
Setelah melewati berbagai tes akhirnya Vero diterima di tempat kerjanya yang baru.
Posisinya lumayan tinggi, karena dia memegang peranan penting kedua setelah manager yang memimpin perusahaannya sekarang.
Siang ini Rendi bertemu dengan Elmo di ruangannya.
" Bagaimana Ren cara kerja Vero?"
" Sumpah El, dia ternyata bukan cuma gadis yang cantik tapi juga cerdas. Dia amat cepat menerima pelajaran yang aku berikan padanya, kamu sangat beruntung bisa mendapatkannya."
" Ya aku memang sangat beruntung Ren."
" Seandainya saja ada 1 lagi gadis seperti itu, aku mau kok El hahaha."
" Kamu tuh....nggak cukup kamu udah sering gonta ganti cewek?"
" Tapi aku kan belum pernah dapetin yang kayak Vero El."
" Awas ya kalau kau coba merayunya!"
" Hahaha mana berani aku El, kalau kamu pecat aku bisa-bisa aku lontang lantung di pinggir jalan."
" Kamu tuh, mana mungkin aku setega itu sama kamu Ren, kamu orang yang sudah amat aku percaya."
" Lalu kenapa kau tempatkan posisi dia tepat di bawahku El?"
" Aku hanya ingin dia mempelajari sedikit demi sedikit dunia kerjaku, dimulai dari tempatmu dulu agar dia terbiasa."
" Yah....Bagaimana dia bisa belajar yang lain kalau kamu tidak mengajarinya ?"
" Pasti nanti suatu saat dia akan kuajari. Perusahaanku selama ini cuma aku yang menghandlenya, aku takut jika terjadi apa apa denganku, aku tidak punya pengganti."
" Jadi kamu ingin dia nanti yang menggantikanmu?"
" Ya tentunya setelah dia jadi istriku Ren."
" Lalu kapan kamu akan membuka kedokmu ini?"
" Kamu kan tau aku sedang membangun kantor pusat baru yang lebih lengkap, nanti setelah semuanya selesai aku akan membuka identitasku."
" Terserah kamu saja El, mana baiknya ", jawab Rendi.
" Sudah, kembali ke tempat kerjamu sana! Aku akan mengajak Vero makan siang."
" Heiii kamu tidak boleh sembarangan mengajak keluar pegawaiku teman! Bukankah ini belum jamnya makan siang ", canda Rendi.
" Hahaha Vero memang pegawaimu, tapi jangan lupa dia calon istriku, pemilik tempat kerjamu!" Jawab Elmo sambil tertawa.
" Hahaha sialan kau...ya sudah bawa bawa sana tapi jangan lupa dikembalikan ya?"
" Jangan khawatir teman ", kata Elmo sambil tersenyum.
Kemudian Rendi keluar dari ruangan Elmo dan segera menuju kantornya. Sepeninggal Rendi Elmo langsung menelfon Vero.
" Hallo Ve?"
" Iya El, ada apa?"
" Kamu sedang sibuk nggak?"
__ADS_1
" Lumayan sih, aku sedang memeriksa data data yang barusan masuk."
" Keluar yuk makan, laper nih?"
" Ihhh Elmo nggak enaklah sama Pak Rendi, masak hampir setiap hari aku keluar sama kamu, nanti kalau dia memecatku bagaimana?"
" Tenang saja sayang, aku udah ijin kok dengannya, dan dia membolehkannya."
Sebenarnya Vero sedikit curiga, kenapa Rendi selalu mengijinkan Vero keluar di saat jam kantornya. Tidak pernah sedikitpun Rendi menegurnya, kalau Vero menceritakan hal ini dengan Elmo, dia selalu menjawab bahwa Rendi teman baiknya, tapi sebenarnya Vero tidak enak hati sendiri dengan atasannya itu.
" Hallo Ve, sebentar lagi aku jemput ya?"
" Eh iya El ", jawab Vero.
Setelah Elmo datang, Vero langsung keluar dari ruangannya dan menemui Elmo di tempat parkir.
" Hai sayang."
" Hai...", jawab Vero.
" Kamu tuh kenapa sih nggak pernah mau jemput aku di ruang tunggu, pasti selalu minta ketemuan di parkiran, jalannya kan lumayan jauh El, padahal motormu boleh kok diparkir sebentar di depan kantor, aku bisa bilang penjaganya."
" Khawatir aja Ve kalau aku masuk ke sana."
" Khawatir apa El?"
