
" Ve....aku masuk ya?"
Suara Dinda terdengar di depan kamarku.
" Masuk aja Din, nggak dikunci kok!!"
" Lagi ngapain kamu?"
" Nggak ngapa ngapain, lagi tidur tiduran aja kok."
" Sambil ngelamun jorok yaaa....?"
" Yeee itu kan kamu!!"
" Iiihhhh sialan ", gerutu Dinda.
Kemudian Dinda ikut merebahkan diri di sampingku.
" Ve....kamu masih berhutang cerita denganku lho."
" Cerita yang mana?"
" Heeeeeiii jangan sok lupa ya ", sambil menggelitikku.
" Ehhhh iya iya iya aku ceritain ", kataku sambil tertawa ngakak karena kegelian.
" Aku cerita dari mana nih?"
" Dari awallah, emang dari Malioboro."
" Hehehe ya udah ayo ke Malioboro!"
" Ihhh Vero buruan dong, becanda terus."
" Iya iyaaaaa bawel...!!"
Lalu Dhea memulai ceritanya.
" Semalam kita bertengkar gara-gara cowok Din."
" Cowok?"
" Iya Bima cemburu."
" Kok bisa?"
" Tau sendiri Bima, Bima tuh kelebihannya kan cuma status dokternya itu, yang lainya nol ", kataku sembari merapatkan ibu jari dan telunjuk membentuk sebuah huruf " 0 ".
" Gitu-gitu juga pacar kamu, buktinya kamu cinta."
" Hhehhh iya cinta terpaksa." Kata Vero.
" Dulu kan nggak terpaksa." Jawab Dinda tak mau kalah.
" Iya sebelum aku tau sifat aslinya."
" Kalau ada yang mau nukerin, mau aku tuker tambah sama Brad Pitt ", kataku sambil tertawa.
" Yeee milih...Brad Pittnya yang nggak mau sama kamu."
" Hehehe siapa tau dia khilaf Din."
" Terus, terus?"
" Iya, dia cemburu gitu sama temenku."
" Temenmu yang mana?"
__ADS_1
" Elmo namanya, dia temenku waktu SMA, sore sepulang kerja aku jumpa dia di mall, dan ternyata malamnya dia datang juga ke pesta itu."
" Kalian ngobrol bertiga?" Tanya Dinda lagi.
" Nggak, waktu itu Bima sedang ke toilet dan Elmo menghampiriku."
" Lalu?" Tanya Dinda penasaran.
" Kemudian Bima datang dan langsung ngajak aku pulang, terus marah-marah nggak jelas."
" Dia tuh kayaknya nggak pakai akal sehat, ngapain coba dia cemburu? di tempat ramai kayak gitu dipikirnya aku ngapain sama Elmo? orang aneh ." Gerutu Vero.
" Elmo ganteng?"
" Lumayan...."
" Sama Bima?" Tanya Dinda.
" Kalau menurutku sih macho Elmo hehehe."
" Pantesan Bima cemburu merasa tersaingi kali Ve".
" Mungkin....".
" Buat aku aja kalau gitu ?"
" Enak aja...." Jawab Vero.
" Loh kok enak aja ?"
Aku diam tidak menjawab pertanyaan Dinda.
" Eh kok diem? hmmmmm aku curiga nih sama kamu, ayo jujur siapa dia? Mantanmu Ve?"
" Bukan Din, aku pernah suka dengan dia waktu kelas 1 SMA dulu, tapi kemudian dia pindah sekolah, dan sampai sekarang dia nggak pernah tau aku suka sama dia."
" Ooohhhh first love?"
" Terus gimana selanjutnya Ve...?"
" Terus gitu deh, Bima marah-marah di mobil, dan dia gas mobilnya kayak orang kesurupan Din, dan aku nggak maulah mati konyol."
" Lalu kamu minta turun?"
" Iya aku minta turun."
