinda.
" Kemana ini Din?"
" Udah jalan terus aja ikutin perintah aku ", kata Dinda.
" Itu tu berhenti di cafe depan itu Ve!"
" Cafe Din? Yang bener? aku kan nggak seberapa hobby ke cafe."
" Udah tenang aja pasti nanti kamu seneng Ve."
Setelah tiba di sebuah cafe yang lumayan berkelas, Dinda dan Vero turun dan berjalan masuk.
Vero melihat kesana kemari, mencari tau kejutan apakah yang akan diberikan sahabatnya itu.
Dinda terus menggandeng tangan Vero semakin masuk ke dalam. Lalu kemudian Dinda menghentikan langkahnya di sebuah ruangan yang sepertinya sedikit privacy, ada sekat yang dibuat seperti pagar untuk membatasi dengan kursi di sebelahnya.
Di dalam ruangan itu ada 2 buah kursi yang disusun berhadap hadapan, juga sebuah lilin yang diletakkan di atas meja di depannya. Lilin hias berwarna merah.
" Ve kamu duduk dulu di situ ya, aku mau ke toilet dulu, tunggu ya jangan kemana mana!"
Vero menuruti perintah Dinda, dia masih penasaran apa sih yang akan dilakukan sahabatnya itu.
Vero melihat sekeliling ruangan diantara celah pembatas ruangannya. Dia hanya melihat beberapa tamu yang tampaknya sedang menikmati hidangan di restoran ini, dan sepertinya rata rata pengunjung restoran ini adalah pasangan dewasa dan rombongan keluarga. Maklum tempat ini merupakan restoran untuk menengah ke atas, dan mungkin tidak cocok untuk kantong mahasiswa.
Setelah lama menunggu, tiba tiba ada sepasang tangan menyentuh pundaknya dari belakang.
Vero sangat terkejut, dan dia spontan menoleh.
Dilihatnya Elmo sedang berdiri di belakangnya, menggunakan kemeja warna abu abu, dan terlihat sangat gagah. Dan tampilannya sedikit berbeda seperti biasanya.
" Elmo? kok kamu disini?"
Tanya Vero bingung.
Elmo hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Vero, kemudian Elmo menarik kursi yang ada di depan Vero dan duduk di atasnya.
" Ve kamu kaget aku tiba tiba ada di sini?"
" Iya kok kamu di sini? lalu Dinda mana ?"
" Dinda udah pulang dari tadi."
" Udah pulang dari tadi? Apa sih maksud dia? Terus aku disuruh pulang naik apa El?"
" Ssstttt tenanglah ada aku disini ", Bisik Elmo sambil memegang kedua tangan Vero.
Vero terkejut, kenapa tiba tiba Elmo memegang tangannya.
" Tenanglah Ve, nanti aku yang akan mengantarmu pulang ", kata Elmo kembali.
" El ada apa sih ini sebenarnya?"
Elmo menarik nafas panjang, seperti ingin mengumpulkan keberanian berbicara pada Vero.
" Ve....aku tau mungkin ini terlalu cepat, tapi aku rasanya udah nggak sanggup melihat kamu terus terusan terpuruk. Ve aku ingin mengisi kekosongan hati kamu, aku ingin kamu ijinkan untuk menjadi pengganti Bima."
" El...kamu nggak sedang bercanda kan?"
__ADS_1
" Enggak Ve aku serius, aku sayang sama kamu, jauh sebelum ada Bima di hati kamu."
" El kamu?"
" Ya Ve, kamu penasaran kan siapa wanita yang aku sebutkan sebagai masa lalu yang buruk buat aku?"
" Dia itu kamu Ve, kamu masa lalu yang buruk buat aku, karena aku tidak pernah bisa jujur padamu waktu itu, sehingga aku menyimpan perasaanku hingga detik ini seorang diri. Aku tetap tidak bisa melupakanmu Ve, kemudian kita dipertemukan kembali saat di mall itu. Tapi ternyata aku harus kembali kecewa saat tau kamu sudah memiliki Bima, apalagi saat tau Bima akan melamarmu. Sepertinya aku ingin pergi dari sini agar tidak lagi melihatmu, tapi aku tetap nggak sanggup Ve, bayangan kamu tetap mengikutiku."
" El aku bingung, lalu kamu dulu dengan Diaz bagaimana?"
" Aku nggak pernah mencintai Diaz Ve, tapi dia yang selalu mengejar ngejarku."
" Bukankah kalian berdua pacaran?"
" Siapa yang bilang?"
