
Elmo dan Vero sedang berada di dalam mobil, menuju ke kos Vero setelah selesai acara.
" El nongkrong dulu di alun alun ya, aku pengen ngobrol dulu ", kata Vero.
" Ngobrol apa sih sayang?"
" Ngobrol masalah tadi lah." Jawab Vero
" Emang masih penasaran?"
" Iya dong kamu harus kasih penjelasan yang panjang lebar, sampai aku puas ok."
" Kok pakai puas puasan sih? ntar aja, itu kalau udah akad nikah ya?" Jawab Elmo sambil tersenyum menggoda.
" Ihhhh bercanda melulu, serus dikit dong kayak di panggung tadi, sumpah aku ngeliat kamu tadi kayak pangeran di cerita cerita dongeng El." Kata Vero sambil membayangkannya.
" Pasti ganteng kan? Kenapa terpesona ya? Udah biasa aja nggak usah histeris gitu ", goda Elmo.
" Siapa yang histeris yeee...."
" Itu tadi bayangin sambil senyum senyum sendiri."
" Udah deh pokoknya nanti harus jelasin sejelas jelasnya nggak pakai bohong ok."
" Ok siap calon nyonya Elmo."
" Bagusss...!!" Jawab Vero sambil mengacungkan jempolnya ke arah Elmo.
Tak lama kemudian Elmo dan Vero sudah sampai di alun alun, kemudian mereka berdua turun.
" Ayo sini ikutin aku ", kata Vero sambil menarik tangan Elmo.
" Aduuhhh kok buru buru sih sayang, sabar kayak orang mau ngelahirin aja."
" Duduk situ ", kata Vero seperti seorang ibu yang ingin memarahi anaknya.
__ADS_1
Elmo menurut dan duduk di pinggir alun alun, sementara Vero tetap berdiri di depan Elmo.
Elmo seperti seorang pesakitan, yang tidak berdaya di depan seorang hakim. Namun body languagenya justru menunjukkan sikap yang lucu, dia duduk meringkuk sambil mendekap kedua lututnya.
Vero ingin tertawa sedari tadi melihat tingkah Elmo, namun ditahannya dan pura pura galak.
" Sekarang ceritakan padaku, kenapa kamu membohongiku Bapak Elmo yang terhormat ", tanya Vero.
" Sini dong duduk sini juga ", kata Elmo sambil merayu Vero.
" Kalau kamu nggak mau duduk aku nggak mau cerita deh kalau gitu." kata Elmo lagi.
" Aku marah nih ", jawab Vero manja.
" Hahaha kalau gitu aku jadi gemes Ve sama kamu."
" Issshhhh nyebelin serius dong El...!!!"
" Iya iya aku cerita, tapi duduk sini masak berdiri gitu, aku ngeliat kamu dari bawah sini kayak tugu pancoran gitu, tinggi banget hehehe."
" Nah gitu dong ". Kemudian Elmo menatap Vero sambil mengagumi kecantikkannya.
" Kok malah ngeliatin kayak gitu, ayo dong mulai ceritanya kapan? pulang nih aku."
" Sumpah kamu tuh cantik banget Ve, pantesan dari dulu aku nggak bisa ngelupain kamu, bukan wajah kamu aja tapi hati kamu juga, pasti bahagia banget aku nanti Ve kalau bisa hidup berdampingan sama kamu."
" Hmmmm ngerayu nih, mau ngeles nih."
" Enggak kok aku serius, sini...aku ceritain ya ", kata Elmo sambil memegang kedua tangan Vero.
" Vero calon istriku yang cantik...aku harus mulai darimana dulu nih ceritanya?"
" Dari kenapa kamu bohongin aku."
" Ok...Aku pernah cerita kan bahwa dulu aku sempat punya pacar?"
__ADS_1
" Ya ", jawab Vero singkat.
