Lelaki Imamku

Lelaki Imamku
Obrolan di pagi hari


__ADS_3

Bangun pagi Vero kali ini berbeda dengan sebelumnya, biasanya setelah sholat subuh Vero masih asyik santai di atas kasurnya sambil menonton tv atau mengotak atik hpnya, namun kali ini tidak, ada seorang laki laki yang menjadi suaminya kini dan butuh pelayanannya setiap pagi.


" Selamat pagi bu, selamat pagi istriku yang cantik ", sapa Elmo saat baru saja keluar dari kamarnya.


" Ihhh ada ibu malu tuh sok romantis segala ", kata Vero sambil berbisik.


" Ya nggak apa apa to nduk, romantis dalam hubungan suami istri itu perlu, dan harus dipertahanin jangan cuma pas lagi pengantin baru aja, sampai tua bila perlu ". Kata ibu Ve saat mendengar Vero memprotes Elmo.


" Tuh denger nasihat ibu, bila perlu bangun pagi begini cium pipi istri nggak apa apa ya bu?" Kata Elmo terus mencandai Vero, Vero melotot ke arah Elmo.


" Bu...Vero malah melototin saya tuhh."


" Hahaha...Vero tuh emang pemalu nak Elmo, padahal cuma sama ibunya sendiri."


Vero tetap pura pura sibuk meracik minuman di hadapannya.


" Iya bu pemalu banget, sampai sampai aku semalem ditinggal tidur sendirian."


" Lho bener to nduk? Katamu udah ijin sama nak Elmo tidur sama ibu."


" Ihhh Elmo jangan gitu dong, nanti aku dimarah ibu lho."


" Hehehe enggak kok bu saya udah ijinin, karena sebentar lagi Vero akan pulang ke Yogya, jadi dia pengen nemenin ibu tidur."


" Oalahhh ibu kira Vero kabur dari kamu semalem nak", kata ibu Vero sambil tergelak.


Vero merengut kesal digoda oleh 2 orang kesayangannya itu.


" Ya udah ibu ke depan dulu ya. Nduk itu masmu mau minum apa? buruan dibuatin."


" Iya bu ini airnya belum mendidih."


Sepeninggal ibunya, Elmo segera mendekati Vero yang sedang berdiri di depan kompor sambil menunggu air mendidih.


" Istriku kok cemberut terus sih dari tadi, ayo senyum dulu dong ", kata Elmo sambil memeluk Vero dari belakang.


" Habis kamunya godain aku terus."

__ADS_1


" Kenapa nggak suka ya? kalau serius terus ntar cepet tua lho."


" Biarin ", jawab Vero ketus karena masih sebel digoda terus dengan Elmo.


" Elmo jangan memelukku begini dong, aku kan susah mau ngapa ngapain."


" Aku kan mau bantuin kamu sayang ".


" Bantuin apa mau gangguin?"


" Dua duanya boleh ", jawab Elmo.


" Lepasin dulu aku mau nuangin air panas nih ", kata Vero.


Perlahan Elmo melepaskan pelukkannya dan duduk di kursi yang ada di dekatnya.


" Enak ya ternyata punya istri, bangun tidur langsung ada yang bikinin minuman."


" Iya, harusnya kamu tuh nikahin aku dari dulu kan ?" kata Vero sambil tersenyum.


" Hmmm kamu nggak boleh menyesal, karena Alloh itu pasti punya rencana indah buat kita sayang ", jawab Vero sambil mengusap pipi Elmo. Kemudian Elmo meraih tangan Vero dan menciumnya.


" Ke depan yuk, sambil nikmatin teh di sana!" ajak Vero.


Elmo mengangguk kemudian mengikuti Vero yang berjalan di depannya.


Mereka duduk berdua di teras depan, sambil memperhatikan orang yang lalu lalang di jalan.


" Udara di sini masih sejuk ya Ve sama kayak dulu, beda sama di Yogya."


" Iyalah El, disini kan masih termasuk di desa."


" Dulu aku ingat, setiap hari aku dan kedua orang tuaku setelah bangun tidur pasti selalu menyempatkan jalan pagi."


" Kitapun besok bisa kok mulai membiasakan jalan pagi di Yogya nanti."


" Sebenarnya aku mau sih, tapi apa nggak lebih menarik jika kita tetap berada di atas kasur sambil terus berpelukan?" Kata Elmo sambil tersenyum penuh arti.

__ADS_1


" Ihhhh ini otak pasti isinya pasir, ngeres melulu bawaannya." Kata Vero sambil mengacak acak rambut suaminya.


Tak lama kemudian ibu Vero bergabung bersama mereka.


" Nduk masmu nggak disuruh sarapan dulu to?"


" Nanti aja bu, masih pengen nikmatin teh dulu ini ", jawab Elmo.


" Oh ya udah siapa tau udah laper."


" Belum kok bu ", jawab Elmo lagi.


" Jadi kalian 2 hari lagi udah pulang ke Yogya?"


" Iya bu Insyaalloh."


" Yahh...pasti rumah ini bakalan sepi lagi nggak ada kalian."


" Ibu nggak apa apa kok kalau mau ikut bersama kami, bahkan kalau ibu mau tinggal di Yogya pasti kami akan lebih senang, daripada ibu sendirian di sini, ya nggak Ve?" Tanya Elmo ke Vero.


" Iya bu bener kata Elmo, ibu tinggal sama kita aja di Yogya."


" Iya sih nduk, tapi ibu nggak tega ninggalin Tyo sendirian."


" Lho kan Tyo tempat kerjanya jauh, dia pulang ke rumah cuma seminggu sekali bu?" Jawab Elmo lagi


" Ibu nggak tega ninggalin rumah kenang kenangan peninggalan bapakmu ini, ibu pengen merawatnya."


" Ohhh begitu ya bu."


" Iya nak Elmo, tapi nanti pasti ibu akan sering sering ke sana, 2 tahun lagi kan ibu pensiun."


" Ya udah bu nggak apa apa, kalau ibu mau pindah kan nanti kerjaan Tyo gampang, dia bisa saya masukin ke salah satu perusahaan saya bu ", jawab Elmo lagi.


" Iya nak Elmo gampang nanti ibu pikirkan lagi ya?"


" Nggih bu ", jawab Elmo.

__ADS_1


__ADS_2