Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Elmo menelfon temannya


__ADS_3

Pagi ini Vero akan berangkat kerja seperti biasanya, namun kali ini tampilannya sangat berbeda dari yang biasanya, dia memakai baju yang menutup semua auratnya dari kepala hingga kakinya. Benar kata Elmo, dia justru terlihat lebih cantik dengan busana yang digunakannya saat ini.


Ya Vero telah mantap untuk mengenakan jilbab, dia akan meninggalkan semua masa lalu dia yang buruk bersama Bima, dan segera menyongsong masa depan yang lebih baik lagi bersama Elmo.


Saat Vero keluar dari kamarnya, Elmo menatap takjub tanpa berkedip pada sosok kekasihnya yang telah merubah penampilanya menjadi 180 ° itu.


" Subhanalloh Ve, kamu ....ya ampun sumpah kamu cantik sekali Ve, lebih cantik dari perempuan di butik itu."


" Makasih El ", jawab Vero sambil tersenyum.


" Tapi aku berubah begini bukan ingin dipandang lebih cantik olehmu atau orang lain, tapi karena aku merasa bahwa ini kewajibanku untuk menutup aurat El."


" Ya Alloh Ve, aku bangga banget sama kamu, aku beruntung Ve sudah mendapatkan wanita sepertimu ", kata Elmo sambil memegang tangan Vero.


" Tapi setelah ini harus ada yang dirubah dengan kebiasaanmu El."


" Kebiasaan apa Ve?"


" Kebiasaan untuk mencium pipiku."


" Ohhh itu, aku siap Ve, aku nggak keberatan kok."


" Dan sekarang aku yang akan mencium tanganmu ya, bagaimana?"


" Hmmm sepertinya itu tawaran yang menggiurkan Ve, ok aku setuju."


" Deal ya? kata Vero sambil mengulurkan tangannya.


" Ok deal Veku sayang ", kata Elmo sambil menjabat uluran tangan Vero.


Kemudian mereka tertawa bersama.


Dinda hanya mencuri dengar dari dalam kamarnya, tingkah dua orang sahabatnya itu sambil tersenyum.


" Semoga setelah ini kamu akan bahagia Ve", bisiknya.


Vero dan Elmo kemudian langsung pergi menuju ke tempat kerjaan. Sesampainya di sana Vero mulai membiasakan diri untuk mencium tangan Elmo, Elmo tersenyum sambil mengusap kepala Vero. Dua orang yang saling jatuh cinta, dan sedang ingin memperbaiki sebuah hubungan yang lebih diridhoi oleh Alloh.


Elmo langsung menuju kantornya, namun sebelumnya mampir dulu ke rumahnya untuk mengganti bajunya dengan setelan jas, karena pagi ini dia harus memimpin rapat dengan beberapa direksi perusahaannya. Setelah selesai mengganti pakaiannya dia segera melaju menuju tempat kerjanya, dengan mobil sport kesayangannya itu.


##########


Berhari hari Vero gelisah, dia mulai tidak nyaman dengan pekerjaannya, dia ingin keluar, tapi masih bingung karena belum mendapat pekerjaan lain.


" Sayang kenapa akhir akhir ini kamu termenung? ada masalah dengan pekerjaanmu?" tanya Elmo saat sedang berdua di depan kamar Vero.


" Enggak El, pekerjaanku baik baik saja, tapi hatiku yang sedang tidak baik."


" Maksudmu apa Ve?"


" El aku ingin mencari pekerjaan lain, aku rasanya udah nggak nyaman di tempat itu."


" Ga nyaman bagaimana?"

__ADS_1


" Rasanya pekerjaan di bank itu nggak sesuai lagi dengan hati nuraniku, kamu pasti tau itu kan tanpa harus aku menyebutkan alasannya?"


" Alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga Ve."


" Sadar maksudmu ?"


" Sebenarnya aku juga nggak terlalu suka kamu kerja di tempat itu, tapi aku nggak mungkin memaksamu, itu hak kamu untuk memilih profesi sesuai dengan keinginanmu."


" Kenapa kamu nggak bilang dari dulu El?"


" Karena aku percaya, pasti kamu bisa memilih apa yang terbaik buat kamu."


" Lalu kamu mendukungku keluar dari pekerjaan aku sekarang?"


" Aku mendukungmu Ve, bahkan sangat mendukungmu."


" Tapi aku bingung El, aku belum mendapatkan pekerjaan gantinya."


" Kamu nggak perlu khawatir, kalau masalah pekerjaan nanti aku akan menghubungi temanku mungkin dia bisa membantumu Ve."