" Khawatir kalau cewek cewek ngeliat aku, terus mereka jatuh cinta denganku bagaimana?"
" Ihhhh pedenya....", jawab Vero sambil tertawa.
" Makan dimana nih kita?" tanya Elmo.
" Siang-siang gini makan sop daging enak kali El, di perempatan depan sana yuk, kan ada sop daging El."
" Taulah ada tulisannya kok."
" Ok deh ayok kalau gitu."
Tak lama kemudian mereka sudah tiba di warung yang disebutkan Vero tadi.
" Ve kamu tuh seneng banget ya sama sop daging?" Tanya Elmo saat ada di dalam rumah makan.
" Kok kamu tau El?"
" Gimana nggak tau, dari awal kita pacaran, dalam satu bulan kita makan bersama itu, kamu paling sering pesan menu sop daging."
" Hahaha berarti kamu selalu ngitungin ya El?"
" Ya nggak perlu dihitung aja udah ketahuan Ve."
" Emang kamu nggak suka?"
" Aku tuh nggak ada makanan yang nggak aku suka, semenjak ditinggal ibuku, aku udah terbiasa makan seadanya, nggak banyak maunya, jadi ya ok ok aja."
" Berarti udah dari dulu suka makan di warung ya El?"
" Iyalah terpaksa, nggak ada yang masakin kok."
" Ya udah ntar kalau kita udah nikah pasti aku masakin ya?"
__ADS_1
" Masakin apa Ve ?"
" Masakin sop daging El."
" Hahaha itu mah kesukaan kamu Ve ", jawab Elmo tergelak.
" Hehehe yang penting kan dimasakin." Jawab Dhea sambil tertawa.
" El sedekat apa sih kamu sama Rendi?"
" Kok nanya gitu kenapa Ve?"
" Ya aku tuh bingung aja, kenapa sih kayaknya Rendi nuruttttt banget sama kamu, padahal kan aku pegawainya, tapi setiap saat kamu ngajak aku keluar di jam kerja, Rendi nggak pernah protes."
" Rendi itu temenku sekaligus sahabatku Ve. Aku udah percaya banget sama dia. Kami kenal saat aku pertamakali pindah kesini, dan kebetulan kami kemudian kuliah di kampus yang sama."
" Ohhhh pantesan, kayaknya dia nurut banget sama kamu."
" Yah yang penting kan kamu nggak melalaikan pekerjaan kamu Ve, kamu tetep loyal dengan perusahaan dia."
" Iyalah El itu udah tugasku. Lagian aku harus berterimakasih dengannya karena sudah mau menerimaku di perusahaannya sekarang, di posisi yang tinggi lagi. Kalau nggak, mungkin aku masih sibuk masukin lamaran kemana mana sampai hari ini. Kamu tau sendiri kan, hari gini cari kerja sulit banget."
" Iya sih Ve. Lalu bagaimana kamu udah bisa menguasai semua pekerjaan kamu?"
" Udah El, karena aku nggak mau mempermalukan kamu."
" Kok mempermalukan aku kenapa?"
" Iyalah El, kamu yang udah nitipin aku ke dia, jadi aku nggak mau buat dia kecewa dan mempermalukan kamu, insyaalloh aku akan terus belajar El."
" Syukurlah Ve, jangan malu bertanya dengan Rendi kalau kamu tidak tau."
" Pasti lah El ", kemudian mereka berdua segera menikmati hidangan pesanan mereka yang baru saja datang.
" Ve..."
" Iya...."
" Besok sabtu siang pergi ke butik yuk?"
" Mau beli apa El?"
" Beli baju buat kamu."
" Buat aku? Memang ada acara apa kok harus beli baju?"
" Malam minggu besok kantorku mau ngadain acara besar."
" Acara besar apa El?"
" Acara peresmian kantor baru, dan aku ingin kamu ikut."
" Harus pakai baju baru ya?"
" Harus dong aku ingin kamu tampil secantik mungkin malam minggu nanti."
" Tumben....Katanya kamu selalu menyukaiku tampil apa adanya."
" Iya Ve, tapi malam nanti malam yang sangat spesial buat kita berdua."
__ADS_1
" Kita berdua maksudmu?"
" Sudahlah pokoknya Sabtu siang jam11 ya aku jemput ", kata Elmo, kemudian dia melanjutkan makannya. Sementara itu Vero mengernyitkan dahinya, mencoba menerka nerka hal spesial apa yang akan menantinya di acara malam minggu nanti.