" Fajar El."
" Ooohhh fajar, sebenarnya Fajar juga mencintai kamu."
" Mencintai aku? Benarkah El?"
" Ya dia sendiri yang bilang padaku. Waktu itu sebenarnya kita sama sama ingin mendapatkan kamu, dan mungkin itulah sebabnya Fajar bilang ke kamu kalau aku dan Diaz pacaran."
" Tapi kenapa setelah itu kamu justru seolah menjauhiku?"
" Karena aku tidak mau antara kamu dan Diaz putus persahabatan, kamu tau sikap Diaz kan, sifatnya yang keras kepala dan tidak perduli dengan apapun?"
" Iya El, tapi kenapa Fajar tidak menyatakannya langsung padaku sampai aku lulus El?"
" Aku juga tidak tau itu, mungkin dia merasa bahwa kamu tidak memiliki rasa dengannya, dan dia memilih memendam perasaannya itu daripada nanti kamu bersikap beda padanya, karena kamu tau dia menyukaimu."
" Lalu kenapa baru sekarang kamu berani menyatakan ini semua denganku?"
" Karena aku baru tau kamu juga memiliki rasa yang sama denganku."
" Kenapa kamu percaya diri sekali El?" kata Vero sok jual mahal.
" Hahaha udah Ve kamu nggak usah berpura pura, apakah belum cukup kamu memendam rasa begitu lama padaku?"
Wajah Vero memerah, dan Elmo tau bahwa saat ini Vero sedang gugup sekali.
" Dengar Ve aku tau semuanya dari Dinda, dia yang menceritakannya semua padaku, aku bahagia sekali saat mendengarnya, karena ternyata kamu memiliki perasaan yang sama denganku. Padahal awalnya aku hanya ingin menyimpan perasaan ini sendiri, karena pasti kamu nggak mungkin bisa melupakan Bima, namun kemudian Dinda mengungkapkan semua rahasia itu padaku."
" Dinda? jadi selama ini?"
" Ya selama ini dia yang mengatur semua ini buat kita, dia juga yang menyuruhku untuk cepat menyatakan perasaanku sama kamu."
" Jadi kaliaan berdua tidak ada hubungan apa apa?"
" Ya enggaklah Ve, kami dekat karena ingin menyusun misi rahasia ini buat kamu, aku dan Dinda tau bahwa kamu saat itu sangat cemburu kan melihat keakraban kami berdua?"
" Ihhh enggak itu perasaan kamu aja ", jawab Vero malu-malu.
" Udahlah Ve, mau sampai kapan kamu menyiksa diri sendiri, ijinin aku jadi pengganti Bima ".
Perlahan Elmo berdiri dari kursinya dan tiba tiba berlutut di depan Vero, sambil menatap tajam padanya.
" Vero maukah kamu jadi pacarku ? memulai semuanya dari awal denganku, dan berjanji tidak akan lagi mengingat kenangan buruk bersama Bima, serta mengukir kenangan indah bersamaku ?"
Tiba tiba Vero menitikkan air mata, apakah ini jawaban dari semua penghianatan Bima, tiba tiba saja Alloh mengirimkan laki laki yang selama ini dia kagumi secara diam diam, dan ternyata dia memiliki perasaan sama dengannya.
" El kamu nggak menyesal ?"
" Menyesal kenapa Ve ?"
" Aku takut nantinya aku masih belum bisa melupakan Bima sepenuhnya saat bersamamu ?"
" Aku janji akan membantumu melupakan dia, dan akan menghilangkan semua kesedihan dari wajah kamu, aku janji akan menggantinya dengan senyuman, itu janjiku Ve "
" Benarkah El ?"
" Iya Ve, kamu mau kan menerima cintaku ?"
Kemudian Vero mengangguk.
Perlahan Elmo berdiri dan memeluk tubuh Vero.
Ada air mata di sudut mata Vero, namun kali ini air mata kebahagiaan.
" Ve tubuh kamu kurus banget sih, besok makan yang banyak ya, biar gemukan ".
" Kamu nggak takut aku jelek kalau tubuhku gemuk ?"
" Vero Vero aku itu mencintai kamu karena kepribadianmu dan bukan bodymu sayang ".
__ADS_1
Kata Elmo sambil menghapus air mata Vero, dan mengecup kening Vero.
Sesaat dia terkejut karena ingat bayangan Bima saat mengecupnya, namun perlahan ditepisnya, saat ini di hadapannya adalah Elmo kekasihnya dan bukan Bima.