" Dulu itu usaha ayahku itu termasuk berhasil saat kami pindah kesini. Waktu kuliah aku sudah bawa mobil sendiri, dan jaman itu kamu sendiri tau kan masih jarang mahasiswa yang bawa mobil, kebanyakan masih bawa motor. Dan itulah kesalahanku, banyak wanita mendekatiku tapi nggak tulus, salah satunya ya mantanku itu. Sepertinya dia hanya memanfaatkanku saja. Namun kemudian aku sadar dan langsung memutuskan dia. Setelah ayahku meninggal akulah yang meneruskan usahanya hingga sebesar sekarang. Dan kamu pikir jadi orang kaya itu selalu enak? Enggak Ve, ada nggak enaknya, salah satunya itu banyak orang sok akrab dengan kita, padahal ada niat lain di belakangnya, dan aku nggak suka itu. Jadi waktu aku pertama ketemu kamu itu, aku emang sengaja menyembunyikan identitasku sama kamu."
" Jadi kamu menyangka aku itu punya niat buruk sama kamu? mau morotin kamu gitu? padahal kan kamu udah kenal lama sama aku El?"
" Semua orang bisa berubah kapan aja Ve, aku aja kaget waktu ketemu kamu pertama kali, penampilan kamu berubah, apalagi waktu di pesta itu. Wajar kan kalau aku mengira kamu nggak seperti dulu lagi? tapi Ternyata setelah dekat denganmu aku baru tau siapa kamu sebenarnya."
" Jadi itu alasan kamu marahasiakan identitas diri kamu yang sebenarnya?"
" Ya itulah Ve, dan aku harap kamu bisa menerima alasanku."
" Hhhhh tapi aku masih sebel sama kamu, bisa bisanya kamu merahasiakannya begitu lama sama aku, kalau tau begitu kan aku nggak perlu terus terusan menyesali kamu membelikanku baju semahal ini."
" Kamu terus terusan menyesali? Maksudmu?"
" Ya...aku berpikir bahwa pasti kamu butuh waktu lama menyisihkan uang gajimu hanya untuk membelikan satu baju buatku, dan pasti kamu menguras semua tabungan kamu, ternyata mungkin itu hanya sepersekian % dari jumlah uang yang kamu miliki."
" Hahaha...tapi kamu cantik sekali sayang memakai baju itu...Aku nggak bisa bayangin bagaimana nanti kamu dibalut baju pengantin, pasti akan terlihat 10 kali lebih mempesona dari sekarang."
" Jangan mencoba merayuku ya?"
" Aku nggak merayumu, aku sungguh sungguh ingin segera melihatmu bersanding denganku di pelaminan, dan dalam waktu dekat kamu harus memberitahu ibumu, bahwa aku akan datang ke rumahmu untuk melamarmu di depan ibumu ok?"
" Iya El besok aku akan menelfon ibuku."
" Jadi apakah mulai besok kamu akan tetap memintaku untuk terus menemanimu jalan jalan di luar jam kerjaku?"
" Ya itu tetap sayangku, karena statusmu di sana bukan lagi sebagai seorang karyawan, tetapi sebagai calon istri pemilik perusahaan itu. Mulai besok kamu akan aku pindahkan ke kantor baru, dan harus belajar tentang semua yang berkaitan dengan usahaku, karena aku ingin kita mengelolanya berdua, kamu bersedia kan Ve?"
" Iya El, asal kamu mau membimbingku dengan sabar ya?"
" Pasti dong, aku nggak akan mungkin tega memarahi gadis cantik di depanku ini, apalagi kalau dia sedang merajuk manja, aku pasti tidak akan tahan ingin memeluknya ", kata Elmo sambil tersenyum.
" Eitsss jangan macam macam ya ? bukankah kita sudah membuat perjanjian hanya sebatas cium tangan saja?"
__ADS_1
" Ya sayang aku masih ingat itu kok ", jawab Elmo lembut.