" Aku pikir dengan begitu dia mengurangi kecepatannya Din."
" Ternyata dia benar benar meninggalkan kamu di tengah jalan???"
" Iya gila kan ??"
" Hahahahaha kasian ya kamu, kamu pikir Bima tipe cowok yang takut digertak, ternyata raja tega juga ".
Sahut Dinda sampai tergelak gelak.
" Sialan seneng banget temennya dizolimi...!!" sahutku merengut.
" Ya enggaklah sayang ", sembari memelukku manja.
" Terus gimana?"
" Aku jengkel banget Din, aku nangis saat itu juga. Aku nggak perduli mungkin banyak orang yang ngeliatin aku, pokoknya aku pingin nangis."
" Ihhh nyebelin banget si Bima itu." Gumam Dinda.
" Tapi aku nggak tau Din, ternyata Elmo dari tadi ngikuti kami berdua, dan dia tau aku diturunin di tengah jalan, terus dia datengin aku."
__ADS_1
" Iiiih romantis kayak cerita sinetron."
" Romantis apaan? diturunin di tengah jalan kok romantis?"
" Tapi kan ada arjuna yang nolongin kamu."
" Hhhhhh.....", aku menarik nafas panjang.
" Kemudian kita makan bareng Din, habis itu nongkrong di alun-alun sampai malam Din."
" Ohhh pantes, Bima kesini sampai 2 kali, tau nggak? Mukanya dah kayak macan nahan emosi Ve."
" Biarin aja Din, kemarin aja dia marah-marah lagi di depan kantorku."
" Kok bisa Ve?"
" Gara-gara nyariin aku malem itu nggak ketemu, paginya aku mau masuk kantor eh dia datang."
" Terus?"
" Aku kan kemarin dianterin Elmo Din."
" Jadi cowok yang jemput kamu kemarin pagi itu Elmo?"
" Tapi mukanya nggak keliatan ketutupan helm." Kata Dinda lagi.
" Kalau keliatan ntar kamu taksir lagi." Canda Vero.
" Terus Bima tau kemarin pagi kamu dianter kerja Elmo?"
" Sebenernya enggak, tapi waktu Bima mau nampar aku tiba-tiba Elmo dateng lagi misahin kami."
" Ihhh dia tuh kayak jagoan aja, dateng di saat yang tepat."
" Ya mungkin dia belum pergi waktu Bima dateng, karena selisih antara Elmo pergi dan Bima dateng itu cuma sebentar Din."
" Terus sekarang gimana?"
" Nggak tau deh, Bima belum hubungin aku lagi, bodo amat deh aku nggak perduli."
" Kamu kayaknya udah nyerah Ve?"
" Aku tuh capek Din...capek banget gimana lagi cara ngatasi sikap dia yang arogan itu."
" Bukan karena Elmo?"
" Elmo?"
" Ya Elmo?"
Aku diam, memang aku nggak pernah begini sebelumnya dengan Bima, yang aku tau aku selalu sabar dan berusaha mengalah dengannya.
" Apakah benar ini karena Elmo? Ah tidak, pasti karena aku sudah lelah menghadapinya ", bathinku.
Aku sendiri nggak pernah tau perasaan Elmo sesungguhnya denganku, dan aku rasa wajar dia membelaku karena tau temannya disakiti.
" Ve kok bengong lagi sih....?"
" Eh kenapa Din...???"
" Yeeee ngelamun."
" Udah sih Ve, kamu tuh harus mikirin perasaan kamu sendiri, udah deh berhenti, kalau nggak kuat nggak usah dilanjutin."
" Tapi Din...."
" Nggak usah tapi tapian, ntar aku bantuin jelasin sama beliau Ve...semua pasti baik-baik saja."
__ADS_1
" Ah Din, semoga benar kata kamu, semua akan baik baik saja."
Kemudia Ve asyik dengan hpnya, sedangkan aku mulai bermain main dengan khayalanku.