" Apakah kau yakin El?"


" Ya aku yakin, pasti Alloh akan mengganti pekerjaan kamu 10 X lebih baik daripada yang sekarang, berdoalah Ve."


" Iya El, mudah mudahan."


" Jadi kamu kapan akan mulai mengajukan surat pengunduran diri?"


" Secepatnya El, lebih cepat lebih baik."


" Nggak aku yakin kok, keputusanku sudah bulat."


" Ya udah aku nggak mau kamu menyesal nanti."


" Insyaalloh enggak El."


Tak lama kemudian Elmo berpamitan pulang, dia langsung menuju rumahnya.


Tiba di rumah, Elmo langsung menelfon Rendi orang yang dipercaya untuk memimpin usaha transportasinya yang cukup besar di kota Yogyakarta.


" Malam bosku ", jawab Rendi di sebrang sana.


" Hhhh kebiasaan...sekali lagi kau panggil aku seperti itu, kuturunkan jabatanmu jadi OB Ren."


" Hahaha jangan begitu teman, baru kamu saja seorang bos besar yang tidak mau kupanggil bos, sampai kapan kamu terus merahasiakan identitasmu itu?"


" Sampai aku mendapatkan pendamping yang benar benar tulus padaku Ren."


" Hahaha kalau aku bagaimana? aku sangat tulus denganmu sayangg?"


" Hahhh jijaiiii...mending aku jomblo seumur hidup daripada jadi LGBT, masih banyak perempuan cantik di negeri ini sob."


" Ohya buktinya mana? sampai sekarang kamu masih belum bisa mengenalkannya padaku teman."

__ADS_1


" Sudahlah jangan meledekku terus, sebentar lagi kau tidak akan bisa mengolok olokku."


" Haha semoga benar perkataanmu kali ini El."


" Lalu ada apa malam malam begini kau telfon aku?"


" Aku minta besok Lisa kau pindahkan ke divisi lainnya yang setara, karena tempatnya akan aku berikan pada seseorang?"


" Seseorang?"


" Ya seseorang."


" Apakah itu wanita?"


" Benar seorang wanita."


" Hmmmm apakah dia yang kamu bilang barusan sehingga aku akan berhenti mengolok olokmu?"


" Ya benar?"


" Apakah dia cantik El?"


" Mungkin dia tidak secantik wanita wanitamu, tapi sifatnya jauh lebih cantik daripada mereka."


" Wow sepertinya kau benar benar jatuh cinta dengannya? Sehingga kau menyuruhnya menggantikan posisi lisa yang lumayan tinggi di tempatku."


" Ya...Dan kamu jangan macam macam dengannya, karena sebentar lagi dia akan segera menjadi saudara iparmu sob."


" Hahaha ini baru berita bagus El, setelah sekian lama kamu mencari, akhirnya kamu mendapatkannya, apakah dia sesuai kriteriamu?"


" Ya amat sesuai, bahkan dia lebih baik dari yang aku bayangkan sebelumnya."


" Hmmmm rasanya aku sudah tidak sabar ingin segera mengetahui wanita yang sudah membuatmu tergila gila itu."


" Sabar yang penting kamu kosongkan posisi Lisa dulu, dan tolong atur ulang ruangannya, berikan yang terbaik buat dia."


" Siap El aku pasti akan membuatnya nyaman kerja di sini."


" Kalau boleh tau siapa nama wanitamu ini?"


" Namanya Vero Ren."


" Vero...??? Hmmm dari namanya pasti dia perempuan yang cantik El?"


" Nanti kau bisa menilainya sendiri, tapi ingat Ren jangan sampai kau bocorkan statusku di perusahaan itu, karena dia belum tau siapa aku sesungguhnya."


" Elmo Elmo susah sekali jadi kamu. Kalau aku itu jadi kamu, nggak butuh waktu lama buatku untuk mendapatkan wanita cantik di kota ini sebanyak aku mau."


" Tapi aku bukan kamu teman, dan untung saja kamu bukan aku, kalau tidak mungkin kamu akan menghabiskan seluruh wanita di kota ini, dan tidak akan menyisakan satu untukku."


" Hahaha sialan kau El."


" Ya sudah Ren, nanti kalau Vero sudah membuat surat lamarannya dan memasukkannya ke tempatmu, langsung kamu hubungi aku ya?"

__ADS_1


" Siap El aku pasti menghubungimu."


Kemudian Elmo langsung menutup telfonnya, ada senyuman tersungging di bibirnya.


__ADS_2